Begini Hebatnya Orang-Orang Palestina yang Hidup di Pengungsian
Senin, 23 Oktober 2023 - 10:59 WIB
loading...
A
A
A
UNRWA telah mengalami banyak kesulitan cukup lama dalam pendanaan dan mengalami kelemahan secara berkesinambungan dalam anggarannya hingga mengakibatkan menurunnya bantuan yang diberikan sangat besar.
Memiliki Keistimewaan
Muhsin Muhammad Shaleh menyebut orang-orang Palestina adalah bangsa yang memiliki keistimewaan sebagai bangsa yang giat dan mampu mengambil inisiatif.
Para pengungsi mulai berinteraksi dengan kondisi kehidupan mereka yang sulit. Maka jadilah kamp-kamp pengungsi sebagai pusat aktivitas nasional, pusat mobilisasi politik dan kekuatan moral (spirit).
Anak-anak mereka telah menjadi roh utama gerakan-gerakan perlawanan dan pembebasan Palestina. Orang-orang Palestina mulai menaruh perhatian dan peduli dengan pendidikan. "Banyak dari mereka yang belajar di malam hari di bawah sinar rembulan atau lampu minyak," ujarnya.
Baca juga: Hari Nakba: Kisah Rakyat Palestina yang Rindu Tanah Airnya
Muhsin Muhammad Shaleh mengatakan setelah bertahun-tahun mereka lalui dengan kesabaran dan perjuangan maka tingkat persentase kaum terdidik Palestina paling baik di seluruh dunia Arab bahkan lebih baik dari seluruh dunia.
Mulailah para pengungsi Palestina membangun kamp-kamp mereka dengan tanah dan bata di tempat yang sama, hanya saja para rezim – khususnya pemerintah Lebanon – secara resmi melarang pembuatan atap rumah mereka yang sederhana itu dengan semen, mereka pun akhirnya cukup dengan menggunakan lembaran Zinako.
Sampai saat ini kamp-kamp pengungsi ini telah kehilangan sistem tata kehidupan yang semestinya, telah kehilangan pelayanan jaringan air dan bantuan pelayanan kesehatan.
Adalah wajar – dalam kondisi di mana rezim-rezim melarang perluasan kamp-kamp dan penambahan – jika banyak para pengungsi terpaksa mencari kerja dan tinggal di luar kamp-kamp pengungsi atau hijrah pergi ke kota-kota negara teluk Arab, Eropa maupun ke Amerika di mana banyak kesempatan kerja.
Baca juga: Sejarah Peristiwa Nakba, Kejadian Masa Lalu yang Bermakna Bagi Palestina
Memiliki Keistimewaan
Muhsin Muhammad Shaleh menyebut orang-orang Palestina adalah bangsa yang memiliki keistimewaan sebagai bangsa yang giat dan mampu mengambil inisiatif.
Para pengungsi mulai berinteraksi dengan kondisi kehidupan mereka yang sulit. Maka jadilah kamp-kamp pengungsi sebagai pusat aktivitas nasional, pusat mobilisasi politik dan kekuatan moral (spirit).
Anak-anak mereka telah menjadi roh utama gerakan-gerakan perlawanan dan pembebasan Palestina. Orang-orang Palestina mulai menaruh perhatian dan peduli dengan pendidikan. "Banyak dari mereka yang belajar di malam hari di bawah sinar rembulan atau lampu minyak," ujarnya.
Baca juga: Hari Nakba: Kisah Rakyat Palestina yang Rindu Tanah Airnya
Muhsin Muhammad Shaleh mengatakan setelah bertahun-tahun mereka lalui dengan kesabaran dan perjuangan maka tingkat persentase kaum terdidik Palestina paling baik di seluruh dunia Arab bahkan lebih baik dari seluruh dunia.
Mulailah para pengungsi Palestina membangun kamp-kamp mereka dengan tanah dan bata di tempat yang sama, hanya saja para rezim – khususnya pemerintah Lebanon – secara resmi melarang pembuatan atap rumah mereka yang sederhana itu dengan semen, mereka pun akhirnya cukup dengan menggunakan lembaran Zinako.
Sampai saat ini kamp-kamp pengungsi ini telah kehilangan sistem tata kehidupan yang semestinya, telah kehilangan pelayanan jaringan air dan bantuan pelayanan kesehatan.
Adalah wajar – dalam kondisi di mana rezim-rezim melarang perluasan kamp-kamp dan penambahan – jika banyak para pengungsi terpaksa mencari kerja dan tinggal di luar kamp-kamp pengungsi atau hijrah pergi ke kota-kota negara teluk Arab, Eropa maupun ke Amerika di mana banyak kesempatan kerja.
Baca juga: Sejarah Peristiwa Nakba, Kejadian Masa Lalu yang Bermakna Bagi Palestina
(mhy)
Lihat Juga :