Mengenal Dunia Jin, Inilah Permintaannya yang Dikabulkan Allah
Sabtu, 07 Oktober 2023 - 05:10 WIB
loading...
Seluruh jin merupakan keturunan dari Iblis. Adapun Jin yang kafir disebut dengan setan, dan inilah makhluk yang kerap menggangu dan menyesatkan umat manusia dengan tipu dayanya. Foto ilustrasi/ist.
A
A
A
Jin adalah salah satu makhluk ciptaan Allah yang tersembunyi dan tidak dapat dilihat oleh kasat mata. Jin memiliki alam dan dunia yang berbeda dari manusia.
Istilah Jin berasal dari Bahasa Arab yang terdiri dari tiga huruf yaitu huruf Jim (ج), Nuun (ن), dan Nuun (ن). Menurut para pakar bahasa, ketiga huruf di atas mengandung arti ketersembunyian atau ketertutupan. Dalam Al-Qur'an setidaknya ditemukan lima kata yang sering digunakan untuk menunjukan makhluk halus dari golongan jin, yaitu kata Jin (ﺟﻦ); Jan (ﺟﺎن): Jinnah (ﺟﻨّﺔ): Iblis (إﺑﻠﯿﺲ ), dan syaithan (ﺷﯿﻄﺎن).
Dalam Al-Qur'an, Allah berfirman:
وَخَلَقَ الۡجَآنَّ مِنۡ مَّارِجٍ مِّنۡ نَّارٍۚ
Artinya: "Dan Dia menciptakan jin dari nyala api tanpa asap." (QS ar-Rahman Ayat 15)
Sebagai makhluk ciptaan Allah, Jin diciptakan untuk beribadah kepada Allah sama halnya seperti manusia. Allah berfirman:
وَمَا خَلَقۡتُ الۡجِنَّ وَالۡاِنۡسَ اِلَّا لِيَعۡبُدُوۡنِ
Artinya: "Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku." (QS Az-Zariyat Ayat 56)
Dalam menafsirkan ayat-ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan jin, Imam Nawawi Al-Bantani dalam Kajian Tematik Dalam Tafsir Marah Labid menjelaskan bahwa jin adalah makhluk yang Allah ciptakan dari api murni yang tak berasap yang dibebani kewajiban (taklif) sama seperti halnya manusia.
Imam Nawawi juga menginformasikan bahwa jin itu ada golongan sunni, ada yang syi'ah, ada yang murji'ah, qadariyah, rafidhah, dan khawarij. Selain itu, jin memiliki kemampuan mengarungi angkasa, ahli dalam bidang bangunan dan penyelaman, mampu bergerak dan berpindah dengan cepat, dan dapat berubah wujud.
Istilah Jin berasal dari Bahasa Arab yang terdiri dari tiga huruf yaitu huruf Jim (ج), Nuun (ن), dan Nuun (ن). Menurut para pakar bahasa, ketiga huruf di atas mengandung arti ketersembunyian atau ketertutupan. Dalam Al-Qur'an setidaknya ditemukan lima kata yang sering digunakan untuk menunjukan makhluk halus dari golongan jin, yaitu kata Jin (ﺟﻦ); Jan (ﺟﺎن): Jinnah (ﺟﻨّﺔ): Iblis (إﺑﻠﯿﺲ ), dan syaithan (ﺷﯿﻄﺎن).
Dalam Al-Qur'an, Allah berfirman:
وَخَلَقَ الۡجَآنَّ مِنۡ مَّارِجٍ مِّنۡ نَّارٍۚ
Artinya: "Dan Dia menciptakan jin dari nyala api tanpa asap." (QS ar-Rahman Ayat 15)
Sebagai makhluk ciptaan Allah, Jin diciptakan untuk beribadah kepada Allah sama halnya seperti manusia. Allah berfirman:
وَمَا خَلَقۡتُ الۡجِنَّ وَالۡاِنۡسَ اِلَّا لِيَعۡبُدُوۡنِ
Artinya: "Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku." (QS Az-Zariyat Ayat 56)
Dalam menafsirkan ayat-ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan jin, Imam Nawawi Al-Bantani dalam Kajian Tematik Dalam Tafsir Marah Labid menjelaskan bahwa jin adalah makhluk yang Allah ciptakan dari api murni yang tak berasap yang dibebani kewajiban (taklif) sama seperti halnya manusia.
Imam Nawawi juga menginformasikan bahwa jin itu ada golongan sunni, ada yang syi'ah, ada yang murji'ah, qadariyah, rafidhah, dan khawarij. Selain itu, jin memiliki kemampuan mengarungi angkasa, ahli dalam bidang bangunan dan penyelaman, mampu bergerak dan berpindah dengan cepat, dan dapat berubah wujud.