Penaklukan Persia (14)

Detik-Detik Jelang Pecah Perang, Penyakit Sa'ad bin Abi Waqqash Kambuh

loading...
Detik-Detik Jelang Pecah Perang, Penyakit Saad bin Abi Waqqash Kambuh
Ilustrasi/Ist
KETIKA Sa’ad bin Abi Waqqash menolak menyeberangi Atiq lewat jembatan, ia berkata kepada utusan pasukan Persia: Tak ada kemenangan yang sudah kami peroleh yang akan kami kembalikan kepada kalian. (Baca juga: Hadapi Muslim, Persia Kerahkan 120.000 Pasukan dan 33.000 Gajah)

Muhammad Husain Haekal dalam bukunya berjudul "Umar bin Khattab" menceritakan panglima perang Persia, Rustum bin Farrakhzad menunda dan menunggu sampai malam gelap. Ia memerintahkan anak buahnya menimbun Sungai Atiq dengan tanah dan batang-batang kayu dan segala yang ada pada mereka yang tak diperlukan dalam perang.

Selanjutnya pasukan Persia menyeberangi jembatan itu. Rustum menempatkan pasukan gajah di tengah-tengah, di sayap kanan dan kiri yang membawa peti-peti dan anggota pasukan, sementara pasukannya sendiri di belakangnya. Untuk dia sendiri dipasang kemah yang dilengkapi dengan peterananya yang mewah dan bersulam emas. (Baca juga: Kesalahan Fatal Kaisar Persia Memberi Hadiah Tanah Kepada Delegasi Muslim)

Demikianlah kedua angkatan bersenjata itu sudah bersiap-siap akan bertempur. Dari detik ke detik kedua pihak saling menunggu dimulainya perang. Mereka sadar, bahwa mereka sedang menghadapi suatu pertempuran yang paling dahsyat, yang akan menentukan. Pasukan Persia yang kalah dan jalan ke Mada'in terbuka bagi pihak Arab, atau pasukan Muslimin yang kalah lalu kembali ke padang pasir di Semenanjung.

Menghadapi pertempuran demikian Kaisar Persia Yazdigird ingin sekali mengikuti perkembangannya dari waktu ke waktu, bahkan dari detik ke detik, sehingga seolah ia berada di tempat itu.



Kebalikannya dari Rustum, ia percaya akhirnya akan memenangkan pertempuran. Bukankah ia masih muda, pemuda tidak mengenal putus asa, kegagalan dan kekalahan tidak akan pernah dibayangkan! Bukankah Persia sudah seia sekata dengan dia, hal yang tak pernah terjadi sebelumnya terhadap siapa pun yang naik takhta? Sudah dapat dipastikan yang menang adalah Persia! (Baca juga: Kisah Delegasi Muslim yang Kurus dan Kumal Itu Bertemu Kaisar Persia)

Persia akan pasti menang. Makin kuat keinginan Yazdigird akan mengikuti jalannya pertempuran yang akan dimenangkan Persia itu. Oleh karenanya, Yazdigird menempatkan orang-orangnya dari Mada'in ke Kadisiah. Mereka yang terdekat dari medan pertempuran akan menyampaikan berita-berita itu kepada yang lebih dekat dan yang ini akan meneruskan kepada yang berikutnya, dan begitu seterusnya hingga sampai ke Mada'in.

Dengan demikian berita demi berita akan, masuk ke telinganya. Yazdigird percaya sekali, bahwa berita terakhir yang akan diterimanya adalah tentang kemenangan pasukannya yang telak. (Baca juga: Ada 70 Orang Veteran Badar yang Dipersiapkan Menaklukkan Persia)



Penyakit Sa’ad Kambuh
Berita pertama yang kini diterimanya sudah menambah harapannya akan kesudahan yang selama itu diyakininya. Dalam pertempuran pertama itu ada berita bahwa penyakit yang sering diderita Sa’ad bin Abi Waqqash kini kambuh, sehingga ia tak dapat naik kuda atau duduk, la hanya tertelungkup dengan dada bertopang ke bantal dan mengawasi pasukannya dari gedung dengan melemparkan sobekan-sobekan berisi perintah-perintah.
halaman ke-1 dari 3
cover top ayah
وَلَوۡ اَنَّ اَهۡلَ الۡقُرٰٓى اٰمَنُوۡا وَاتَّقَوۡا لَـفَتَحۡنَا عَلَيۡهِمۡ بَرَكٰتٍ مِّنَ السَّمَآءِ وَالۡاَرۡضِ وَلٰـكِنۡ كَذَّبُوۡا فَاَخَذۡنٰهُمۡ بِمَا كَانُوۡا يَكۡسِبُوۡنَ‏
Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan ayat-ayat Kami, maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.

(QS. Al-A’raf:96)
cover bottom ayah
preload video