Yerusalem dalam Pandangan Tiga Agama dan Meletusnya Perang Salib
Senin, 09 Oktober 2023 - 23:43 WIB
loading...
A
A
A
Dalam Perang Salib ini terdapat tokoh yang terkenal di kedua pihak, yaitu Shalahuddin Al-Ayyubi dari pihak muslim (memerintah 1169-1193 M) dan Richard I dari Inggris di pihak pasukan Salib. Raja Richard sering disebut Richard si Hati Singa atau Richard The Lion Heart (Raja Inggris) atau dikenal sebagai raja Eropa yang dianggap bisa menandingi Sultan Shalahuddin Al-Ayyubi dalam Perang Salib tersebut.
Selain Richard, terdapat raja-raja lain yang memimpin pasukan Salib III yaitu Frederick Barbarossa (Kaisar Jerman), dan Philip Augustus (Raja Perancis). Tetapi dalam perjalanan Frederick Barbarossa tewas tenggelam di sungai di kawasan Armenia. Lalu disebabkan masalah kekuasaan Perancis, Philip Augustus kembali pulang bersama pasukannya dan hanya meninggalkan Richard menuju Yerussalem.
Pada Perang Salib III (Tahun 1189-1192 M), Shalahuddin Al-Ayyubi sebagai panglima pasukan muslim menyatukan kekuatan umat Islam di bawah komandonya berhasil merebut Yerusalem dari kekuasaan Nasrani. Baitul Maqdis diserahkan oleh Balian of Ibelin dari pasukan Salib pada 10 Februari 1144 M.
Penyerahan Baitul Maqdis oleh tentara Salib dilakukan setelah Shalahuddin Al-Ayyubi berhasil mengepung Yerusalem selama 12 hari. Dengan direbutnya Baitul Maqdis ini, kota-kota dan wilayah yang selama dalam kekuasaan pasukan Salib jatuh kepada umat pasukan muslim pimpinan Shalahuddin Al-Ayyubi.
Setelah Shalahuddin Al-Ayyubi wafat Maret 1193 di Damaskus, Perang Salib ke-4 diserukan (Tahun 1202 hingga 1204 M). Sejarah Perang Salib Ke-4 diawali dengan keingingan Paus Innosensius III (memerintah 1198-1216 M) untuk merebut kembali Yerusalem dari peradaban Islam.
Namun, alih-alih memerangi peradaban Islam di Timur Dekat, pasukan Salib justru menjarah Kekaisaran Bizantium dan kota Kristen terbesar di dunia kala itu. Tentara Salib menaklukkan Konstantinopel pada 12 April 1204 M yang diwarnai dengan penjarahan.
Demikian sekelumit peristiwa Perang Salib dalam merebut Yerusalem hingga Perang Salib ke-8 Tahun 1270.
Wallahu A'lam
Baca Juga: Keberkahan Bumi Palestina dalam Pandangan Islam
Selain Richard, terdapat raja-raja lain yang memimpin pasukan Salib III yaitu Frederick Barbarossa (Kaisar Jerman), dan Philip Augustus (Raja Perancis). Tetapi dalam perjalanan Frederick Barbarossa tewas tenggelam di sungai di kawasan Armenia. Lalu disebabkan masalah kekuasaan Perancis, Philip Augustus kembali pulang bersama pasukannya dan hanya meninggalkan Richard menuju Yerussalem.
Pada Perang Salib III (Tahun 1189-1192 M), Shalahuddin Al-Ayyubi sebagai panglima pasukan muslim menyatukan kekuatan umat Islam di bawah komandonya berhasil merebut Yerusalem dari kekuasaan Nasrani. Baitul Maqdis diserahkan oleh Balian of Ibelin dari pasukan Salib pada 10 Februari 1144 M.
Penyerahan Baitul Maqdis oleh tentara Salib dilakukan setelah Shalahuddin Al-Ayyubi berhasil mengepung Yerusalem selama 12 hari. Dengan direbutnya Baitul Maqdis ini, kota-kota dan wilayah yang selama dalam kekuasaan pasukan Salib jatuh kepada umat pasukan muslim pimpinan Shalahuddin Al-Ayyubi.
Setelah Shalahuddin Al-Ayyubi wafat Maret 1193 di Damaskus, Perang Salib ke-4 diserukan (Tahun 1202 hingga 1204 M). Sejarah Perang Salib Ke-4 diawali dengan keingingan Paus Innosensius III (memerintah 1198-1216 M) untuk merebut kembali Yerusalem dari peradaban Islam.
Namun, alih-alih memerangi peradaban Islam di Timur Dekat, pasukan Salib justru menjarah Kekaisaran Bizantium dan kota Kristen terbesar di dunia kala itu. Tentara Salib menaklukkan Konstantinopel pada 12 April 1204 M yang diwarnai dengan penjarahan.
Demikian sekelumit peristiwa Perang Salib dalam merebut Yerusalem hingga Perang Salib ke-8 Tahun 1270.
Wallahu A'lam
Baca Juga: Keberkahan Bumi Palestina dalam Pandangan Islam
(rhs)
Lihat Juga :