Kisah Pelobi Utama Yahudi Menghalangi AS Jual Senjata ke Arab Saudi
Rabu, 25 Oktober 2023 - 11:36 WIB
loading...
Sejak kekalahan AWACS, AIPAC telah sepenuhnya berhasil memacu diri dan berkembang sangat pesat. Foto/Ilustrasi: AF MIL
A
A
A
American Israel Public Affairs Committee atau AIPAC adalah kelompok lobi utama yang mendukung Israel di Amerika Serikat sejak 1951. Kelompok ini selalu menghalang-halangi penjualan persenjataan AS kepada negara-negara Arab, terutama Arab Saudi .
"Tidak ada justifikasi bagi penjualan pesawat yang paling canggih dari gudang senjata Amerika kepada Saudi Arabia," ujar AIPAC, kala itu.
Mantan anggota Kongres AS , Paul Findley (1921 – 2019) mengatakan Saudi Arabia patut mendapatkan apa pun yang dibutuhkannya untuk membela diri.
"Nilai dari hubungan istimewa Amerika yang erat dengan kerajaan itu, yang dikembangkan selama lebih dari setengah abad, sudah terbukti setiap hari ketika orang-orang Amerika mengkonsumsi minyak," tulis Paul Findley, dalam bukunya berjudul "Deliberate Deceptions: Facing the Facts about the U.S. - Israeli Relationship" yang diterjemahkan Rahmani Astuti menjadi "Diplomasi Munafik ala Yahudi - Mengungkap Fakta Hubungan AS-Israel" (Mizan, 1995).
Baca juga: AIPAC, Pelobi Utama Israel di Amerika Serikat Sejak 1951
Saudi Arabia, produsen utama dan penentu-harga minyak, juga sekutu yang strategis, sebagaimana terbukti secara dramatis pada 1990-1991 ketika pasukan dan pesawat Amerika menggunakan wilayah Saudi --bukan Israel-- untuk memaksa Irak keluar dari Kuwait.
Keuntungan lain yang tidak banyak diketahui dalam penjualan senjata-senjata ke Saudi Arabia adalah bahwa Riyadh membayar tunai, tidak seperti Israel, yang menerima senjata-senjata AS tanpa biaya --suatu tamparan bagi para pembayar pajak Amerika.
"Meskipun AS berkepentingan untuk membantu Saudi Arabia demi pertahanan dirinya, Israel dan para pendukungnya secara terus-menerus telah menentang penjualan senjata ke kerajaan tersebut," ujar Paul Findley.
Tentangan terhadap proliferasi senjata-senjata itu dapat diterima seandainya Washington mempunyai program kontrol persenjataan koheren yang diterapkan pada semua pihak.
Namun, kata Paul Findley, dengan berulang kalinya terjadi agresi Israel dan tuntutan-tuntutannya yang tak henti-henti akan pasokan senjata-senjata AS, adalah suatu kemunafikan yang luar biasa di pihak Israel jika ia menentang penjualan senjata ke Arab Saudi dan negara-negara Arab lainnya pada saat yang sama sementara ia kekenyangan dengan persenjataan Amerika.
"Tidak ada justifikasi bagi penjualan pesawat yang paling canggih dari gudang senjata Amerika kepada Saudi Arabia," ujar AIPAC, kala itu.
Mantan anggota Kongres AS , Paul Findley (1921 – 2019) mengatakan Saudi Arabia patut mendapatkan apa pun yang dibutuhkannya untuk membela diri.
"Nilai dari hubungan istimewa Amerika yang erat dengan kerajaan itu, yang dikembangkan selama lebih dari setengah abad, sudah terbukti setiap hari ketika orang-orang Amerika mengkonsumsi minyak," tulis Paul Findley, dalam bukunya berjudul "Deliberate Deceptions: Facing the Facts about the U.S. - Israeli Relationship" yang diterjemahkan Rahmani Astuti menjadi "Diplomasi Munafik ala Yahudi - Mengungkap Fakta Hubungan AS-Israel" (Mizan, 1995).
Baca juga: AIPAC, Pelobi Utama Israel di Amerika Serikat Sejak 1951
Saudi Arabia, produsen utama dan penentu-harga minyak, juga sekutu yang strategis, sebagaimana terbukti secara dramatis pada 1990-1991 ketika pasukan dan pesawat Amerika menggunakan wilayah Saudi --bukan Israel-- untuk memaksa Irak keluar dari Kuwait.
Keuntungan lain yang tidak banyak diketahui dalam penjualan senjata-senjata ke Saudi Arabia adalah bahwa Riyadh membayar tunai, tidak seperti Israel, yang menerima senjata-senjata AS tanpa biaya --suatu tamparan bagi para pembayar pajak Amerika.
"Meskipun AS berkepentingan untuk membantu Saudi Arabia demi pertahanan dirinya, Israel dan para pendukungnya secara terus-menerus telah menentang penjualan senjata ke kerajaan tersebut," ujar Paul Findley.
Tentangan terhadap proliferasi senjata-senjata itu dapat diterima seandainya Washington mempunyai program kontrol persenjataan koheren yang diterapkan pada semua pihak.
Namun, kata Paul Findley, dengan berulang kalinya terjadi agresi Israel dan tuntutan-tuntutannya yang tak henti-henti akan pasokan senjata-senjata AS, adalah suatu kemunafikan yang luar biasa di pihak Israel jika ia menentang penjualan senjata ke Arab Saudi dan negara-negara Arab lainnya pada saat yang sama sementara ia kekenyangan dengan persenjataan Amerika.
Lihat Juga :