Sultan Abdul Hamid II Tumbang, Zionis Dirikan Negara Israel di Palestina
Minggu, 15 Oktober 2023 - 08:15 WIB
loading...
A
A
A
Deklarasi Balfour yang dikeluarkan pemerintah Inggris-Zionis pada tanggal 2/11/1917 yang bertepatan dengan bulan Muharram 1326 H. Deklarasi itu menetapkan Palestina sebagai tanah air dan negara orang-orang Yahudi.
Penyerahan Turki pada gerakan westernisasi untuk menghancurkan nilai-nilai Islam dan menggesernya dari sebuah negeri yang memiliki karakter Islam ke sebuah negeri yang diwarnai dengan nilai-nilai Barat.
Menurut Ash-Shalabi, mungkin dengan singkat bisa kita sebutkan, bahwa masa saat dipecatnya Sultan Abdul Hamid II dan mulai berkuasanya orang-orang Persatuan dan Pembangunan adalah masa di mana bersatu keinginan dua kutub, yakni keinginan para penguasa dan keinginan para penjajah untuk meruntuhkan pemerintahan Utsmani serta promosi munculnya nasionalisme Thuraniyah.
Baca juga: Catatan Harian Sultan Ottoman Menolak Menjual Palestina kepada Zionis
Pada saat itu juga, terjadi benturan yang demikian keras antara orang-orang Turki dan Arab yang merupakan pembuka hancurnya pemerintahan Utsmani, serta pencaplokan Barat atas negeri-negeri Arab dan pada saat yang sama, munculnya Deklarasi Balfour yang kemudian memberikan hak bagi bangsa Yahudi untuk mendirikan negara di Palestina.
Orang-orang Persatuan dan Pembangunan mengarahkan pemerintahan Utsmani pada sebuah negara nasional yang tidak berlandaskan agama. Tatkala lnggris menduduki Istanbul (Astana) dan Sultan menjadi laksana seorang tawanan di tangan mereka, maka Perwakilan Tinggi lnggris dan Jenderal Huzention (panglima pasukan sekutu di Istanbul) menjadi pemegang kekuasaan sebenarnya.
Skenario global yang berusaha mengakhiri pemerintahan Utsmani hingga ke akar-akamya menuntut untuk melahirkan sebuah pahlawan boneka yang bisa dijadikan sebagai partner oleh pasukan sekutu yang jahat dan menggantungkan harapan umat Islam yang kini dilanda putus asa padanya yang kemudian di balik kebesaran dan kegagahannya akan melibas sesuatu yang masih tersisa di tubuh umat.
Baca juga: Kisah Kaki Tangan Zionis Merusak Moral Pejabat Tinggi Ottoman
Penyerahan Turki pada gerakan westernisasi untuk menghancurkan nilai-nilai Islam dan menggesernya dari sebuah negeri yang memiliki karakter Islam ke sebuah negeri yang diwarnai dengan nilai-nilai Barat.
Menurut Ash-Shalabi, mungkin dengan singkat bisa kita sebutkan, bahwa masa saat dipecatnya Sultan Abdul Hamid II dan mulai berkuasanya orang-orang Persatuan dan Pembangunan adalah masa di mana bersatu keinginan dua kutub, yakni keinginan para penguasa dan keinginan para penjajah untuk meruntuhkan pemerintahan Utsmani serta promosi munculnya nasionalisme Thuraniyah.
Baca juga: Catatan Harian Sultan Ottoman Menolak Menjual Palestina kepada Zionis
Pada saat itu juga, terjadi benturan yang demikian keras antara orang-orang Turki dan Arab yang merupakan pembuka hancurnya pemerintahan Utsmani, serta pencaplokan Barat atas negeri-negeri Arab dan pada saat yang sama, munculnya Deklarasi Balfour yang kemudian memberikan hak bagi bangsa Yahudi untuk mendirikan negara di Palestina.
Orang-orang Persatuan dan Pembangunan mengarahkan pemerintahan Utsmani pada sebuah negara nasional yang tidak berlandaskan agama. Tatkala lnggris menduduki Istanbul (Astana) dan Sultan menjadi laksana seorang tawanan di tangan mereka, maka Perwakilan Tinggi lnggris dan Jenderal Huzention (panglima pasukan sekutu di Istanbul) menjadi pemegang kekuasaan sebenarnya.
Skenario global yang berusaha mengakhiri pemerintahan Utsmani hingga ke akar-akamya menuntut untuk melahirkan sebuah pahlawan boneka yang bisa dijadikan sebagai partner oleh pasukan sekutu yang jahat dan menggantungkan harapan umat Islam yang kini dilanda putus asa padanya yang kemudian di balik kebesaran dan kegagahannya akan melibas sesuatu yang masih tersisa di tubuh umat.
Baca juga: Kisah Kaki Tangan Zionis Merusak Moral Pejabat Tinggi Ottoman
(mhy)
Lihat Juga :