Mengenal Ummu Sinan : Mujahidah Tangguh, Ahli Perang dari Kabilah Aslam
Kamis, 02 November 2023 - 11:09 WIB
loading...
A
A
A
Ummu Sinan uga seorang wanita berwawasan luas yang berkaitan dengan peran perempuan tatkala berada di tengah barisan para mujahidin. Di antara peran tersebut ialah memberi minum anggota pasukan yang terluka dan mengobati mereka yang cedera. Tidak hanya pandai merawat orang, Ummu Sinan juga kompeten berperang dan menunggang kuda.
Berkat peran dan kontribusinya di medan jihad, Ummu Sinan kerap mendapatkan harta rampasan perang. “Saat penaklukan Khaibar, Rasulullah SAW membagikan sebagian harta rampasan perang. Beliau memberiku untaian kalung berwarna merah dan perhiasan perak yang didapat dari harta rampasan perang. Beliau juga memberiku kain beludru dan selimut dari Yaman serta kuali kuningan,” ujarnya.
Setelah penaklukan Khaibar, Ummu Sinan pulang bersama Ummu Salamah. Ia mengendarai unta milik Nabi ﷺ. Ketika hampir memasuki Kota Madinah, Ummu Salamah berkata kepadanya, “Unta yang engkau tunggangi kini menjadi milikmu, Rasulullah ﷺ telah memberikannya kepadamu.”
Para wanita juga diseru hal yang sama. Mereka memberikan apa yang sanggup mereka berikan dengan segala daya dan upayanya, tidak terkecuali Ummu Sinan. Ia juga berkontribusi besar dalam Perang Tabuk, sebagaimana para muslimah yang lain.
“Aku menyaksikan kain terbentang di hadapan Rasulullah SAW di rumah Aisyah ra., sang Ummul Mukminin. Di atas kain tersebut terdapat gelang, kalung, dan cincin. Para wanita pembantu dikirimkan untuk membantu para tentara mempersiapkan segala perlengkapannya,” kata Ummu Sinan mengenang persiapan Perang Tabuk.
Selain itu, Ummu Sinan juga memiliki keutamaan dalam meriwayatkan dan menghafalkan hadis dari Rasulullah. Beberapa orang dan anak perempuannya, Tsabitah binti Hantalah al-Aslamiyah juga meriwayatkan hadis dari Ummu Sinan.
Ummu Sinan adalah mujahidah pencinta akhirat. Ia tidak pernah ragu menanggalkan urusan duniawi demi mencapai kemuliaan di akhirat. Kehidupannya dipenuhi visi akhirat. Inilah mengapa namanya abadi dan tercatat dalam sejarah Islam sebagai salah satu shahabiyah yang layak menjadi teladan muslimah akhir zaman.
Baca juga : Ummu Umarah, Shahabiyah Pejuang Hak Asasi Pertama dalam Islam
Wallahu A'lam
Berkat peran dan kontribusinya di medan jihad, Ummu Sinan kerap mendapatkan harta rampasan perang. “Saat penaklukan Khaibar, Rasulullah SAW membagikan sebagian harta rampasan perang. Beliau memberiku untaian kalung berwarna merah dan perhiasan perak yang didapat dari harta rampasan perang. Beliau juga memberiku kain beludru dan selimut dari Yaman serta kuali kuningan,” ujarnya.
Setelah penaklukan Khaibar, Ummu Sinan pulang bersama Ummu Salamah. Ia mengendarai unta milik Nabi ﷺ. Ketika hampir memasuki Kota Madinah, Ummu Salamah berkata kepadanya, “Unta yang engkau tunggangi kini menjadi milikmu, Rasulullah ﷺ telah memberikannya kepadamu.”
Mencintai Akhirat
Ummu Sinan juga melibatkan diri saat Perang Tabuk terjadi pada Rajab 9 H. Rasulullah ﷺ menyeru dan memerintahkan kaum muslim untuk berjihad, berlomba-lomba bersedekah, dan menafkahkan harta mereka di jalan Allah Swt. sesuai kemampuan masing-masing.Para wanita juga diseru hal yang sama. Mereka memberikan apa yang sanggup mereka berikan dengan segala daya dan upayanya, tidak terkecuali Ummu Sinan. Ia juga berkontribusi besar dalam Perang Tabuk, sebagaimana para muslimah yang lain.
“Aku menyaksikan kain terbentang di hadapan Rasulullah SAW di rumah Aisyah ra., sang Ummul Mukminin. Di atas kain tersebut terdapat gelang, kalung, dan cincin. Para wanita pembantu dikirimkan untuk membantu para tentara mempersiapkan segala perlengkapannya,” kata Ummu Sinan mengenang persiapan Perang Tabuk.
Selain itu, Ummu Sinan juga memiliki keutamaan dalam meriwayatkan dan menghafalkan hadis dari Rasulullah. Beberapa orang dan anak perempuannya, Tsabitah binti Hantalah al-Aslamiyah juga meriwayatkan hadis dari Ummu Sinan.
Ummu Sinan adalah mujahidah pencinta akhirat. Ia tidak pernah ragu menanggalkan urusan duniawi demi mencapai kemuliaan di akhirat. Kehidupannya dipenuhi visi akhirat. Inilah mengapa namanya abadi dan tercatat dalam sejarah Islam sebagai salah satu shahabiyah yang layak menjadi teladan muslimah akhir zaman.
Baca juga : Ummu Umarah, Shahabiyah Pejuang Hak Asasi Pertama dalam Islam
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :