Heboh Komika Lecehkan Nabi, Ini Keutamaan Orang yang Memiliki Nama Muhammad
Selasa, 12 Desember 2023 - 20:54 WIB
loading...
Andai Komika itu mengetahui kemuliaan Nabi Muhammad SAW, tentu ia tidak bakal berani melecehkan apalagi menghina Nabi dalam materi stand up-nya. Foto/SINDOnews
A
A
A
Baru-baru ini umat Islam di Tanah Air dihebohkan dengan aksi seorang Komika yang menghina Nabi Muhammad ﷺ. Andai si Komika itu mengetahui keutamaan dan kemuliaan Nabi Muhammad ﷺ, tentu ia tidak bakal berani melecehkan apalagi menyebarkan ujaran kebencian dalam materi stand up-nya.
Tetapi nasi sudah jadi bubur. Meski telah meminta maaf kepada umat Islam, Komika berinisial AR itu tetap diproses secara hukum. Di balik kasus penistaan ini, ada hikmah besar dan pelajaran berharga bagi umat Islam. Salah satunya tentang kemuliaan Nabi Muhammad ﷺ dan keutamaan orang yang memilki nama "Muhammad" (مُحَمَّد).
Keutamaan Orang yang Memiliki Nama Muhammad
Nabi Muhammad ﷺ tidak hanya dikaruniai Allah dengan mukjizat yang agung. Beliau juga diberi banyak keistimewaan yang menjadi kekhususan beliau dari manusia pada umumnya. Itu sebabnya Beliau dijuluki dengan ungkapan "Basyarun laa kal-basyar" yang artinya manusia yang tidak seperti manusia biasa.
Apa aja keutamaan orang yang memiliki nama Muhammad? Imam Al-Bushiri dalam Qashidah Burdah-nya berkata:
فَإِنَّ لِيْ ذِمَّـــةً مِــنْهُ بِتَسْمِيَــتِيْ ***مُحَـمَّدًا وَهْوَ أَوْفَى الْخَلْقِ بِـالذِّمَمِ
"Sesungguhnya aku memiliki jaminan dari Nabi ﷺ dengan namaku 'Muhammad'. Rasulullah ﷺ adalah makhluk paling setia dalam memenuhi janji."
Imam al-Qasthallani dalam Syarah al-Burdahnya berkomentar: "Dalam dawuh Imam al-Bushiri di atas terdapat dalil dianjurkannya memberi nama dengan namanya Nabi Muhammad ﷺ. Mengenai hal ini terdapat banyak Hadis, di antaranya:
Dari Sayyidina Anas bin Malik, Rasulullah ﷺ bersabda:
يُوقَفُ عَبْدَانِ بَيْنَ يَدَيِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ ، فَيَأْمُرُ بِهِمَا إِلَى الْجَنَّةِ ، فَيَقُولَانِ : رَبَّنَا ؛ بِمَا اسْتَأْهَلْنَا الْجَنَّةَ وَلَمْ نَعْمَلْ عَمَلاً يُجَازِينَا الْجَنَّةَ ؟! فيقولُ اللهُ عزَّ وجلَّ : عَبْدَايَ : ادْخُلَا الْجَنَّةَ ؛ فَإِنِّي آلَيْتُ عَلَى نَفْسِي أَلَّا يَدْخُلَ النَّارَ مَنِ اسْمُهُ أَحْمَدُ وَلا مُحَمَّدٌ.
"Dua hamba diberhentikan di hadapan Allah. Allah memerintahkan mereka masuk surga. Mereka bertanya, "Wahai Tuhan kami. Dengan amal apakah kami layak masuk surga? Padahal kami tidak beramal dengan sesuatu yang balasannya surga."
Tetapi nasi sudah jadi bubur. Meski telah meminta maaf kepada umat Islam, Komika berinisial AR itu tetap diproses secara hukum. Di balik kasus penistaan ini, ada hikmah besar dan pelajaran berharga bagi umat Islam. Salah satunya tentang kemuliaan Nabi Muhammad ﷺ dan keutamaan orang yang memilki nama "Muhammad" (مُحَمَّد).
Keutamaan Orang yang Memiliki Nama Muhammad
Nabi Muhammad ﷺ tidak hanya dikaruniai Allah dengan mukjizat yang agung. Beliau juga diberi banyak keistimewaan yang menjadi kekhususan beliau dari manusia pada umumnya. Itu sebabnya Beliau dijuluki dengan ungkapan "Basyarun laa kal-basyar" yang artinya manusia yang tidak seperti manusia biasa.
Apa aja keutamaan orang yang memiliki nama Muhammad? Imam Al-Bushiri dalam Qashidah Burdah-nya berkata:
فَإِنَّ لِيْ ذِمَّـــةً مِــنْهُ بِتَسْمِيَــتِيْ ***مُحَـمَّدًا وَهْوَ أَوْفَى الْخَلْقِ بِـالذِّمَمِ
"Sesungguhnya aku memiliki jaminan dari Nabi ﷺ dengan namaku 'Muhammad'. Rasulullah ﷺ adalah makhluk paling setia dalam memenuhi janji."
Imam al-Qasthallani dalam Syarah al-Burdahnya berkomentar: "Dalam dawuh Imam al-Bushiri di atas terdapat dalil dianjurkannya memberi nama dengan namanya Nabi Muhammad ﷺ. Mengenai hal ini terdapat banyak Hadis, di antaranya:
Dari Sayyidina Anas bin Malik, Rasulullah ﷺ bersabda:
يُوقَفُ عَبْدَانِ بَيْنَ يَدَيِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ ، فَيَأْمُرُ بِهِمَا إِلَى الْجَنَّةِ ، فَيَقُولَانِ : رَبَّنَا ؛ بِمَا اسْتَأْهَلْنَا الْجَنَّةَ وَلَمْ نَعْمَلْ عَمَلاً يُجَازِينَا الْجَنَّةَ ؟! فيقولُ اللهُ عزَّ وجلَّ : عَبْدَايَ : ادْخُلَا الْجَنَّةَ ؛ فَإِنِّي آلَيْتُ عَلَى نَفْسِي أَلَّا يَدْخُلَ النَّارَ مَنِ اسْمُهُ أَحْمَدُ وَلا مُحَمَّدٌ.
"Dua hamba diberhentikan di hadapan Allah. Allah memerintahkan mereka masuk surga. Mereka bertanya, "Wahai Tuhan kami. Dengan amal apakah kami layak masuk surga? Padahal kami tidak beramal dengan sesuatu yang balasannya surga."
Lihat Juga :