Asbabun Nuzul Surat An-Nisa Ayat 157-158, Kisah Nabi Isa dan Klaim Orang Yahudi
Senin, 11 Desember 2023 - 19:41 WIB
loading...
A
A
A
2. Tafsir Ibnu Katsir
Ketika Nabi Muhammad ﷺ mengutus Dihyah al-Kalbi kepada Heraklius, Kaisar Romawi, untuk menyampaikan surat yang berisi ajakan untuk masuk Islam. Ketika Dihyah tiba di Syam, ia bertemu dengan seorang Yahudi yang menanyakan tentang Nabi Isa. Dihyah menjawab bahwa Nabi Isa adalah Rasul Allah yang diutus kepada Bani Israil. Orang Yahudi itu berkata, "Kami telah membunuhnya dengan cara menyalibnya." Maka Allah menurunkan ayat ini untuk membantah ucapan orang Yahudi itu dan menjelaskan kebenaran tentang Nabi Isa.
3. Tafsir Kementerian Agama
Tafsir Kementerian Agama menjelaskan bahwa Ayat 157 membantah klaim orang-orang Yahudi dan Nasrani yang mengatakan bahwa mereka telah membunuh atau menyalib Nabi Isa dengan menunjukkan bahwa mereka tidak membunuhnya dan tidak menyalibnya, tetapi Allah telah mengangkatnya kepada-Nya dan menyelamatkannya dari musuh-musuhnya.
Tafsir ini juga menjelaskan bahwa orang-orang yang berselisih paham tentang Nabi Isa tidak memiliki keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Nabi Isa.
Ayat 158 menegaskan bahwa Allah telah mengangkat Nabi Isa kepada-Nya dengan jasmani dan rohaninya dalam keadaan hidup sebagai suatu mukjizat. Allah Maha Perkasa mengalahkan musuh-musuhnya. Nabi Isa kelak akan diturunkan kembali di akhir zaman sebagai pembela umat Islam dan penerus syariat Nabi Muhammad ﷺ sekaligus membungkam keyakinan orang Yahudi dan Nasrani yang mengklaim Nabi Isa telah wafat.
Wallahu A'lam
Baca Juga: Kisah Nabi Isa dari Kelahiran, Mukjizat dan Kebangkitannya
Ketika Nabi Muhammad ﷺ mengutus Dihyah al-Kalbi kepada Heraklius, Kaisar Romawi, untuk menyampaikan surat yang berisi ajakan untuk masuk Islam. Ketika Dihyah tiba di Syam, ia bertemu dengan seorang Yahudi yang menanyakan tentang Nabi Isa. Dihyah menjawab bahwa Nabi Isa adalah Rasul Allah yang diutus kepada Bani Israil. Orang Yahudi itu berkata, "Kami telah membunuhnya dengan cara menyalibnya." Maka Allah menurunkan ayat ini untuk membantah ucapan orang Yahudi itu dan menjelaskan kebenaran tentang Nabi Isa.
3. Tafsir Kementerian Agama
Tafsir Kementerian Agama menjelaskan bahwa Ayat 157 membantah klaim orang-orang Yahudi dan Nasrani yang mengatakan bahwa mereka telah membunuh atau menyalib Nabi Isa dengan menunjukkan bahwa mereka tidak membunuhnya dan tidak menyalibnya, tetapi Allah telah mengangkatnya kepada-Nya dan menyelamatkannya dari musuh-musuhnya.
Tafsir ini juga menjelaskan bahwa orang-orang yang berselisih paham tentang Nabi Isa tidak memiliki keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Nabi Isa.
Ayat 158 menegaskan bahwa Allah telah mengangkat Nabi Isa kepada-Nya dengan jasmani dan rohaninya dalam keadaan hidup sebagai suatu mukjizat. Allah Maha Perkasa mengalahkan musuh-musuhnya. Nabi Isa kelak akan diturunkan kembali di akhir zaman sebagai pembela umat Islam dan penerus syariat Nabi Muhammad ﷺ sekaligus membungkam keyakinan orang Yahudi dan Nasrani yang mengklaim Nabi Isa telah wafat.
Wallahu A'lam
Baca Juga: Kisah Nabi Isa dari Kelahiran, Mukjizat dan Kebangkitannya
(rhs)
Lihat Juga :