Ramalan Khalifah Umar tentang Utsman Jadi Kenyataan: Nepotisme Merajalela
Rabu, 06 Januari 2021 - 05:00 WIB
loading...
Ilustrasi/Ist
A
A
A
APA yang diramalkan oleh Khalifah Umar r.a. pada saat menjelang ajalnya, ternyata memang benar-benar terjadi. Beberapa waktu setelah terbai'at sebagai Khalifah, Utsman bin Affan r.a. mengangkat orang-orang dari kalangan Bani Umayyah dan ditempatkan pada kedudukan-kedudukan penting atau lebih penting dibanding dengan orang-orang dari kabilah lain. (Baca juga: Begini Penilaian Buruk Khalifah Umar Tentang Enam Orang Calon Penggantinya )
Posisi-posisi penting dalam kekuasaan negara dibagi-bagikan kepada mereka. Kalau tidak sebagai Kepala Daerah atau Gubernur, mereka diangkat sebagai panglima-panglima pasukan, atau diserahi tanah-tanah yang sangat luas.
Peristiwa terbai'atnya Utsman bin Affan r.a. sebagai Khalifah, diartikan oleh tokoh-tokoh Bani Umayyah, sebagai awal kemenangan Bani Umayyah atas orang-orang Bani Hasyim. (Baca juga: Wasiat Khalifah Umar Kepada Abu Thalhah Al-Anshariy: Penggal Leher Mereka )
Padahal Rasulullah s.a.w. sendiri tidak pernah memandang ummatnya dari kaum apa atau dari keturunan mana. Semua kaum muslimin adalah saudara. Prinsip yang mulia itu nampaknya tidak mudah direalisasi, karena adat istiadat dan tradisi kuat yang berabad-abad bercokol di kalangan orang-orang Arab.
Waktu Utsman bin Affan r.a. terpilih sebagai Khalifah, penyakit sukuisme dan kekabilahan muncul kembali dan malah dibesar-besarkan oleh orang-orang Bani Umayyah. (Baca juga: Kutukan Para Sahabat Atas Terbunuhnya Khalifah Utsman bin Affan )
Buku "Sejarah Hidup Imam Ali bin Abi Thalib r.a." karya H.M.H. Al Hamid Al Husaini menceritakan Imam Ali r.a. dan orang-orang dari Bani Hasyim lainnya, mereka nilai sebagai mengalami kekalahan dalam persaingan melawan Utsman bin Affan r.a.; yang berasal dari Bani Umayyah.
Padahal Utsman bin Affan r.a. sendiri pada saat terbai'at sebagai Khalifah , sama sekali tidak menyimpan pikiran seperti yang diteriakkan oleh kaum kerabatnya.
Utsman bin Affan r.a. seorang sahabat terdekat Rasulullah s.a.w., bahkan sampai dua kali ia menjadi menantu Nabi. Pertama kali ia nikah dengan Roqayah binti Muhammad Rasulullah s.a.w. Kemudian setelah Roqayah r.a. meninggal, ia nikah lagi dengan Ummu Kaltsum binti Muhammad Rasulullah s.a.w. Oleh karena itu Utsman bin Affan r.a. terkenal dengan sebutan "Dzun Nurain" (pemilik dua cahaya).
Dalam perjuangan untuk kepentingan agama Allah dan perjuangan Rasul-Nya, Utsman bin Affan r.a. tidak pernah menghitung-hitung untung rugi. Hampir semua kekayaannya, harta benda dan jiwanya diserahkan untuk kepentingan menegakkan agama Allah. (Baca juga: Alasan Utsman bin Affan Tolak Letakkan Jabatan dan Membiarkan Demonstran )
Ia terkenal pula dengan amal perbuatannya, yang dengan uang dari kantong sendiri membeli sumber air jernih "Bir Romah" untuk kepentingan semua kaum muslimin.
Utsman bin Affan r.a. jugalah yang dengan uangnya sendiri membayar harga tanah sekitar masjid Rasulullah s.a.w., ketika masjid itu sudah terlampau sempit untuk menampung jemaah yang bertambah membeludak.
Pada waktu kaum muslimin menghadapi paceklik hebat, pada saat mana Rasulullah s.a.w. telah mengambil keputusan untuk memberangkatkan pasukan guna menghantam perlawanan Romawi, Utsman bin Affan r.a. lah yang mengeluarkan uang dari koceknya untuk membeli senjata dan perlengkapan perang lainnya.
Ia memang seorang hartawan dan hartanya dihabiskan untuk kepentingan Islam dan kaum muslimin.
