Kedaulatan Islam Dibangun di Negeri Majusi dan Nasrani Kurang dari 10 Tahun.
Rabu, 27 Desember 2023 - 08:40 WIB
loading...
A
A
A
Haekal mengajak kita kembali kepada ingatan kita apa yang telah dicatat oleh kalangan sejarawan sekitar dialog-dialog yang konon terjadi antara utusan-utusan Muslimin dengan Kisra Yazdigird serta panglimanya Rustum, antara Khalid bin Walid dengan Georgius panglima Romawi dalam Perang Yarmuk. Begitu juga dialog-dialog yang terjadi antara Najasyi Abisinia dengan kaum Muslimin yang hijrah ke sana.
Baca juga: Begini Wasiat Umar bin Khattab kepada Khalifah Penggantinya
Percakapan-percakapan itu intinya bahwa Arab dulu itu lemah karena kelompok-kelompok mereka terpecah belah; mereka hina, nasib mereka di bawah kekuasaan golongan lain; mereka miskin, berjuang mati-matian sekadar mencari makan.
Setelah Allah mengutus Rasul-Nya kepada mereka dengan membawa Islam, mereka bersatu; mereka bebas dari kelaparan, hidup terhormat setelah sebelum itu mereka begitu hina.
"Sudah tentu dialog-dialog serupa itu memang terjadi; kalaupun tidak sama seperti yang diuraikan para sejarawan itu, intinya tidak berbeda," tutur Haekal.
Risalah (ajaran) baru yang dibawa oleh Islam itu menjadi bahan pemikiran kaum Muslimin ke mana pun mereka pergi. Kemenangan orang Arab yang percaya kepada risalah ini merupakan bukti adanya perbaikan organisasi dalam kehidupan spiritual dan sosial.
Ke mana pun konsep ajaran Islam itu tersebar dapat menguasai perasaan umum, dengan meninggalkan pengaruh yang dapat memperkuat atau memperlemah, sesuai dengan situasi tempat konsep itu tersebar. Dan sesuai dengan taraf kekuatan atau lemahnya pengaruh itu, konsep tersebut merasuk ke dalam hati orang hingga ia mencapai kedudukan iman, atau kebalikannya, menguap sedikit demi sedikit sampai akhirnya terlupakan samasekali.
Baca juga: Ramalan Khalifah Umar tentang Utsman Jadi Kenyataan: Nepotisme Merajalela
Baca juga: Begini Wasiat Umar bin Khattab kepada Khalifah Penggantinya
Percakapan-percakapan itu intinya bahwa Arab dulu itu lemah karena kelompok-kelompok mereka terpecah belah; mereka hina, nasib mereka di bawah kekuasaan golongan lain; mereka miskin, berjuang mati-matian sekadar mencari makan.
Setelah Allah mengutus Rasul-Nya kepada mereka dengan membawa Islam, mereka bersatu; mereka bebas dari kelaparan, hidup terhormat setelah sebelum itu mereka begitu hina.
"Sudah tentu dialog-dialog serupa itu memang terjadi; kalaupun tidak sama seperti yang diuraikan para sejarawan itu, intinya tidak berbeda," tutur Haekal.
Risalah (ajaran) baru yang dibawa oleh Islam itu menjadi bahan pemikiran kaum Muslimin ke mana pun mereka pergi. Kemenangan orang Arab yang percaya kepada risalah ini merupakan bukti adanya perbaikan organisasi dalam kehidupan spiritual dan sosial.
Ke mana pun konsep ajaran Islam itu tersebar dapat menguasai perasaan umum, dengan meninggalkan pengaruh yang dapat memperkuat atau memperlemah, sesuai dengan situasi tempat konsep itu tersebar. Dan sesuai dengan taraf kekuatan atau lemahnya pengaruh itu, konsep tersebut merasuk ke dalam hati orang hingga ia mencapai kedudukan iman, atau kebalikannya, menguap sedikit demi sedikit sampai akhirnya terlupakan samasekali.
Baca juga: Ramalan Khalifah Umar tentang Utsman Jadi Kenyataan: Nepotisme Merajalela
(mhy)
Lihat Juga :