5 Alasan Tuhan Mengutus Nabi, Salah Satunya Memberi Peringatan
Minggu, 31 Desember 2023 - 14:32 WIB
loading...
A
A
A
Rata-rata orang tidak mampu menguraikan maksud dari Pembuatnya. Juga tidak dapat kita mengharap rata-rata orang untuk memisahkan dirinya dari zat-zat yang ada di dunia untuk memikirkan tentang Tuhan.
Selain daripada itu, susunan yang indah dalam alam semesta berarti adanya Pengatur, Tuhan Yang Maha Kuasa. Tetapi manusia hanya berminat kepada keindahan susunan alam, tapi tidak memikirkan asal-usulnya.
Manusia telah terbiasa dengan melihat terbitnya matahari dari timur dan tidak berpikir mengapa manusia gagal mengenal Penciptanya. Pengakuan adanya Dia bukan hasil dari pemikiran umum tetapi karena ajaran-ajaran dari beberapa individu-individu yang berhasil memimpin manusia.
2). Diperlukan pemimpin yang tak dapat dipersengketakan.
Manusia berbeda pendidikannya, kemampuannya, perasaannya dan latar belakangnya, jadi mereka berbeda dalam pandangan-pandangan mereka. Banyak hal-hal penting yang berhubungan dengan tindakan manusia sangat bertentangan di antara perorangan-perorangan dan kelompok-kelompok. Etika dan moral sering diperdebatkan.
Baca juga: Dialog tentang Takdir antara Imam Chirri dan Prof Wilson
Pembenaran yang berdasarkan filsafat dapat diperoleh hampir pada setiap pendapat.
Akal dan filsafat telah gagal mencari penyelesaian terhadap pertanyaan mengenai moral dan etika.
Jawaban-jawaban yang kita cari harus datang dan pimpinan yang tak dapat disangkal lagi, yang mampu membuat individu-individu dan kelompok-kelompok tunduk.
3). Diperlukan pemujian Tuhan.
Meskipun seorang pemikir dapat mengakui Tuhan dan KebesaranNya, dia biasanya melupakan pemujian-pemujian yang penting. Bahkan bila seseorang mengakui perlunya pemujian, dia tidak mengetahui bagaimana cara melakukannya.
Selain daripada itu, susunan yang indah dalam alam semesta berarti adanya Pengatur, Tuhan Yang Maha Kuasa. Tetapi manusia hanya berminat kepada keindahan susunan alam, tapi tidak memikirkan asal-usulnya.
Manusia telah terbiasa dengan melihat terbitnya matahari dari timur dan tidak berpikir mengapa manusia gagal mengenal Penciptanya. Pengakuan adanya Dia bukan hasil dari pemikiran umum tetapi karena ajaran-ajaran dari beberapa individu-individu yang berhasil memimpin manusia.
2). Diperlukan pemimpin yang tak dapat dipersengketakan.
Manusia berbeda pendidikannya, kemampuannya, perasaannya dan latar belakangnya, jadi mereka berbeda dalam pandangan-pandangan mereka. Banyak hal-hal penting yang berhubungan dengan tindakan manusia sangat bertentangan di antara perorangan-perorangan dan kelompok-kelompok. Etika dan moral sering diperdebatkan.
Baca juga: Dialog tentang Takdir antara Imam Chirri dan Prof Wilson
Pembenaran yang berdasarkan filsafat dapat diperoleh hampir pada setiap pendapat.
Akal dan filsafat telah gagal mencari penyelesaian terhadap pertanyaan mengenai moral dan etika.
Jawaban-jawaban yang kita cari harus datang dan pimpinan yang tak dapat disangkal lagi, yang mampu membuat individu-individu dan kelompok-kelompok tunduk.
3). Diperlukan pemujian Tuhan.
Meskipun seorang pemikir dapat mengakui Tuhan dan KebesaranNya, dia biasanya melupakan pemujian-pemujian yang penting. Bahkan bila seseorang mengakui perlunya pemujian, dia tidak mengetahui bagaimana cara melakukannya.
Lihat Juga :