Kisah Kekalahan Ali bin Abi Thalib dari Utsman bin Affan dalam Pemilihan Khalifah

Minggu, 24 Desember 2023 - 05:49 WIB
loading...
Kisah Kekalahan Ali...
Kalangan Quraisy lebih menyukai kenabian dan kekhalifahan itu jangan hanya di satu tangan Banu Hasyim. Ilustrasi: Ist/getty images
A A A
Abdurrahman bin Auf yang ditugaskan untuk memilih khalifah pengganti Umar bin Khattab setelah mewawancarai jemaah haji dari luar negeri dan umat Islam di Madinah dengan mantap hati memilih antara Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib .

Pada saat umat Islam berkumpul di Masjid Nabawi , Abdurrahman Utman dan Ali. Ia memegang tangan Ali dan berkata: "Bersediakah Anda saya baiat atas dasar Kitabullah dan sunah Rasulullah serta perangai kedua orang penggantinya?"

Ali menjawab: "Saya harap saya dapat berbuat dan bekerja apa yang saya ketahui dan menurut kemampuan saya."

Tangan Ali dilepaskan lalu ia memanggil Utsman dan memegang tangannya seraya berkata: "Bersediakah Anda saya baiat atas dasar Kitabullah dan sunah Rasulullah serta perangai kedua orang penggantinya?"

Utsman menjawab: "Ya, demi Allah!"

Baca juga: Bernarkah Khalifah Utsman bin Affan Dikorbankan Bani Umayyah?

Abdur-Rahman mengangkat mukanya ke langit-langit Masjid dan sambil memegang tangan Utsman ia berkata tiga kali: "Dengarkanlah dan saksikanlah!" dilanjutkan dengan katanya: "Saya sudah melepaskan apa yang dipikulkan di atas bahu saya dan saya letakkan di bahu Utsman!" Setelah itu ia membaiat Usman, orang-orang di dalam Masjid pun beramai-ramai membaiatnya.

"Bagaimana sikap Ali dengan terpilih dan dibaiatnya Usman bin Affan?" tulis Muhammad Husain Haekal dalam bukunya berjudul "Al-Faruq Umar" yang diterjemahkan Ali Audah menjadi "Umar bin Khattab, Sebuah teladan mendalam tentang pertumbuhan Islam dan Kedaulatannya masa itu" (Pustaka Litera AntarNusa, 1987).

Inilah masalahnya, kata Haekal, sumber-sumber itu masih saling berbeda. Ibn Sa'ad dengan sanadnya menyebutkan, bahwa orang pertama yang membaiat Usman adalah Abdur-Rahman bin Auf, kemudian Ali bin Abi Thalib.

Dengan sanad lain ia menuturkan, bahwa Ali adalah orang yang pertama membaiat Utsman, kemudian berturut-turut yang lain juga membaiatnya.

Ibn Kasir menuturkan bahwa Abdur-Rahman bin Auf di mimbar duduk di tempat duduk Nabi, dan Utsman sesudah dibaiat didudukkan di tingkat kedua. "Dan orang datang ramai-ramai membaiatnya, dan yang pertama kali membaiat Ali bin Abi Thalib, ada yang mengatakan yang terakhir."

Baca juga: 3 Karomah Utsman Bin Affan, Sahabat Berjuluk Dzun Nurain

Akan tetapi Tabari membawa dua sumber, salah satunya hampir sama dengan sumber-sumber tersebut dan yang kedua sangat berbeda, dan keduanya menunjukkan bahwa pemilihan Utsman ini meninggalkan pengaruh yang dalam sekali dalam hati Ali.

Sumber pertama berpendapat bahwa sesudah orang berdatangan membaiat Utsman - sesudah dibaiat oleh Abdur-Rahman - Ali masih maju-mundur. Maka kata Abdur-Rahman: "Barang siapa melanggar janji, sebenarnya ia telah melanggar janjinya sendiri, dan barang siapa menepati janji yang dijanjikannya kepada Allah, maka Ia akan memberinya pahala yang besar." ( Qur'an, 48 : 10).

Kemudian Ali kembali dan setelah menyeruak di tengah orang banyak ia membaiat seraya berkata: "Suatu tipu muslihat yang luar biasa."

Mengenai sumber kedua mengatakan bahwa setelah Abdur-Rahman membaiat Utsman, Ali berkata kepadanya: "Anda merangkak untuk selamanya. Ini bukan yang pertama kali Anda memperlihatkan kekuatan Anda kepada kami. Sabarlah itulah yang terbaik, dan memohonkan pertolongan hanya kepada Allah atas segala yang kalian lukiskan! Sungguh, Anda mengangkat Utsman itu hanya supaya kekuasaan kembali kepada Anda! Dan setiap hari Allah memperlihatkan kekuasaan baru."