Lanjut Usia
Pada saat menerima tugas dan tanggung jawab sebagai Khalifah, Utsman bin Affan sudah lanjut usia. Kesempatan ini dipergunakan sebaik-baiknya oleh tokoh-tokoh Bani Umayyah yang ada di sekelilingnya. Al Hamid Al Husaini menyebut dalam hal ini yang paling menonjol peranannya ialah Marwan bin Al Hakam, misannya, yang menjadi pembantu utama paling dipercaya. (Baca juga: Prestasi Utsman Selama Menjadi Khalifah )
Posisi-posisi penting dalam kekuasaan negara dibagi-bagikan kepada mereka. Kalau tidak sebagai Kepala Daerah atau Gubernur, mereka diangkat sebagai panglima-panglima pasukan, atau diserahi tanah-tanah yang sangat luas.
Peristiwa terbai'atnya Utsman bin Affan r.a. sebagai Khalifah, diartikan oleh tokoh-tokoh Bani Umayyah, sebagai awal kemenangan Bani Umayyah atas orang-orang Bani Hasyim. (Baca juga: Wasiat Khalifah Umar Kepada Abu Thalhah Al-Anshariy: Penggal Leher Mereka )
Padahal Rasulullah s.a.w. sendiri tidak pernah memandang ummatnya dari kaum apa atau dari keturunan mana. Semua kaum muslimin adalah saudara. Prinsip yang mulia itu nampaknya tidak mudah direalisasi, karena adat istiadat dan tradisi kuat yang berabad-abad bercokol di kalangan orang-orang Arab.
Waktu Utsman bin Affan r.a. terpilih sebagai Khalifah, penyakit sukuisme dan kekabilahan muncul kembali dan malah dibesar-besarkan oleh orang-orang Bani Umayyah. (Baca juga: Kutukan Para Sahabat Atas Terbunuhnya Khalifah Utsman bin Affan )
Buku "Sejarah Hidup Imam Ali bin Abi Thalib r.a." karya H.M.H. Al Hamid Al Husaini menceritakan Imam Ali r.a. dan orang-orang dari Bani Hasyim lainnya, mereka nilai sebagai mengalami kekalahan dalam persaingan melawan Utsman bin Affan r.a.; yang berasal dari Bani Umayyah.
Padahal Utsman bin Affan r.a. sendiri pada saat terbai'at sebagai Khalifah , sama sekali tidak menyimpan pikiran seperti yang diteriakkan oleh kaum kerabatnya.
Utsman bin Affan r.a. seorang sahabat terdekat Rasulullah s.a.w., bahkan sampai dua kali ia menjadi menantu Nabi. Pertama kali ia nikah dengan Roqayah binti Muhammad Rasulullah s.a.w. Kemudian setelah Roqayah r.a. meninggal, ia nikah lagi dengan Ummu Kaltsum binti Muhammad Rasulullah s.a.w. Oleh karena itu Utsman bin Affan r.a. terkenal dengan sebutan "Dzun Nurain" (pemilik dua cahaya).
Dalam perjuangan untuk kepentingan agama Allah dan perjuangan Rasul-Nya, Utsman bin Affan r.a. tidak pernah menghitung-hitung untung rugi. Hampir semua kekayaannya, harta benda dan jiwanya diserahkan untuk kepentingan menegakkan agama Allah. (Baca juga: Alasan Utsman bin Affan Tolak Letakkan Jabatan dan Membiarkan Demonstran )
Ia terkenal pula dengan amal perbuatannya, yang dengan uang dari kantong sendiri membeli sumber air jernih "Bir Romah" untuk kepentingan semua kaum muslimin.
Utsman bin Affan r.a. jugalah yang dengan uangnya sendiri membayar harga tanah sekitar masjid Rasulullah s.a.w., ketika masjid itu sudah terlampau sempit untuk menampung jemaah yang bertambah membeludak.
Pada waktu kaum muslimin menghadapi paceklik hebat, pada saat mana Rasulullah s.a.w. telah mengambil keputusan untuk memberangkatkan pasukan guna menghantam perlawanan Romawi, Utsman bin Affan r.a. lah yang mengeluarkan uang dari koceknya untuk membeli senjata dan perlengkapan perang lainnya.
Ia memang seorang hartawan dan hartanya dihabiskan untuk kepentingan Islam dan kaum muslimin.
Lanjut Usia
Pada saat menerima tugas dan tanggung jawab sebagai Khalifah, Utsman bin Affan sudah lanjut usia. Kesempatan ini dipergunakan sebaik-baiknya oleh tokoh-tokoh Bani Umayyah yang ada di sekelilingnya. Al Hamid Al Husaini menyebut dalam hal ini yang paling menonjol peranannya ialah Marwan bin Al Hakam, misannya, yang menjadi pembantu utama paling dipercaya. (Baca juga: Prestasi Utsman Selama Menjadi Khalifah )
Lihat Juga :