Konspirasi Yahudi: Perjanjian Versailles dan Kisah Tragis Roza Luxemburg
Senin, 11 Desember 2023 - 11:01 WIB
loading...
A
A
A
Namun ketika Jerman tidak lagi mengandalkan pasukan regulernya yang mampu menumpas kerusuhan dan kekacauan, Roza Luxemburg beserta kelompoknya kembali memihak kaum republik sosialis dan bergabung ke dalamnya.
Kemudian mereka mengeluarkan pengumuman tentang revolusi di kota Berlin pada bulan Januari 1919, dan berhasil merebut kekuasaan bersama para pendukungnya, yang mayoritas adalah orang Yahudi.
Baca juga: Konspirasi Yahudi: Kisah Dendam Lenin setelah Kakaknya Dihukum Mati
Lenin dan Trotsky
Namun revolusi ini sempat menimbulkan dampak ke luar yang tidak disangka-sangka. Di Moskow terjadi perpecahan tajam antara dua tokoh revolusi Komunis Rusia, yaitu Lenin dan Trotsky.
Lenin menolak mentah-mentah membantu Roza Luxemburg, sedang Trotsky bersedia membantu dengan segala kekuatan yang dimiliki Uni Sovyet Rusia.
Penolakan Lenin itu menjadi faktor penentu bagi perkembangan selanjutnya. Roza dan kawan-kawan Yahudinya menjadi terisolir. Sementara kaum nasionalis Jerman bangkit untuk menyerang Roza dan para pendukungnya.
Mereka dikejar-kejar, dan terjadilah pembantaian besar-besaran atas orang Yahudi. Seorang kolonel muda dari angkatan bersenjata Jerman berhasil menangkap Roza beserta pembantu utamanya Kari Lickenht.
Kemudian mereka berdua ditembak mati. Kebencian terhadap unsur semitik terus memuncak, karena mereka merupakan biang kerok yang telah merugikan Jerman dalam perang, dan timbulnya kerusuhan besar setelah itu.
Baca juga: Konspirasi Yahudi: Buntut Pembunuhan Alexander II, Organisasi Yahudi Dilarang di Rusia
Rumah-rumah yang dihuni oleh orang Yahudi dibakar, dan ratusan ribu orang Yahudi menemui ajal mereka, akibat dendam mendalam bangsa Jerman terhadap mereka.
Sejak itu situasi di Jerman membuka pintu bagi fanatisme ras, dan menghidupkan kembali teori superioritas Aryanisme, atau dengan kata lain memunculkan Hitler dan Nazismenya.
Inilah akibat peran buruk yang dimainkan oleh pemilik modal Yahudi internasional bagi bangsa Jerman, mulai dari angkatan lautnya, pabrik senjatanya dan perjanjian Versailles yang sangat memberatkan Jerman.
Lenin sendiri pernah mengatakan, bahwa Roza Luxemburg adalah orang Yahudi yang bertanggung jawab atas gelombang antisemitik yang melanda Jerman.
Konspirasi sebenarnya menemukan kondisi yang sesuai untuk menyulut api Perang Dunia II, setelah mereka lebih dulu merancang dan menciptakan situasi itu. Ini sesuai dengan pernyataan di atas, bahwa yang bertanggung jawab atas gelombang anti semitik di Eropa, dan perkembangan situasi yang terus memuncak menuju pertikaian senjata secara global adalah hasil ulah tangan kotor persekongkolan para pemilik modal Yahudi internasional sendiri.
Baca juga: Konspirasi Yahudi: Kisah di Balik Pembunuhan Raja Charles I
Kemudian mereka mengeluarkan pengumuman tentang revolusi di kota Berlin pada bulan Januari 1919, dan berhasil merebut kekuasaan bersama para pendukungnya, yang mayoritas adalah orang Yahudi.
Baca juga: Konspirasi Yahudi: Kisah Dendam Lenin setelah Kakaknya Dihukum Mati
Lenin dan Trotsky
Namun revolusi ini sempat menimbulkan dampak ke luar yang tidak disangka-sangka. Di Moskow terjadi perpecahan tajam antara dua tokoh revolusi Komunis Rusia, yaitu Lenin dan Trotsky.
Lenin menolak mentah-mentah membantu Roza Luxemburg, sedang Trotsky bersedia membantu dengan segala kekuatan yang dimiliki Uni Sovyet Rusia.
Penolakan Lenin itu menjadi faktor penentu bagi perkembangan selanjutnya. Roza dan kawan-kawan Yahudinya menjadi terisolir. Sementara kaum nasionalis Jerman bangkit untuk menyerang Roza dan para pendukungnya.
Mereka dikejar-kejar, dan terjadilah pembantaian besar-besaran atas orang Yahudi. Seorang kolonel muda dari angkatan bersenjata Jerman berhasil menangkap Roza beserta pembantu utamanya Kari Lickenht.
Kemudian mereka berdua ditembak mati. Kebencian terhadap unsur semitik terus memuncak, karena mereka merupakan biang kerok yang telah merugikan Jerman dalam perang, dan timbulnya kerusuhan besar setelah itu.
Baca juga: Konspirasi Yahudi: Buntut Pembunuhan Alexander II, Organisasi Yahudi Dilarang di Rusia
Rumah-rumah yang dihuni oleh orang Yahudi dibakar, dan ratusan ribu orang Yahudi menemui ajal mereka, akibat dendam mendalam bangsa Jerman terhadap mereka.
Sejak itu situasi di Jerman membuka pintu bagi fanatisme ras, dan menghidupkan kembali teori superioritas Aryanisme, atau dengan kata lain memunculkan Hitler dan Nazismenya.
Inilah akibat peran buruk yang dimainkan oleh pemilik modal Yahudi internasional bagi bangsa Jerman, mulai dari angkatan lautnya, pabrik senjatanya dan perjanjian Versailles yang sangat memberatkan Jerman.
Lenin sendiri pernah mengatakan, bahwa Roza Luxemburg adalah orang Yahudi yang bertanggung jawab atas gelombang antisemitik yang melanda Jerman.
Konspirasi sebenarnya menemukan kondisi yang sesuai untuk menyulut api Perang Dunia II, setelah mereka lebih dulu merancang dan menciptakan situasi itu. Ini sesuai dengan pernyataan di atas, bahwa yang bertanggung jawab atas gelombang anti semitik di Eropa, dan perkembangan situasi yang terus memuncak menuju pertikaian senjata secara global adalah hasil ulah tangan kotor persekongkolan para pemilik modal Yahudi internasional sendiri.
Baca juga: Konspirasi Yahudi: Kisah di Balik Pembunuhan Raja Charles I
(mhy)
Lihat Juga :