Kisah Pelobi Utama Yahudi Menghalangi AS Jual Senjata ke Arab Saudi
Rabu, 25 Oktober 2023 - 11:36 WIB
loading...
A
A
A
Petikaian Paling Lama
Paul Findley menyebut pertikaian paling besar, paling lama, dan paling keras antara AIPAC dan Gedung Putih mengenai penjualan persenjataan terjadi pada 1981 ketika Presiden Reagan memutuskan untuk menjual lima buah pesawat AWACS (sistem kontrol dan peringatan udara) seharga US$8,5 milyar kepada Saudi Arabia.
Baca juga: Elon Musk Ancam Gugat Kelompok Lobi Yahudi, Ini Alasannya
AIPAC dan Israel memberikan tekanan pada para wakil kongres dan senator untuk menggagalkan persetujuan itu. Mereka hampir berhasil. Baru setelah melalui pertikaian panjang dan sulit pada akhirnya Reagan menang dengan suara Senat 52 berbanding 48. Ketika melakukan hal itu Reagan mengingatkan para perumus undang-undang dan negeri itu bahwa "perumusan kebijaksanaan luar negeri Amerika bukanlah urusan negara-negara lain."
Pada akhirnya, seorang pengamat melukiskan pertikaian itu sebagai "salah satu [upaya lobi] paling keras yang pernah dialami Kongres." Namun sementara pemerintah berhasil memenangkan pertempuran, Israel dan AIPAC telah membuat suatu ketentuan keras: jika pemerintah menghalangi keinginan-keinginan Israel, ia harus membayar banyak dengan waktu, tenaga dan akhirya, gengsi politik.
Paul Findley mengatakan bagi para perumus undang-undang pesan itu sama seramnya. Sebagaimana dicatat oleh Profesor Cherly A. Rurenberg, seorang kritikus yang berpandangan luas tentang hubungan AS-Israel:
"Sejak itu cara seorang senator memberikan suaranya dalam masalah ini menjadi faktor paling penting dalam menentukan sikap lobi [Israel] tentang 'persahabatan' seorang individu dengan Israel. Mereka yang dicap 'tidak bersahabat' akan menghadapi masalah-masalah serius pada pemilihan kembali.
Baca juga: Grup Lobi Yahudi Amerika Buka Kantor di Uni Emirat Arab
Sesungguhnya, kata Paul Findley, terutama dikarenakan dukungannya pada penjualan AWACS itulah maka Senator Republik yang sangat dihormati, Charles Percy, dikalahkan pada 1984.
Setelah pemilihan, Thomas Dine dari AIPAC menyatakan: "Semua orang Yahudi di Amerika, dari pantai ke pantai, bersatu untuk mengusir Percy. Dan para politisi Amerika --mereka yang memegang jabatan publik sekarang, dan mereka yang berkeinginan untuk itu-- menerima pesan tersebut."
Paul Findley menyebut pertikaian paling besar, paling lama, dan paling keras antara AIPAC dan Gedung Putih mengenai penjualan persenjataan terjadi pada 1981 ketika Presiden Reagan memutuskan untuk menjual lima buah pesawat AWACS (sistem kontrol dan peringatan udara) seharga US$8,5 milyar kepada Saudi Arabia.
Baca juga: Elon Musk Ancam Gugat Kelompok Lobi Yahudi, Ini Alasannya
AIPAC dan Israel memberikan tekanan pada para wakil kongres dan senator untuk menggagalkan persetujuan itu. Mereka hampir berhasil. Baru setelah melalui pertikaian panjang dan sulit pada akhirnya Reagan menang dengan suara Senat 52 berbanding 48. Ketika melakukan hal itu Reagan mengingatkan para perumus undang-undang dan negeri itu bahwa "perumusan kebijaksanaan luar negeri Amerika bukanlah urusan negara-negara lain."
Pada akhirnya, seorang pengamat melukiskan pertikaian itu sebagai "salah satu [upaya lobi] paling keras yang pernah dialami Kongres." Namun sementara pemerintah berhasil memenangkan pertempuran, Israel dan AIPAC telah membuat suatu ketentuan keras: jika pemerintah menghalangi keinginan-keinginan Israel, ia harus membayar banyak dengan waktu, tenaga dan akhirya, gengsi politik.
Paul Findley mengatakan bagi para perumus undang-undang pesan itu sama seramnya. Sebagaimana dicatat oleh Profesor Cherly A. Rurenberg, seorang kritikus yang berpandangan luas tentang hubungan AS-Israel:
"Sejak itu cara seorang senator memberikan suaranya dalam masalah ini menjadi faktor paling penting dalam menentukan sikap lobi [Israel] tentang 'persahabatan' seorang individu dengan Israel. Mereka yang dicap 'tidak bersahabat' akan menghadapi masalah-masalah serius pada pemilihan kembali.
Baca juga: Grup Lobi Yahudi Amerika Buka Kantor di Uni Emirat Arab
Sesungguhnya, kata Paul Findley, terutama dikarenakan dukungannya pada penjualan AWACS itulah maka Senator Republik yang sangat dihormati, Charles Percy, dikalahkan pada 1984.
Setelah pemilihan, Thomas Dine dari AIPAC menyatakan: "Semua orang Yahudi di Amerika, dari pantai ke pantai, bersatu untuk mengusir Percy. Dan para politisi Amerika --mereka yang memegang jabatan publik sekarang, dan mereka yang berkeinginan untuk itu-- menerima pesan tersebut."
Lihat Juga :