Mendidik Anak Berlandaskan Fitrah : Role Model Menanamkan Akidah Sejak Dini
Kamis, 19 Oktober 2023 - 11:05 WIB
loading...
Dalam Islam, pemenuhan pendidikan berlandaskan fitrah seorang manusia merupakan hal terpenting, sebab ia adalah pola penanaman akidah paling penting bagi anak. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Dalam Islam, pemenuhan pendidikan berlandaskan fitrah seorang manusia merupakan hal terpenting, sebab ia adalah pola penanaman akidah paling penting bagi anak.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam: bersabda :
"Tiada seorangpun yang dilahirkan kecuali dilahirkan pada fitrah (Islam)nya. Kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi.” (Muttafaqun Alaihi).
Artinya, pada asalnya setiap anak berada pada fitrah Islam dan imannya, sampai kemudian datanglah pengaruh-pengaruh kepadanya. Termasuk benar atau tidaknya orang tua mengelola dan mendidik mereka.
Dalam kitab Al Mausu’ah Al Fiqhiyyah Al Kuwaitiyah disebutkan bahwa seorang ayah dan ibu serta seorang wali dari anak hendaknya sudah mengajarkan sejak dini hal-hal yang diperlukan anak ketika ia baligh nanti. Hendaklah anak sudah diajarkan akidah yang benar mengenai keimanan kepada Allah, Malaikat, Al-Quran, Rasul dan hari akhir. Begitu juga hendaknya anak diajarkan ibadah yang benar.
Anak semestinya diarahkan untuk mengerti salat, puasa, thaharah (bersuci) dan semacamnya. Anak wajib diajarkan sejak dini bahwa Allah adalah Rabb dan pemilik mereka, dan bahwasanya tiada Tuhan yang berhak disembah selainNya. Allah Ta'ala telah menciptakan mereka berdasarkan fitrah anak tersebut.
Allah Ta’ala berfirman :
`Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah, (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (QS. Ar-Rum: 30).
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam: bersabda :
كُلُّ مَوْلُوْدٍ يُوْلَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ
"Tiada seorangpun yang dilahirkan kecuali dilahirkan pada fitrah (Islam)nya. Kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi.” (Muttafaqun Alaihi).
Artinya, pada asalnya setiap anak berada pada fitrah Islam dan imannya, sampai kemudian datanglah pengaruh-pengaruh kepadanya. Termasuk benar atau tidaknya orang tua mengelola dan mendidik mereka.
Dalam kitab Al Mausu’ah Al Fiqhiyyah Al Kuwaitiyah disebutkan bahwa seorang ayah dan ibu serta seorang wali dari anak hendaknya sudah mengajarkan sejak dini hal-hal yang diperlukan anak ketika ia baligh nanti. Hendaklah anak sudah diajarkan akidah yang benar mengenai keimanan kepada Allah, Malaikat, Al-Quran, Rasul dan hari akhir. Begitu juga hendaknya anak diajarkan ibadah yang benar.
Anak semestinya diarahkan untuk mengerti salat, puasa, thaharah (bersuci) dan semacamnya. Anak wajib diajarkan sejak dini bahwa Allah adalah Rabb dan pemilik mereka, dan bahwasanya tiada Tuhan yang berhak disembah selainNya. Allah Ta'ala telah menciptakan mereka berdasarkan fitrah anak tersebut.
Allah Ta’ala berfirman :
فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا ۚ فِطْرَتَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا ۚ لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ
`Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah, (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (QS. Ar-Rum: 30).
Lihat Juga :