Awalnya Salat di Garasi Rumah, Kini Islam Bersemi di Samudera Atlantik Utara
Jum'at, 07 Agustus 2020 - 17:42 WIB
loading...
A
A
A
Tak hanya komunitas Bengali, saja yang tertarik mendirikan masjid kedua, imigran dari Maroko, Pakistan, India juga urunan. Hasilnya pada 2017 mereka menyewa ruangan lantai dasar 1000 meter persergi di pusat bisnis Los Cristianos yang hanya 200 meter dari terminal bus. "Jadilah masjid ini terbesar di Los Cristianos," kata dia.
Seperti Masjid Muhsinin, operasional masjid dibiayai dari infak dan sadaqah jamaah. Tapi pengeluaran Masjid As Suna tergolong besar saban bulannya karena mesti membayar uang sewa. Paling tidak butuh 2.000 Euro setiap bulan yang harus dikumpulkan Amir dan rekan rekan untuk mempertahankan masjid itu.
"2000 Euro itu sudah termasuk gaji imam masjid, listrik, air, telepon dan sewa ruangan itu," kata dia.
![Awalnya Salat di Garasi Rumah, Kini Islam Bersemi di Samudera Atlantik Utara]()
Dengan berdirinya dua masjid itu di kota itu, juga sangat membantu umat Islam yang berstatus karyawan. Sebab jam kerja di Tenerife dan juga wilayah kerajaamn Spanyol lainnya mulai pukul 9 pagi hingga 5 sore dan jam istrahat pukul 12.00-13.00. Tentunya salat Jumat pukul 13.30 tidak menguntungkan umat. Sehingga dibuat kebijakan untuk membedakan waktu salat Jumat. Untuk Masjid Assuna yang jaraknya hanya 1 kilometer dari Al Muhsinin itu pukul 13.30 dan untuk Masjid Al Muhsinin mulai pukul 14.30.
"Jadi bagi yang belum sempat salat Jumat pukul 13.30 bisa mendatangi Masjid Al Muhsinin pukul 14.30," kata dia.
Lebih maju dari muslim di Andalusia, Spanyol daratan, kedua masjid itu telah memiliki ruang madrasah di samping ruang utama masjid. "Anak-anak kami sudah dapat belajar mengaji dan bahasa Arab dengan bimbungan Imam Masjid Syeikh Ibrahim Marwani setiap malam Jumat, Sabtu dan Minggu," kata Ahmed.
Uniknya, setiap usai salat Jumat di Masjid Muhsinin, jamah dan warga lokal tergolong miskin dapat menghadiri makan siang gratis di ruang Madrasah Al Muhsinin. Tentunya hidangan yang disajikan khas Maroko.
Tak heran, beberapa penduduk warga lokal mulai tertarik satu persatu memeluk agam Islam . Paling tidak 10 orang menjadi muallaf setiap tahunnya. "Kalau kau datang dua minggu lalu, kita bisa menyaksikan sahadat wanita asli Spanyol di masjid ini," kata Ahmed. (Baca Juga: Pendaran Cahaya Islam di Hispaniola )
Tulisan ini dikirim oleh Abdul Aziz
Seperti Masjid Muhsinin, operasional masjid dibiayai dari infak dan sadaqah jamaah. Tapi pengeluaran Masjid As Suna tergolong besar saban bulannya karena mesti membayar uang sewa. Paling tidak butuh 2.000 Euro setiap bulan yang harus dikumpulkan Amir dan rekan rekan untuk mempertahankan masjid itu.
"2000 Euro itu sudah termasuk gaji imam masjid, listrik, air, telepon dan sewa ruangan itu," kata dia.

Dengan berdirinya dua masjid itu di kota itu, juga sangat membantu umat Islam yang berstatus karyawan. Sebab jam kerja di Tenerife dan juga wilayah kerajaamn Spanyol lainnya mulai pukul 9 pagi hingga 5 sore dan jam istrahat pukul 12.00-13.00. Tentunya salat Jumat pukul 13.30 tidak menguntungkan umat. Sehingga dibuat kebijakan untuk membedakan waktu salat Jumat. Untuk Masjid Assuna yang jaraknya hanya 1 kilometer dari Al Muhsinin itu pukul 13.30 dan untuk Masjid Al Muhsinin mulai pukul 14.30.
"Jadi bagi yang belum sempat salat Jumat pukul 13.30 bisa mendatangi Masjid Al Muhsinin pukul 14.30," kata dia.
Lebih maju dari muslim di Andalusia, Spanyol daratan, kedua masjid itu telah memiliki ruang madrasah di samping ruang utama masjid. "Anak-anak kami sudah dapat belajar mengaji dan bahasa Arab dengan bimbungan Imam Masjid Syeikh Ibrahim Marwani setiap malam Jumat, Sabtu dan Minggu," kata Ahmed.
Uniknya, setiap usai salat Jumat di Masjid Muhsinin, jamah dan warga lokal tergolong miskin dapat menghadiri makan siang gratis di ruang Madrasah Al Muhsinin. Tentunya hidangan yang disajikan khas Maroko.
Tak heran, beberapa penduduk warga lokal mulai tertarik satu persatu memeluk agam Islam . Paling tidak 10 orang menjadi muallaf setiap tahunnya. "Kalau kau datang dua minggu lalu, kita bisa menyaksikan sahadat wanita asli Spanyol di masjid ini," kata Ahmed. (Baca Juga: Pendaran Cahaya Islam di Hispaniola )
Tulisan ini dikirim oleh Abdul Aziz
(rhs)
Lihat Juga :