Konspirasi Yahudi Internasional, Rothschild: Tidak Ada Kekuatan yang Bisa Menghancurkannya
Senin, 27 November 2023 - 05:15 WIB
loading...
A
A
A
Kemudian Rothschild berkata, "Seorang penguasa tidak bisa menguasai massa, atau menggiring mereka menurut kemauannya. Kecuali penguasa itu memerintah sebagai diktator yang sifatnya mutlak. Inilah satu-satunya yang terbuka untuk membangun kebudayaan yang diinginkannya.
Kalau massa diberikan kebebasan mendapat peluang, maka peluang itu akan segera disalahgunakan untuk menimbulkan kerusuhan."
8. Rothschild menyinggung masalah sarana, bahwa mencapai tujuan harus mengandalkan beberapa hal berikut :a) Minuman keras. b) Obat-obat terlarang, kebejatan moral dan seks. c) Suap dan mencampakkan hati nurani kemanusiaan.
Hal-hal itu dalam segala bentuknya harus dikaji secara serius untuk menghancurkan norma-norma susila masyarakat yang telah dimasuki oleh perkumpulan Konspirasi. Setiap gerakan Konspirasi mengharuskan adanya program training khusus bagi muda-mudi, untuk dicetak menjadi tenaga akademik, pelayan, pendidik dan profesi lainnya untuk kepentingan Konspirasi.
Baca juga: Konspirasi Yahudi Internasional: Dokumen Pokok-Pokok Pikiran Rothschild yang Berbahaya
Juga diperlukan wanita-wanita untuk dijadikan pelayan istimewa di tempat-tempat maksiat, pusat hiburan bagi kalangan non-Yahudi (Gentiles). Mereka ini adalah wanita-wanita yang bersedia melacurkan diri dengan bekerja sama dengan wanita lain. Konsep yang harus dipakai tidak terbatas hanya pada suap-menyuap, pengkhianatan dan bentuk skandal tertentu, demi kepentingan tujuan terakhir.
9. Pada tahap prinsip politik, Rothschild mengatakan, "Konspirasi punya hak untuk merampas kekayaan siapa saja, kalau hal itu akan berarti memperkokoh kekuasaan atau pun cengkeraman atas orang yang dimaksud. Konspirasi akan menyelusup untuk menyalakan apipeperangan yang terselubung. Taktik ini akan membawa hasil lebih besar, lebih aman dan lebih efisien, sehingga rakyat umum akan berada dalam kecemasan, yang akhirnya akan dikuasai oleh kekuasaan Konspirasi secara mutlak".
10. Pembicaraan Rothschild berakhir pada masalah slogan yang harus digemborkan, dengan mengatakan, "Di dunia ini tidak ada tempat bagi yang namanya kebebasan, persamaan dan persaudaraan. Slogan-slogan itu tidak lebih dari ucapan kosong, yang diperkenalkan oleh kita sendiri, lalu kita letakkan di bibir masyarakat umum agar mereka menggunakan berulang-ulang, persis burung beo.
Baca juga: Kisah Konspirasi Yahudi Internasional Menunggangi Komunisme Karl Marx Melawan Nazisme Karl Reiter
Sesungguhnya sistem pemerintahan yang sekarang di Perancis adalah berdasarkan aristokrasi keturunan. Kita akan menghancurkan semua itu dengan slogan kosong tersebut di atas. Setelah itu baru kita bangun sebuah pemerintahan di atas puing-puing pemerintahan lama, dengan prinsip aristokrasi baru. Semua di tangan kita."
Menurut William G. Carr, dokumen-dokumen penting serupa itu pernah jatuh ke tangan Profesor Niloss dari Rusia tahun 1901, yang kemudian dibukukan dan diterbitkan pada tahun 1905 dengan judul "Bahaya Yahudi".
Kalau massa diberikan kebebasan mendapat peluang, maka peluang itu akan segera disalahgunakan untuk menimbulkan kerusuhan."
8. Rothschild menyinggung masalah sarana, bahwa mencapai tujuan harus mengandalkan beberapa hal berikut :a) Minuman keras. b) Obat-obat terlarang, kebejatan moral dan seks. c) Suap dan mencampakkan hati nurani kemanusiaan.
Hal-hal itu dalam segala bentuknya harus dikaji secara serius untuk menghancurkan norma-norma susila masyarakat yang telah dimasuki oleh perkumpulan Konspirasi. Setiap gerakan Konspirasi mengharuskan adanya program training khusus bagi muda-mudi, untuk dicetak menjadi tenaga akademik, pelayan, pendidik dan profesi lainnya untuk kepentingan Konspirasi.
Baca juga: Konspirasi Yahudi Internasional: Dokumen Pokok-Pokok Pikiran Rothschild yang Berbahaya
Juga diperlukan wanita-wanita untuk dijadikan pelayan istimewa di tempat-tempat maksiat, pusat hiburan bagi kalangan non-Yahudi (Gentiles). Mereka ini adalah wanita-wanita yang bersedia melacurkan diri dengan bekerja sama dengan wanita lain. Konsep yang harus dipakai tidak terbatas hanya pada suap-menyuap, pengkhianatan dan bentuk skandal tertentu, demi kepentingan tujuan terakhir.
9. Pada tahap prinsip politik, Rothschild mengatakan, "Konspirasi punya hak untuk merampas kekayaan siapa saja, kalau hal itu akan berarti memperkokoh kekuasaan atau pun cengkeraman atas orang yang dimaksud. Konspirasi akan menyelusup untuk menyalakan apipeperangan yang terselubung. Taktik ini akan membawa hasil lebih besar, lebih aman dan lebih efisien, sehingga rakyat umum akan berada dalam kecemasan, yang akhirnya akan dikuasai oleh kekuasaan Konspirasi secara mutlak".
10. Pembicaraan Rothschild berakhir pada masalah slogan yang harus digemborkan, dengan mengatakan, "Di dunia ini tidak ada tempat bagi yang namanya kebebasan, persamaan dan persaudaraan. Slogan-slogan itu tidak lebih dari ucapan kosong, yang diperkenalkan oleh kita sendiri, lalu kita letakkan di bibir masyarakat umum agar mereka menggunakan berulang-ulang, persis burung beo.
Baca juga: Kisah Konspirasi Yahudi Internasional Menunggangi Komunisme Karl Marx Melawan Nazisme Karl Reiter
Sesungguhnya sistem pemerintahan yang sekarang di Perancis adalah berdasarkan aristokrasi keturunan. Kita akan menghancurkan semua itu dengan slogan kosong tersebut di atas. Setelah itu baru kita bangun sebuah pemerintahan di atas puing-puing pemerintahan lama, dengan prinsip aristokrasi baru. Semua di tangan kita."
Menurut William G. Carr, dokumen-dokumen penting serupa itu pernah jatuh ke tangan Profesor Niloss dari Rusia tahun 1901, yang kemudian dibukukan dan diterbitkan pada tahun 1905 dengan judul "Bahaya Yahudi".
(mhy)
Lihat Juga :