Amr bin Luhai: Pelopor Penyembah Berhala yang Memiliki 20 Buah Mata Unta
Kamis, 30 November 2023 - 15:02 WIB
loading...
A
A
A
Amr mengingkari ucapan orang tua itu dan berkata, "Apa-apaan ini?. Orang tua itu berkata, katakanlah!, "Tamlikuhu Wa Maa Malak". Tidak mengapa dengan ucapan ini. Maka Amr menirukannya dan akhirnya diikuti oleh masyarakat Arab.
Amr adalah orang yang pertama kali mengubah agama Isma’il ‘alaihissalam yang lurus, dengan peribadahan kepada berhala. Ia yang memasukkan berhala ke tanah haram, dan itu sebagaimana diriwayatkan:
Ketika Amr bin Luhai merasa bahwa dirinya mampu mengalahkan Jurhum, dan selanjutnya adalah Makkah, kemudian kaum-kaum di sekitarnya ingin mengokohkan kekuasaannya dan merealisasikannya dengan membuat akidah yang baru, menggantikan agama yang lurus.
Ia melihat kaumnya bermudah-mudahan dalam hal itu. Setelah berlalunya zaman dan berjalan beberapa tahun, Amr sering bepergian ke negeri tetangga seperti Syam dan Irak. Ia meneliti keadaan penduduknya, dan ia melihat akidah penduduknya sebagai penyembah berhala.
Baca juga: Kisah Keturunan Nabi Ismail Terusir dari Mekkah dan Rusaknya Aqidah Pengelola Kakbah
Ia melihat bahwa pada hal itu ada sarana untuk mengadakan suatu sandaran yang berupa materi keduniaan, sebagai cara untuk mengokohkan tujuan politiknya.
Sebabnya sebagaimana dikatakan oleh al-‘Askari: "Sesungguhnya seorang raja membutuhkan agama seperti butuhnya kepada harta dan pengawal. Karena raja tidaklah terwujud dengan baiat, dan baiat tidak ada tanya adanya sumpah, sedangkan sumpah tidaklah ada kecuali bagi para pemeluk agama. Di mana seorang tidak sah sumpahnya kecuali dengan agamanya dan sesembahannya. Orang yang tidak beragama tidak dipercaya sumpahnya".
Oleh karena itu ia meninggalkan agama hanifiyah, agama Isma’il dan Ibrahim. Karena ia melihat bahwa dirinya tidak mampu menguasai mereka secara sempurna. Akan tetapi kekuasaan dalam agama hanifiyah adalah milik Allah ta’ala saja. Maka ia meletakkan berhala-berhala di sekeliling Kakbah.
Baca juga: Kisah Amr bin Luhay, Penguasa Kakbah dari Yaman yang Eksportir Patung
Amr adalah orang yang pertama kali mengubah agama Isma’il ‘alaihissalam yang lurus, dengan peribadahan kepada berhala. Ia yang memasukkan berhala ke tanah haram, dan itu sebagaimana diriwayatkan:
Ketika Amr bin Luhai merasa bahwa dirinya mampu mengalahkan Jurhum, dan selanjutnya adalah Makkah, kemudian kaum-kaum di sekitarnya ingin mengokohkan kekuasaannya dan merealisasikannya dengan membuat akidah yang baru, menggantikan agama yang lurus.
Ia melihat kaumnya bermudah-mudahan dalam hal itu. Setelah berlalunya zaman dan berjalan beberapa tahun, Amr sering bepergian ke negeri tetangga seperti Syam dan Irak. Ia meneliti keadaan penduduknya, dan ia melihat akidah penduduknya sebagai penyembah berhala.
Baca juga: Kisah Keturunan Nabi Ismail Terusir dari Mekkah dan Rusaknya Aqidah Pengelola Kakbah
Ia melihat bahwa pada hal itu ada sarana untuk mengadakan suatu sandaran yang berupa materi keduniaan, sebagai cara untuk mengokohkan tujuan politiknya.
Sebabnya sebagaimana dikatakan oleh al-‘Askari: "Sesungguhnya seorang raja membutuhkan agama seperti butuhnya kepada harta dan pengawal. Karena raja tidaklah terwujud dengan baiat, dan baiat tidak ada tanya adanya sumpah, sedangkan sumpah tidaklah ada kecuali bagi para pemeluk agama. Di mana seorang tidak sah sumpahnya kecuali dengan agamanya dan sesembahannya. Orang yang tidak beragama tidak dipercaya sumpahnya".
Oleh karena itu ia meninggalkan agama hanifiyah, agama Isma’il dan Ibrahim. Karena ia melihat bahwa dirinya tidak mampu menguasai mereka secara sempurna. Akan tetapi kekuasaan dalam agama hanifiyah adalah milik Allah ta’ala saja. Maka ia meletakkan berhala-berhala di sekeliling Kakbah.
Baca juga: Kisah Amr bin Luhay, Penguasa Kakbah dari Yaman yang Eksportir Patung
(mhy)
Lihat Juga :