Jejak Kekejaman Israel: Kisah Pilu Rakyat Palestina yang Diusir dari Tanah Mereka
Rabu, 11 Oktober 2023 - 08:14 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Pewaris Pendiri Zionis: Israel dan Perusahaan Zionis Dilahirkan dalam Dosa
Pada Februari 1949 angka kematian di kalangan para pengungsi Palestina di Jalur Gaza saja dilaporkan 230 orang tiap hari. William L. Gower, delegasi untuk Palang Merah Amerika, melaporkan: "80% hingga 85% dari orang-orang yang terusir terdiri atas anak-anak, wanita-wanita tua, wanita-wanita yang sedang hamil, dan ibu-ibu menyusui."
Pada pertengahan Maret 1949, sebuah laporan dari Kementerian Luar Negeri berbunyi: "Dana Darurat Anak-anak Internasional menganggap 425.000 atau 58 persen dari pengungsi patut diberi bantuan dalam programnya: kelompok ini terdiri atas bayi-bayi, anak-anak kecil, kaum wanita yang sedang hamil, dan ibu-ibu menyusui.
Kira-kira 15 persen pengungsi sudah berusia lanjut, sakit, dan lemah. Akan terlihat bahwa kaum pria dan wanita yang berbadan sehat jumlahnya paling banyak 25 persen dari keseluruhan, atau 180.000 orang."
Reaksi di Amerika Serikat terutama adalah tidak peduli. Media berita Amerika pada umumnya mengabaikan keadaan para pengungsi Palestina. Laporan rahasia Kementerian Luar Negeri Maret 1949 menyatakan bahwa publik Amerika Serikat "secara umum tidak menyadari masalah pengungsi Palestina, sebab hal itu tidak diberi tekanan oleh pers atau radio."
Baca juga: Jejak Israel: Para Rentenir Keturunan Nabi yang Menguasai Dunia
Pada Februari 1949 angka kematian di kalangan para pengungsi Palestina di Jalur Gaza saja dilaporkan 230 orang tiap hari. William L. Gower, delegasi untuk Palang Merah Amerika, melaporkan: "80% hingga 85% dari orang-orang yang terusir terdiri atas anak-anak, wanita-wanita tua, wanita-wanita yang sedang hamil, dan ibu-ibu menyusui."
Pada pertengahan Maret 1949, sebuah laporan dari Kementerian Luar Negeri berbunyi: "Dana Darurat Anak-anak Internasional menganggap 425.000 atau 58 persen dari pengungsi patut diberi bantuan dalam programnya: kelompok ini terdiri atas bayi-bayi, anak-anak kecil, kaum wanita yang sedang hamil, dan ibu-ibu menyusui.
Kira-kira 15 persen pengungsi sudah berusia lanjut, sakit, dan lemah. Akan terlihat bahwa kaum pria dan wanita yang berbadan sehat jumlahnya paling banyak 25 persen dari keseluruhan, atau 180.000 orang."
Reaksi di Amerika Serikat terutama adalah tidak peduli. Media berita Amerika pada umumnya mengabaikan keadaan para pengungsi Palestina. Laporan rahasia Kementerian Luar Negeri Maret 1949 menyatakan bahwa publik Amerika Serikat "secara umum tidak menyadari masalah pengungsi Palestina, sebab hal itu tidak diberi tekanan oleh pers atau radio."
Baca juga: Jejak Israel: Para Rentenir Keturunan Nabi yang Menguasai Dunia
(mhy)
Lihat Juga :