Profil dan Biografi Abu Ubaidah bin Jarrah, Panglima Perang Islam Bergelar Aminul Ummah
Rabu, 06 Desember 2023 - 10:54 WIB
loading...
A
A
A
Bersama Khalid bin Walid dan tokoh lain, Abu Ubaidah berkontribusi besar dalam sejumlah pertempuran yang dijalani. Tak hanya melawan pemberontakan yang terjadi, mereka mulai berperang dengan Bizantium.
Penunjukan tersebut terjadi kala peperangan melawan pasukan Romawi di Yarmuk masih berjalan. Atas karunia yang diberikan Allah SWT serta perjuangan pasukan Muslim, pasukan Romawi pun kalah.
Segera setelahnya, Abu Ubaidah menulis surat kepada Umar bin Khattab terkait kemenangan Muslim di Yarmuk. Tak hanya itu, ia juga memerintahkan sejumlah tokoh untuk memburu sisa-sisa pasukan Romawi yang melarikan diri.
Sebelum akhir hayatnya, Abu Ubaidah sempat diminta untuk menjadi Gubernur Suriah. Kemudian, ia wafat pada 18 H di tengah wabah tha’un.
Setelahnya, Abu Ubaidah dimakamkan di Deir Alla, Yordania. Sampai saat ini, tempat peristirahatannya juga masih sering dikunjungi para peziarah.
Demikian ulasan mengenai profil dan biografi Abu Ubaidah bin Jarrah.
Baca juga: Nasehat Abu Ubaidah bin Jarrah tentang Barometer Kemuliaan Seorang
Wallahu a’lam.
4. Diangkat jadi Panglima Perang
Saat Khalifah Abu Bakar wafat, Umar bin Khattab naik menggantikannya. Salah satu gebrakan awal yang dibawa Umar adalah mengangkat Abu Ubaidah sebagai panglima perang menggantikan Khalid bin Walid.Penunjukan tersebut terjadi kala peperangan melawan pasukan Romawi di Yarmuk masih berjalan. Atas karunia yang diberikan Allah SWT serta perjuangan pasukan Muslim, pasukan Romawi pun kalah.
Segera setelahnya, Abu Ubaidah menulis surat kepada Umar bin Khattab terkait kemenangan Muslim di Yarmuk. Tak hanya itu, ia juga memerintahkan sejumlah tokoh untuk memburu sisa-sisa pasukan Romawi yang melarikan diri.
5. Akhir Hayat
Setelah peperangan melawan Romawi, Abu Ubaidah masih terus memimpin pasukan Muslim sesuai arahan Khalifah Umar bin Khattab. Saat invasi dihentikan sementara waktu, ia juga diberikan tugas lain.Sebelum akhir hayatnya, Abu Ubaidah sempat diminta untuk menjadi Gubernur Suriah. Kemudian, ia wafat pada 18 H di tengah wabah tha’un.
Setelahnya, Abu Ubaidah dimakamkan di Deir Alla, Yordania. Sampai saat ini, tempat peristirahatannya juga masih sering dikunjungi para peziarah.
Demikian ulasan mengenai profil dan biografi Abu Ubaidah bin Jarrah.
Baca juga: Nasehat Abu Ubaidah bin Jarrah tentang Barometer Kemuliaan Seorang
Wallahu a’lam.
(wid)
Lihat Juga :