Tadabbur An-Nur Ayat 22: Perintah Membantu Kerabat dan Asbabun Nuzulnya

Sabtu, 28 Oktober 2023 - 13:21 WIB
loading...
Tadabbur An-Nur Ayat...
Ustaz Mukhlis Mukti Al-Mughni, Dai lulusan Al-Azhar Mesir. Foto/SINDOnews
A A A
Ustaz Mukhlis Mukti Al-Mughni
Dai Lulusan Al-Azhar Mesir,
Yayasan Pustaka Afaf

Salah satu bentuk godaan setan adalah mencarikan dalih agar seseorang enggan membantu orang lain atau kerabat yang hidup dalam kekurangan. An-Nur Ayat 22 ayat ini berkaitan dengan sikap Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu 'anhu yang enggan membantu kerabatnya karena dianggap berbuat salah.

Allah menurunkan ayat ini sebagai peringatan untuk beliau agar memaafkannya dan melapangkan dada. Berikut firman-Nya dalam lanjutan tadabbur An-Nur ayat 22:

وَلَا يَأْتَلِ اُولُو الْفَضْلِ مِنْكُمْ وَالسَّعَةِ اَنْ يُّؤْتُوْٓا اُولِى الْقُرْبٰى وَالْمَسٰكِيْنَ وَالْمُهٰجِرِيْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۖوَلْيَعْفُوْا وَلْيَصْفَحُوْاۗ اَلَا تُحِبُّوْنَ اَنْ يَّغْفِرَ اللّٰهُ لَكُمْ ۗوَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

Artinya: "Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kerabat(nya), orang-orang miskin dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah, dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." (QS An-Nur Ayat 22)

Pesan dan Hikmah
1. Ayat ini turun berkenaan dengan sikap Abu Bakar yang tegas memperlakukan kerabatnya Misthah bin Ustsatsah yang terlibat meyebarkan berita bohong perselingkuhan istri Nabi (Aisyah radhiyallahu 'anha) dengan memutus bantuannya. Keluarga Misthah hidup dalam kekurangan, hidupnya banyak dibantu Abu Bakar.

2. Abu Bakar orang yang dikenal berhati lembut dan penyantun serta dermawan. Ketegasan kala itu dipicu situasi dan kondisi, namun beruntung beliau diingatkan Allah. Hal senada juga pernah terjadi saat dimasa pemerintahannya ada kaum murtad dan enggan mengeluarkan zakat, sehingga beliau mengeluarkan kebijakan tegas untuk memerangai mereka, sekalipun sempat terjadi penolakan dari Umar yang akhirnya dimaklumi dan disetujui oleh banyak sahabat.

3. Karenanya sejarah Islam tidak hanya dipenuhi oleh satu karakter dari tokoh-tokohnya, namun juga banyak warna karakter yang distimulasi oleh keadaan. Beginilah seharusnya umat Islam bersikap, ada saatnya diam dan ada saatnya bergerak. Tidak semua keadaan harus disikapi sama.

4. Balasan atas kejahatan yang dilakukan orang lain jika kita yang membalasnya bisa berlebihan dan bisa tidak pas, karenanya serahkan saja balasan kejahatan kepada Allah yang Meha Kuat dan Membalas.

5. "Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada." Inilah sikap yang diminta Allah kepada Abu Bakar dan yang semisalnya. Memaafkan dan berlapang dada, tidak perlu hukuman atas mereka, seakan tidak terjadi apa-apa. Ini merupakan sikap yang mulia dan lebih mendatangkan maaf dan ampuan dari Allah. Jadi sikap inilah yang dipilih oleh Abua Bakar, bukan saja memaafkan akan tetapi melanjutkan bantuannya kepada keluarga Misthah. Perhatikan suarat An-Nahl ayat 126. "Dan jika kamu memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. Akan tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar."

6. "Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." Sikap demikian berarti meneladani sifat Allah yang memaafkan hamba-Nya yang ingin bertaubat sungguh-sungguh dan tetap memberikan rezeki kepada yang durhaka, maksiat bahkan kafir terhadap-Nya. Berbuat baik kepada orang yang baik kepada kita adalah biasa. Tapi tetap berbuat baik kepada orang yang tidak baik kepada kita inilah amalan istimewa.

7. Tidak sedikit dari kaum beriman kala itu yang sadar dan bertaubat dari sekedar membicarakan, menyebarkan bahkan ada yang meyakini kebenaran isu tersebut. Untungya berkat karunia dan rahmat Allah, kesaalahan itu tidak menghapus kebaikan, namun sebaliknya, kebaikanlah yang bisa menghapus kesalahan. "....Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat." (QS Hud ayat 114)

(Bersambung)!

Baca Juga: Tadabbur Surat An-Nur Ayat 21: Jangan Ikuti Langkah-langkah Setan!
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Tadabbur Surat An Nisa...
Tadabbur Surat An Nisa Ayat 48 : Azab dan Dahsyatnya Dosa syirik
10 Ayat Al Quran tentang...
10 Ayat Al Quran tentang Menjaga Lingkungan Hidup, Simak Ya!
10 Ayat Al Quran tentang...
10 Ayat Al Quran tentang Berbakti kepada Orang Tua
Tadabur Surat An-Nur...
Tadabur Surat An-Nur Ayat 31, Perintah Menjaga Pandangan bagi Kaum Wanita
10 Ayat Al Quran tentang...
10 Ayat Al Quran tentang Iduladha, Ada yang Menjelaskan Sejarah Kurban
3 Ayat Qauliyah dalam...
3 Ayat Qauliyah dalam Al Quran, Ayat Apakah Itu?
Rekomendasi
Bagian Mars yang Hilang...
Bagian Mars yang Hilang Ditemukan di Bumi, Arkeolog Ungkap Fakta Ini
Zona Subduksi Gibraltar...
Zona Subduksi Gibraltar Bergeliat, Mengancam Samudra Atlantik
Meteorit Allende Bukti...
Meteorit Allende Bukti Kehidupan Luar Angkasa dan Asal Usul Tata Surya
Artikel Terkini
Lambaian Tangan PPIH...
Lambaian Tangan PPIH Iringi 5.499 Jemaah Haji Gelombang Kedua Tinggalkan Makkah
Pulang Ibadah dari Tanah...
Pulang Ibadah dari Tanah Suci, Bolehkah Memakai Gelar Haji?
Deretan Dalil Kuat Anjuran...
Deretan Dalil Kuat Anjuran 3 Puasa Sunnah di Bulan Muharram
Fakta Sejarah: Hijrah...
Fakta Sejarah: Hijrah Nabi SAW Terjadi di Bulan Rabiul Awal, Bukan Muharram
Jelang Kedatangan Jemaah...
Jelang Kedatangan Jemaah Gelombang Kedua di Madinah, Wamenhaj Minta Petugas Haji Siaga
Mengapa Muharram Menjadi...
Mengapa Muharram Menjadi Awal Tahun Baru Hijriah?
Infografis
Perbandingan Jumlah...
Perbandingan Jumlah Muslim antara India, Pakistan, dan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved