Begini Cara Israel Mengubah Demografi setelah Duduki Palestina
Senin, 23 Oktober 2023 - 08:27 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Mengapa Palestina Sering Disebut Suriah Selatan?
Sementara itu diputuskan wilayah al Quds, yang luasnya 1% dari tanah Palestina, berada dalam kontrol internasional dengan dihuni 105 ribu Arab Muslim Palestina dan 100 ribu Yahudi.
Berdasarkan studi data yang mendalam, yang dilakukan Janeet Abu Laghad dan Salman Abu Sittah, bahwa jumlah orang-orang Palestina Arab Muslim pada akhir tahun 1948 sekitar 1,4 juta orang.
Pada saat itu, kaum Yahudi benar-benar telah siap menghadapi perang, karena mendapat dukungan dari kekuatan super power untuk membagi Palestina.
Mereka juga siap melakukan ekspansi wilayah entitas Yahudi dan mengusir orang-orang Palestina dari tanah yang telah beratus-ratus tahun mereka tempati. "Perang tahun 1948 benar-benar menjadi bencana dan prahara besar bagi rakyat dan bangsa Palestina," ujar Muhsin Muhammad Shaleh.
Berdasarkan data PBB, sedikitnya 726 ribu orang Palestina terusir dari tanah tinggal mereka, dan menurut prediksi jumlah itu bertambah mencapai 900 ribu pengungsi.
Artinya, kata Muhsin Muhammad Shaleh, lebih dari 2/3 rakyat Palestina telah terusir dari kampung halaman mereka. Di mana orang-orang Zionis Yahudi telah mempraktikkan salah satu cara paling biadab melakukan pembersihan etnis dalam sejarah modern.
Baca juga: Ini Mengapa Warga Israel Keturunan Arab Tidak Diwajibkan Menjadi Tentara
Kemudian posisi orang-orang Palestina yang terusir digantikan oleh orang-orang Zionis Yahudi dari berbagai jenis bangsa dan warna. Pada tahun 1967, penjajah Israel menganeksasi wilayah Palestina yang tersisa (Tepi Barat dan Jalur Gaza) dan mengusir 330 ribu rakyat Palestina berikutnya.
Sejak itu, penjajah Zionis Israel melarang orang-orang Palestina kembali ke tanah-tanah mereka. Oleh karena itu, dalam jumlah yang sangat besar, lebih dari separo total penduduk Palestina, sebagai pengungsi di luar tanah Palestina. Yakni sekitar 4,8 juta pada tahun 2002, atau sekitar 50,55% dari total jumlah warga Palestina.
Sementara itu diputuskan wilayah al Quds, yang luasnya 1% dari tanah Palestina, berada dalam kontrol internasional dengan dihuni 105 ribu Arab Muslim Palestina dan 100 ribu Yahudi.
Berdasarkan studi data yang mendalam, yang dilakukan Janeet Abu Laghad dan Salman Abu Sittah, bahwa jumlah orang-orang Palestina Arab Muslim pada akhir tahun 1948 sekitar 1,4 juta orang.
Pada saat itu, kaum Yahudi benar-benar telah siap menghadapi perang, karena mendapat dukungan dari kekuatan super power untuk membagi Palestina.
Mereka juga siap melakukan ekspansi wilayah entitas Yahudi dan mengusir orang-orang Palestina dari tanah yang telah beratus-ratus tahun mereka tempati. "Perang tahun 1948 benar-benar menjadi bencana dan prahara besar bagi rakyat dan bangsa Palestina," ujar Muhsin Muhammad Shaleh.
Berdasarkan data PBB, sedikitnya 726 ribu orang Palestina terusir dari tanah tinggal mereka, dan menurut prediksi jumlah itu bertambah mencapai 900 ribu pengungsi.
Artinya, kata Muhsin Muhammad Shaleh, lebih dari 2/3 rakyat Palestina telah terusir dari kampung halaman mereka. Di mana orang-orang Zionis Yahudi telah mempraktikkan salah satu cara paling biadab melakukan pembersihan etnis dalam sejarah modern.
Baca juga: Ini Mengapa Warga Israel Keturunan Arab Tidak Diwajibkan Menjadi Tentara
Kemudian posisi orang-orang Palestina yang terusir digantikan oleh orang-orang Zionis Yahudi dari berbagai jenis bangsa dan warna. Pada tahun 1967, penjajah Israel menganeksasi wilayah Palestina yang tersisa (Tepi Barat dan Jalur Gaza) dan mengusir 330 ribu rakyat Palestina berikutnya.
Sejak itu, penjajah Zionis Israel melarang orang-orang Palestina kembali ke tanah-tanah mereka. Oleh karena itu, dalam jumlah yang sangat besar, lebih dari separo total penduduk Palestina, sebagai pengungsi di luar tanah Palestina. Yakni sekitar 4,8 juta pada tahun 2002, atau sekitar 50,55% dari total jumlah warga Palestina.
(mhy)
Lihat Juga :