Baca juga: Kisah Utsman bin Affan Menangis karena Kuburan, Ini Nasihatnya

Dalam hal ini Abdur-Rahman berkata: "Ali, janganlah Anda menjerumuskan diri! Sudah saya pertimbangkan dan sudah saya musyawarahkan dengan khalayak ramai, tetapi ternyata mereka tidak membedakan Utsman."

Ali keluar sambil berkata: "Akan tiba waktunya."

Ibn Kasir menafikan sumber kedua Tabari ini dengan mengatakan: "Orang-orang yang sering disebutkan oleh para sejarawan seperti Ibn Jarir (Tabari) dan yang lain tidak dikenal. Bahwa Ali berkata kepada Abdur-Rahman: "Anda telah menipu saya, dan Anda mengangkatnya hanya karena dia ipar Anda dan agar dapat berunding dengan Anda setiap hari."

Abdur-Rahman berkata kepadanya: "Barang siapa melanggar janji, sebenarnya ia telah melanggar janjinya sendiri...." hingga akhir ayat.

Menurut Ibnu Katsir, berita-berita lain yang bertentangan dengan yang terdapat dalam kitab-kitab yang sahih, tertolak kembali kepada yang mengatakannya dan yang melakukannya. Wallahualam.

Baca juga: Pasca-Terbunuhnya Utsman bin Affan: Delapan Hari Tanpa Khalifah

Haekal mengatakan semua itu membuktikan bahwa kalangan Quraisy lebih menyukai kenabian dan kekhalifahan itu jangan hanya di satu tangan Banu Hasyim.

Kata-kata ini dihubungkan kepada Ali setelah pelantikan Utsman: "Orang melihat kepada Quraisy dan Quraisy melihat kepada keluarganya dengan mengatakan: 'Kalau Banu Hasyim sudah menguasai kalian, kalian tidak akan pernah lepas dari mereka, juga Quraisy yang lain tidak dapat saling bergantian di antara kalian."

Kata-kata ini benar dihubungkan kepada Ali atau tidak, sudah sesuai dengan kejadian waktu itu. Ali orang yang paling tahu dan paling jujur berpegang pada kebenaran dan keadilan. Tetapi dalam hal ia tak jadi ditampilkan memperlihatkan ambisi Quraisy yang ingin memegang pimpinan kaum Muslimin secara bergantian di antara mereka, tidak hanya diwarisi oleh ahlulbait seperti raja-raja yang mewarisi takhta nenek moyang mereka, dan barangkali pembaiatan itu jatuh kepada Ali kalau tidak karena perasaan itu yang memang sudah berurat berakar dalam kalangan Quraisy.

Baca juga: Mimpi Bertemu Nabi dan Kronologi Terbunuhnya Utsman bin Affan
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Utsman bin Affan...
Kisah Utsman bin Affan Merobohkan Masjid Nabawi, Bangun Ulang Menjadi Megah
Doa Umar bin Khattab...
Doa Umar bin Khattab agar Bisa Meninggal di Tanah Suci
Kisah Khalifah Umar...
Kisah Khalifah Umar bin Khattab yang Ingin Mati Syahid dan Doa-doanya
Kisah Sahabat Nabi :...
Kisah Sahabat Nabi : Debat Sengit Khalifah Abu Bakar dan Umar bin Khattab Tentang Pembangkang Bayar Zakat
Kisah Sahabat Nabi Berbuka...
Kisah Sahabat Nabi Berbuka Puasa : Keisengan Biji Kurma Ali bin Abi Thalib
Kisah Sahabat Nabi :...
Kisah Sahabat Nabi : Karena Jarang Senyum dan Jutek, Umar bin Khattab 2 Kali Ditolak Lamarannya
Rekomendasi
Ratusan Laba-laba Berjatuhan...
Ratusan Laba-laba Berjatuhan dari Langit, Ini Penyebabnya
Robot Ini Ungkap Kisah...
Robot Ini Ungkap Kisah Bangkai Kapal Berusia 600 Tahun di Norwegia
Terjadi di Zaman Nabi,...
Terjadi di Zaman Nabi, Fenomena Alam Ini Jadikan Organ Tubuh seperti Kaca
Artikel Terkini
Samakah 1 Muharram dengan...
Samakah 1 Muharram dengan 1 Suro? Simak Penjelasannya di Sini!
3 Puasa Sunnah Muharram...
3 Puasa Sunnah Muharram yang Pahala Tidak Main-main!
Ini Amalan Terbaik bagi...
Ini Amalan Terbaik bagi Wanita Haid dan Nifas di Bulan Muharram
Amalan Sunnah 1 Muharram:...
Amalan Sunnah 1 Muharram: Puasa, Sedekah, Tobat hingga Silaturahim
Dalil Hadis tentang...
Dalil Hadis tentang Keutamaan Muharram dan Amalannya
Siap-siap Memasuki Muharram,...
Siap-siap Memasuki Muharram, Ini 4 Keutamaan Bulan Haram Tersebut!
Infografis
Ilmuwan Beberkan Fakta...
Ilmuwan Beberkan Fakta Tanda Kiamat dari Laut Bermunculan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved