Kisah Sa'ad bin Abi Waqqas: Singa yang Masih dengan Cakarnya!
Senin, 11 Desember 2023 - 15:28 WIB
loading...
A
A
A
Aisyah putrinya melukiskannya dengan mengatakan: "Ayahku berperawakan gemuk pendek, jari-jarinya tebal, kasar dan berbulu, menggunakan cat hitam."
Sa'ad orang kaya dan hidup senang, mengenakan pakaian sutera dan cincin emas. Karenanya hadis tentang wasiat dihubungkan kepadanya. Di masa mudanya ketika di Makkah ia pernah jatuh sakit hingga hampir mati.
Suatu hari Rasulullah menengoknya dan ia berkata kepadanya: "Rasulullah, harta saya banyak dan tak ada orang yang akan mewarisinya selain anak saya perempuan. Bolehkah saya mewasiatkan dengan sepertiganya?" Kata Rasulullah: Tidak. Kata Sa'ad: Separuhnya? Tidak, kata Rasulullah lagi. Sepertiganya? tanya Sa'ad lebih lanjut. Ketika itu Rasulullah berkata: "Sepertiga, sepertiga itu banyak. Lebih baik Anda membiarkan ahli waris itu kaya daripada membiarkan mereka menjadi beban dan meminta-minta kepada orang."
Di samping sifat-sifatnya demikian itu Sa'ad adalah kesatria dan pahlawan pemberani. Ia termasuk pemanah yang terbilang dari sahabat-sahabat Rasulullah. Dia ikut terjun dalam beberapa peperangan di Badar, Uhud, Khandaq, Hudaibiah, Khaibar, dalam pembebasan Makkah dan dengan semua ekspedisi bersama Rasulullah.
Baca juga: Detik-Detik Jelang Pecah Perang, Penyakit Sa'ad bin Abi Waqqash Kambuh
Dalam pembebasan Makkah dia yang membawa salah satu dari tiga bendera Muhajirin. Dalam Perang Uhud, ketika orang banyak yang berlarian, ia tetap bertahan bersama Rasulullah.
Dia melindungi Rasulullah demikian rupa sehingga Rasulullah berkata: "Sa'ad, lepaskan (anak panahmu). Kupertaruhkan ibu-bapaku untukmu!"
Dia adalah orang pertama yang melepaskan anak panah dalam Islam tatkala ia berangkat dalam satuan Ubaidah bin al-Haris ke suatu tempat mata air di Hijaz di Wadi Rabig. Ia bertemu dengan rombongan Quraisy di bawah pimpinan Abu Sufyan bin Harb. Lalu mereka menarik diri tanpa terjadi bentrokan senjata selain panah yang dilepaskan Sa'ad.
Itu sebabnya ia berkata: "Saya orang pertama di kalangan Arab yang melepaskan anak panah di jalan Allah."
Begitu itulah sifatnya. Tidak heran jika ia menjadi singa yang masih dengan cakarnya, dan secara aklamasi semua orang setuju ia diangkat menjadi komandan pasukan yang akan diberangkatkan ke Irak untuk menghadapi suatu situasi yang paling kritis yang pernah dihadapi pasukan Muslimin.
Sa'ad orang kaya dan hidup senang, mengenakan pakaian sutera dan cincin emas. Karenanya hadis tentang wasiat dihubungkan kepadanya. Di masa mudanya ketika di Makkah ia pernah jatuh sakit hingga hampir mati.
Suatu hari Rasulullah menengoknya dan ia berkata kepadanya: "Rasulullah, harta saya banyak dan tak ada orang yang akan mewarisinya selain anak saya perempuan. Bolehkah saya mewasiatkan dengan sepertiganya?" Kata Rasulullah: Tidak. Kata Sa'ad: Separuhnya? Tidak, kata Rasulullah lagi. Sepertiganya? tanya Sa'ad lebih lanjut. Ketika itu Rasulullah berkata: "Sepertiga, sepertiga itu banyak. Lebih baik Anda membiarkan ahli waris itu kaya daripada membiarkan mereka menjadi beban dan meminta-minta kepada orang."
Di samping sifat-sifatnya demikian itu Sa'ad adalah kesatria dan pahlawan pemberani. Ia termasuk pemanah yang terbilang dari sahabat-sahabat Rasulullah. Dia ikut terjun dalam beberapa peperangan di Badar, Uhud, Khandaq, Hudaibiah, Khaibar, dalam pembebasan Makkah dan dengan semua ekspedisi bersama Rasulullah.
Baca juga: Detik-Detik Jelang Pecah Perang, Penyakit Sa'ad bin Abi Waqqash Kambuh
Dalam pembebasan Makkah dia yang membawa salah satu dari tiga bendera Muhajirin. Dalam Perang Uhud, ketika orang banyak yang berlarian, ia tetap bertahan bersama Rasulullah.
Dia melindungi Rasulullah demikian rupa sehingga Rasulullah berkata: "Sa'ad, lepaskan (anak panahmu). Kupertaruhkan ibu-bapaku untukmu!"
Dia adalah orang pertama yang melepaskan anak panah dalam Islam tatkala ia berangkat dalam satuan Ubaidah bin al-Haris ke suatu tempat mata air di Hijaz di Wadi Rabig. Ia bertemu dengan rombongan Quraisy di bawah pimpinan Abu Sufyan bin Harb. Lalu mereka menarik diri tanpa terjadi bentrokan senjata selain panah yang dilepaskan Sa'ad.
Itu sebabnya ia berkata: "Saya orang pertama di kalangan Arab yang melepaskan anak panah di jalan Allah."
Begitu itulah sifatnya. Tidak heran jika ia menjadi singa yang masih dengan cakarnya, dan secara aklamasi semua orang setuju ia diangkat menjadi komandan pasukan yang akan diberangkatkan ke Irak untuk menghadapi suatu situasi yang paling kritis yang pernah dihadapi pasukan Muslimin.
Lihat Juga :