Sebab dan Tanda-tanda Kelapangan Dada seorang Hamba
Selasa, 21 November 2023 - 11:31 WIB
loading...
A
A
A
Ini adalah karunia Allah Subhanahu wa Ta’ala dan pemberian dari Allah ‘Azza wa Jalla yang sangat besar. yaitu kelapangan dada yang merupakan sebab terbesar seseorang mendapatkan hidayah. Dan Kesempitan hati, adalah sebab terbesar kesesatan. Sebagaimana lapang dan luasnya hati seseorang adalah nikmat yang terbesar, sementara sempitnya hati adalah adzab yang terbesar.
Dan tidak mungkin seorang mendapatkan karunia yang besar ini kecuali dengan melaksanakan agamanya dengan baik. Semakin perhatian dan semakin besar semangat seorang hamba untuk istiqamah, teguh dan konsisten di atas agama ini, maka sebesar itu pulalah kelapangan dada yang akan dia dapatkan. Makanya tidak mungkin seseorang bisa mendapatkan kelapangan dada kecuali dengan melaksanakan dan mengumpulkan dua perkara ini:
"Dia harus mengetahui bahwasanya kelapangan dada tidak mungkin didapatkan kecuali dengan taufik dari Allah Subhanahu wa Ta’ala dan pertolongan dariNya.
Karunia dan pemberian Allah Subhanahu wa Ta’ala ini tidak mungkin didapatkan kecuali dengan taat kepada Allah ‘Azza wa Jalla dan senantiasa melaksanakan perintah-perintahNya.
Karena hati-hati itu di tangan Allah Subhanahu wa Ta’ala yang Allah bolak-balikkan sesuai kehendakNya. Hati kita di bawah kendali dan kekuasaan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Apa yang Allah kehendaki pasti terjadi, dan apa yang Allah tidak kehendaki tidak mungkin terjadi. Allah Ta’ala berfirman:
“Siapa yang Allah Subhanahu wa Ta’ala ingin beri petunjuk kepadanya, maka Allah akan lapangkan dadanya, masuk ke dalam Islam. Dan barangsiapa yang Allah ingin sesatkan, maka Allah jadikan hatinya sempit, seakan-akan dia naik ke langit. Demikianlah Allah yang jadikan siksaan bagi orang-orang yang tidak beriman.” (QS. Al-An’am: 125)
Juga firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
“Apakah orang yang Allah lapangkan dadanya untuk memeluk agama Islam dan dia berada diatas cahaya dari Tuhannya sama dengan orang yang hatinya keras dari mengingat Allah Subhanahu wa Ta’ala? Mereka itulah orang-orang yang berada diatas kesesatan yang nyata.” (QS. Az-Zumar: 22)
Dan tidak mungkin seorang mendapatkan karunia yang besar ini kecuali dengan melaksanakan agamanya dengan baik. Semakin perhatian dan semakin besar semangat seorang hamba untuk istiqamah, teguh dan konsisten di atas agama ini, maka sebesar itu pulalah kelapangan dada yang akan dia dapatkan. Makanya tidak mungkin seseorang bisa mendapatkan kelapangan dada kecuali dengan melaksanakan dan mengumpulkan dua perkara ini:
"Dia harus mengetahui bahwasanya kelapangan dada tidak mungkin didapatkan kecuali dengan taufik dari Allah Subhanahu wa Ta’ala dan pertolongan dariNya.
Karunia dan pemberian Allah Subhanahu wa Ta’ala ini tidak mungkin didapatkan kecuali dengan taat kepada Allah ‘Azza wa Jalla dan senantiasa melaksanakan perintah-perintahNya.
Karena hati-hati itu di tangan Allah Subhanahu wa Ta’ala yang Allah bolak-balikkan sesuai kehendakNya. Hati kita di bawah kendali dan kekuasaan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Apa yang Allah kehendaki pasti terjadi, dan apa yang Allah tidak kehendaki tidak mungkin terjadi. Allah Ta’ala berfirman:
فَمَن يُرِدِ اللَّهُ أَن يَهْدِيَهُ يَشْرَحْ صَدْرَهُ لِلْإِسْلَامِ ۖ وَمَن يُرِدْ أَن يُضِلَّهُ يَجْعَلْ صَدْرَهُ ضَيِّقًا حَرَجًا كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِي السَّمَاءِ ۚ كَذَٰلِكَ يَجْعَلُ اللَّهُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ
“Siapa yang Allah Subhanahu wa Ta’ala ingin beri petunjuk kepadanya, maka Allah akan lapangkan dadanya, masuk ke dalam Islam. Dan barangsiapa yang Allah ingin sesatkan, maka Allah jadikan hatinya sempit, seakan-akan dia naik ke langit. Demikianlah Allah yang jadikan siksaan bagi orang-orang yang tidak beriman.” (QS. Al-An’am: 125)
Juga firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
أَفَمَن شَرَحَ اللَّهُ صَدْرَهُ لِلْإِسْلَامِ فَهُوَ عَلَىٰ نُورٍ مِّن رَّبِّهِ ۚ فَوَيْلٌ لِّلْقَاسِيَةِ قُلُوبُهُم مِّن ذِكْرِ اللَّهِ ۚ أُولَٰئِكَ فِي ضَلَالٍ مُّبِينٍ
“Apakah orang yang Allah lapangkan dadanya untuk memeluk agama Islam dan dia berada diatas cahaya dari Tuhannya sama dengan orang yang hatinya keras dari mengingat Allah Subhanahu wa Ta’ala? Mereka itulah orang-orang yang berada diatas kesesatan yang nyata.” (QS. Az-Zumar: 22)
Lihat Juga :