Catatan Sejarah: Miliuner Rothschild Ikut Mendanai Permukiman Yahudi di Palestina
Senin, 30 Oktober 2023 - 07:46 WIB
loading...
Mayer Amschel Rothschild. Foto/Ilustrasi: wikipedia
A
A
A
Keluarga Rothschild tercatat sebagai bohir pembangunan permukiman Yahudi di Palestina sejak menjelang jatuhnya Daulah Utsmaniyah . Miliuner Yahudi ini bersama Dana Moneter Nasional Yahudi (Kirin Kaimit) yang didirikan oleh organisasi Zionis internasional berperan dalam proses pendudukan Yahudi di tanah Palestina.
Rothschild merupakan salah satu keluarga yang dipandang karena kekayaan dan dugaan pengaruhnya di dunia perbankan global. Pengumpulan kekayaan keluarga ini dimulai oleh Mayer Amschel Rothschild. Ia lahir di sebuah pemukiman Yahudi di Frankfurt, Jerman, pada 23 Februari 1774.
Dr Muhsin Muhammad Shaleh mengatakan keberadaan orang Yahudi di Palestina pada awalnya tidak menjadi perhatian sepanjang masa Islam. Kala itu, pada awal abad ke-19, jumlah orang Yahudi tidak lebih dari 5 juta jiwa.
"Hampir sama sekali tidak memiliki apa-apa di tanah Palestina," tulis Dr Muhsin Muhammad Shaleh dalam bukunya berjudul "Ardhu Filistin wa Sya’buha" yang diterjemahkan Warsito, Lc menjadi "Tanah Palestina dan Rakyatnya".
Baca juga: Perbedaan Yahudi Ortodoks dan Sabbatianisme di Israel
Menurutnya, bersamaan dengan pertumbuhan masalah Yahudi di Eropa , terulangnya kembali penindasan Yahudi terutama di Rusia dan Eropa Timur serta bersamaan dengan pertumbuhan proyek Zionisme, maka mulailah terjadi penambahan jumlah orang-orang Yahudi yang hijrah dan berkoloni (mukim) secara terorganisir di Palestina, khususnya sejak dua dekade terakhir abad ke-19.
Mereka mulai mendirikan permukiman-permukiman pertanian semisal kompleks permukiman Yahudi Betah Tekv. Proyek ini didirikan pada tahun 1878 dan gagal kemudian dibangun kembali pada tahun 1882. Selanjutnya, Rishyon Litzyon dan Zekhron Ya’qub pada tahun 1882.
Kemudian diikuti dengan pendirian kompleks-kompleks permukiman Yahudi lainnya yang didukung oleh miliuner Yahudi Rotchild dan Dana Moneter Nasional Yahudi (Kirin Kaimit) yang didirikan oleh organisasi Zionis internasional.
Bersamaan dengan berakhirnya masa Daulah Utsmaniyah di Palestina pada tahun 1917 – 1918, Yahudi memiliki 420 donam (1 donam = 1000 m2) yang berarti sebesar 1,56% dari total tanah Palestina. Ini merupakan tanah kas negara yang mereka dapatkan dengan dalih mereka yang memperbaikinya dan mendirikan sekolah-sekolah pertanian atau kadang-kadang dengan membelinya. Mereka pun menciptakan kerusakan dalam sistem manajerial Daulah Utsmaniyah kala itu, menggunakan cara-cara penyuapan dan penipuan untuk merealisasikan cita-cita mereka.
Baca juga: Negara Israel, Hadiah Inggris untuk Kaum Yahudi
Rothschild merupakan salah satu keluarga yang dipandang karena kekayaan dan dugaan pengaruhnya di dunia perbankan global. Pengumpulan kekayaan keluarga ini dimulai oleh Mayer Amschel Rothschild. Ia lahir di sebuah pemukiman Yahudi di Frankfurt, Jerman, pada 23 Februari 1774.
Dr Muhsin Muhammad Shaleh mengatakan keberadaan orang Yahudi di Palestina pada awalnya tidak menjadi perhatian sepanjang masa Islam. Kala itu, pada awal abad ke-19, jumlah orang Yahudi tidak lebih dari 5 juta jiwa.
"Hampir sama sekali tidak memiliki apa-apa di tanah Palestina," tulis Dr Muhsin Muhammad Shaleh dalam bukunya berjudul "Ardhu Filistin wa Sya’buha" yang diterjemahkan Warsito, Lc menjadi "Tanah Palestina dan Rakyatnya".
Baca juga: Perbedaan Yahudi Ortodoks dan Sabbatianisme di Israel
Menurutnya, bersamaan dengan pertumbuhan masalah Yahudi di Eropa , terulangnya kembali penindasan Yahudi terutama di Rusia dan Eropa Timur serta bersamaan dengan pertumbuhan proyek Zionisme, maka mulailah terjadi penambahan jumlah orang-orang Yahudi yang hijrah dan berkoloni (mukim) secara terorganisir di Palestina, khususnya sejak dua dekade terakhir abad ke-19.
Mereka mulai mendirikan permukiman-permukiman pertanian semisal kompleks permukiman Yahudi Betah Tekv. Proyek ini didirikan pada tahun 1878 dan gagal kemudian dibangun kembali pada tahun 1882. Selanjutnya, Rishyon Litzyon dan Zekhron Ya’qub pada tahun 1882.
Kemudian diikuti dengan pendirian kompleks-kompleks permukiman Yahudi lainnya yang didukung oleh miliuner Yahudi Rotchild dan Dana Moneter Nasional Yahudi (Kirin Kaimit) yang didirikan oleh organisasi Zionis internasional.
Bersamaan dengan berakhirnya masa Daulah Utsmaniyah di Palestina pada tahun 1917 – 1918, Yahudi memiliki 420 donam (1 donam = 1000 m2) yang berarti sebesar 1,56% dari total tanah Palestina. Ini merupakan tanah kas negara yang mereka dapatkan dengan dalih mereka yang memperbaikinya dan mendirikan sekolah-sekolah pertanian atau kadang-kadang dengan membelinya. Mereka pun menciptakan kerusakan dalam sistem manajerial Daulah Utsmaniyah kala itu, menggunakan cara-cara penyuapan dan penipuan untuk merealisasikan cita-cita mereka.
Baca juga: Negara Israel, Hadiah Inggris untuk Kaum Yahudi
Lihat Juga :