Sejarah Zionis Lahir dari Modernitas yang Berakar pada Nafsu Syahwat

Rabu, 25 Oktober 2023 - 20:10 WIB
loading...
A A A
Robbispierre kemudian dikudeta. Setelah berhasil memenangkan revolusi. Diangkatlah Napoleon Bonaperte. Siapa yang mengangkatnya? Ternyata 25 kaum bankir dari Nantes. Mereka telah berkumpul, untuk mendapuk Napoleon sebagai Kaisar Republik Perancis. Napoleon dijadikan pemimpin, dengan modal utang dari bankir senilai 75 juta Franc (emas). Yang dibayar dengan bunga saban tahun. Itulah utang nasional, turun temurun. Perancis merdeka, sejak itu pula mereka dibawah kendali kaum Banco. Di situlah Yahudi mulai berkuasa, memegang kendali atas Eropa. Merambah hingga seantero Eropa.

Seabad kemudian, revolusi serupa dilancarkan. Kali ini sasarannya adalah Daulah Utsmaniyyah. "Pembaharuan Islam" diluncurkan. Atas nama modernitas tadi. Atas nama rennaisance tadi. Islam pun seolah perlu diperbarui. Lahirlah fiqih kontemporer. GH Jansen dalam Islam Militant menyebut, eksponen gerakan ini muncul dari Jamaluddin al Afghani, Rasyid Rida, Abduh. Mereka meluncurkan pembaharuan yang melahirkan, seolah Islam harus disesuaikan jaman. Intinya, disesuaikan dengan kehendak kaum Eropa baru tadi. Gerakan ini menyatu dengan salafisme yang berasal dari Arabia, dengan tokohnya Abdul Wahab. Apa yang diungkapkan Jansen, memang sepenuhnya benar.

Tanzimat pun meluncur di Utsmaniyyah. Reformasi. Utsmani mengganti hukum. Tak lagi merujuk syariat, melainkan merujuk pada konstitusionalisme ala Perancis. Bank-bank pun berdiri di Istanbul. Sultan mengeliminasi Syaikhul Islam, sang Mursyid, yang selama ini mendampingi. Tapi kemudian mendengarkan nasehat dari bankir.

Dari sinilah Zionisme mulai membahana. Hingga kemudian Theodore Hezrl berani menawarkan harga tanah Yerusalem pada Sultan Abdul Hamid II. Tapi Sang Sultan masih perkasa. Tanah Yerusalem bukan diperjual belikan. Melainkan itu tanah milik kaum muslimin.

Gagal pada Sultan Abdul Hamid II, Zionisme tak menyerah. Mereka mendidik modernis Turki menjadi pemimpin. Bak Napoleon dalam Perancis. Muncullah Attaturk, yang jenazahnya konon tak diterima bumi. Attaturk bertindak mengikuti kemauan tuannya. Tassawuf dilarang. Syaikhul Islam dibubarkan. Dan Utsmaniyyah pun dibubarkan. Turki berubah menjadi republik. Berubah menjadi nation state. Maka, Yerusalem pun dengan mudah diambil alih Yahudi. Karena Attaturk telah diberikan utang berbunga, dalam memimpin Turki. Sejak itulah, Turki melemah, dan Yerusalem lepas dari pangkuan kaum muslimin. Karena “pembaruan Islam” telah merubah fiqih, telah mengubah tradisi tentang ke-Islam-an.

"Islam tak perlu diperbarui, tapi kita-lah yang harus menyesuaikan diri kembali dengan Islam," kata Syaikh Abdalqadir as sufi, ulama besar dari Eropa.

Zionisme Menemukan Bentuknya
Zionisme menemukan bentuknya. Yahudi seolah menemukan "tanah yang diperjanjikan". Tapi pola mereka merebut Yerusalem, bukan dengan pedang. Melainkan dengan membangkitkan nafsu syahwati manusia. Mulanya rasionalitas disodori. Tapi kemudian rasio mudah bergeser. Seperti pesan Imam Ghazali, "Akal tak sepenuhnya benar, jangan sekali-kali mengambil hakekat ajaran agama darinya," katanya dalam Tahafut al Falasifah.

Dan modernitas telah membuktikan bagaimana rennaisance tak lagi melahirkan Kebenaran. Melainkan pembenaran. Ini yang disebut Martin Heidegger bahwa filsafat tak lagi melahirkan kebenaran eksistensialisme. Melainkan kebenaran essensialisme. "Dan itu bukan Kebenaran," katanya dalam Being and Time.

Zionisme tentu mereguk untung dengan pertemuan antara modernitas dan syahwati manusia. Karena modernitas telah berganti menjadi gerakan hawa nafsyu. Hubbud-dunya membahana. Inilah buah dari filsafat. Karena saintifistik, tak membuat Andalusia perkasa. Melainkan mudah dikalahkan musuh, yang bahkan belum mengenal kopi.

Dari sini, kita mahfum bagaimana membebaskan Yerusalem. Seperti kala Sultan Salahuddin al Ayyubi hadir dengan ribuan muslimin, yang bukan produk mu'tazilah. Mereka merupakan produk pengajaran tassawuf, yang kembali mengajarkan pencerahan yang berujung pada Ma'rifatullah. Model insan kamil inilah yang bisa mengelak dari sihir Banco tentang pemberian uang bak kepada Napoleon maupun Attaturk tadi.

Kaum yang mampu mengalahkan syahwati dan akal, di bawah kendali Qalbu. Inilah para sufi. Sebagaimana muslimin awalun dalam Perang Badar. Yang telah tercerahkan dalam pemahaman utuh atas pancaran (tajjaliyat).

Yerusalem tak akan bebas hanya dengan mengirimkan Dinar emas dan Dirham perak. Karena yang diperlukan Yerusalem bukanlah benda. Melainkan manusia insan kamil, yang utuh dalam barisan berjamaah, yang berdzikir pada Allah Subhanahu wa ta'ala. Inilah pembebas yang sesungguhnya. Dan itulah perlunya pengajaran tassawuf yang sahihan. Insya Allah.

Karena Zionisme lahir dari modernitas yang berakar pada nafsyu syahwati, dan memancarkan pengaruhnya kemana-mana.

Baca Juga: Pewaris Pendiri Zionis: Israel dan Perusahaan Zionis Dilahirkan dalam Dosa
Sejarah Zionis Lahir dari Modernitas yang Berakar pada Nafsu Syahwat

Irawan Santoso Shiddiq (kiri) bersama Syaikh Abdalqadir as sufi, ulama besar dari Eropa.
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Ternyata Tanah Palestina...
Ternyata Tanah Palestina Diharamkan untuk Bani Israil, Begini Penjelasan Surat Al-Maidah Ayat 26
Apakah Israel akan Hancur?...
Apakah Israel akan Hancur? Ini Nubuat Surat Al-Isra Ayat 7
Israel dan Bani Israil:...
Israel dan Bani Israil: Serupa Tapi Tak Sama
3 Janji Allah SWT dalam...
3 Janji Allah SWT dalam Al Quran untuk Bani Israel, 2 Sudah Terbukti
Kembali Korban Berjatuhan...
Kembali Korban Berjatuhan di Gaza Utara, Ambulans Dompet Dhuafa Terus Evakuasi Tiada Henti
Palestina di Era Shalahuddin...
Palestina di Era Shalahuddin Al-Ayyubi, Negeri Penuh Berkah yang Kini Hancur Lebur di Tangan Zionis
Rekomendasi
Ketika Matahari Terbit...
Ketika Matahari Terbit dari Barat, Tanda Kiamat yang Dijelaskan dalam Al-Quran dan Sains
Lebih Dahulu Gelap atau...
Lebih Dahulu Gelap atau Terang? Berikut Penjelasan Lengkapnya
5 Potret Gunung Pelangi...
5 Potret Gunung Pelangi di Indonesia yang Punya Pemandangan Indah
Artikel Terkini
Perlukah Melakukan Resolusi...
Perlukah Melakukan Resolusi Hidup di Tahun Baru Islam?
Doa Akhir dan Awal Tahun...
Doa Akhir dan Awal Tahun Baru Islam yang Penting Diketahui!
Bolehkah Puasa pada...
Bolehkah Puasa pada 1 Muharram? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Khotbah Jumat : 5 Pelajaran...
Khotbah Jumat : 5 Pelajaran dalam Pergantian Tahun Baru Hijriyah
Mengapa Muharram Menjadi...
Mengapa Muharram Menjadi Bulan Pertama Tahun Hijriah? Ini Sejarah dan Keistimewaannya
Jangan Salah Kaprah!...
Jangan Salah Kaprah! Begini Cara Menyambut Tahun Baru Islam Menurut Syariat
Infografis
Empat Fenomena Astronomi...
Empat Fenomena Astronomi yang Akan Terjadi pada 2024
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved