5 Alasan Tuhan Mengutus Nabi, Salah Satunya Memberi Peringatan

Minggu, 31 Desember 2023 - 14:32 WIB
loading...
A A A
Beberapa orang berpendapat pentingnya mengorbankan dan membakar binatang, yang lain kegairahan memburu binatang dengan nama Tuhan.

Ada yang mempercayai bahwa pertapa (hidup bertapa) adalah dicintai Tuhan.

Yang lain memuja Tuhan lewat nyanyian dan permainan alat-alat musik, yang lain lagi dengan jalan tunduk dan sujud ketika mereka sembahyang.

Baca juga: Mengapa Nabi-Nabi Keturunan Semit? Begini Penjelasan Imam Chirri

Bentuk sembahyang yang dapat diterima harus sesuai dengan kehendak Tuhan, bukan keinginan kita. Dia menentukan kehendakNya untuk kita lakukan melalui pesuruh atau Nabi.

4). Diperlukan untuk menahan hawa nafsu. Manusia yang tidak terpimpin dan tidak terdidik, menyerupai binatang di dalam naluri atau pembawaannya. Akal dirusak untuk melayani pemusatan kegairahannya (nafsu) kecuali jika diadakan penahanan. Filsafat tidak berguna untuk menahan kegairahan kita, sebab filsafat tersedia hanya sedikit, juga tidak ada keteguhan di dalam filsafat yang mendorong kita untuk mengontrol nafsu (kegairahan). Beberapa orang mencapai kesimpulan bahwa kita hanya mengejar kepuasan naluri.

Kita sekarang berjuang melawan ideologi yang berpandangan hidup materialistis, azas-azas yang tidak dapat menahan nafsu untuk alasan-alasan moral. Moral etika seluruhnya terletak pada Tuhan. Bila pesuruhNya menyampaikan kata~katanya, hal itu akan menjadi dasar kebenaran untuk mengakhiri perselisihan di dalam masalah- masalah ini.

5). Diperlukan untuk memberitahukan tentang kehidupan setelah mati. Untuk seseorang yang mempercayai Tuhan, percaya bahwa hidupnya akan dilanjutkan setelah mati di dalam beberapa bentuk. Juga mungkin bahwa akan ada hari pertimbangan dimana manusia akan diberi hadiah atau dihukum.

Bila ada kehidupan setelah mati yang demikian, manusia akan mempersiapkan dirinya. Hanya Tuhan yang dapat mengetahui tentang adanya hidup setelah mati.

Filsafat tidak dapat menolong dalam hal ini, juga pemikiran manusia tidak dapat menarik kesimpulan adanya hidup setelah mati lewat penyelidikan atau pengalaman di dunia. Hanya Tuhan yang memiliki ilmu tertentu ini. Dia dapat memberi keterangan ini melalui pesuruhNya.

Baca juga: Benarkah Adil Sifat Tuhan? Begini Penjelasan Imam Chirri
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Inilah Nama Nabi dan...
Inilah Nama Nabi dan Rasul yang Tercantum dalam Al Quran
Perbedaan Nabi dan Rasul,...
Perbedaan Nabi dan Rasul, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Berapa Jumlah Nabi dan...
Berapa Jumlah Nabi dan Rasul? Begini Penjelasannya Menurut Hadis
10 Cara Memuliakan Orang...
10 Cara Memuliakan Orang Tua, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Jenis Perceraian yang...
Jenis Perceraian yang Diharamkan dalam Islam
11 Kaidah Islam yang...
11 Kaidah Islam yang Bisa Mempersempit Perceraian
Rekomendasi
Terletak di Indonesia,...
Terletak di Indonesia, Patahan Banda Bisa Picu Bencana Melebihi Gempa Turki
Gurun Tandus Aljazair...
Gurun Tandus Aljazair Tiba-tiba Berubah Menjadi Salju
Warna Laut Teluk Persia...
Warna Laut Teluk Persia Berubah Jadi Merah Darah
Artikel Terkini
Perlukah Melakukan Resolusi...
Perlukah Melakukan Resolusi Hidup di Tahun Baru Islam?
Doa Akhir dan Awal Tahun...
Doa Akhir dan Awal Tahun Baru Islam yang Penting Diketahui!
Bolehkah Puasa pada...
Bolehkah Puasa pada 1 Muharram? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Khotbah Jumat : 5 Pelajaran...
Khotbah Jumat : 5 Pelajaran dalam Pergantian Tahun Baru Hijriyah
Mengapa Muharram Menjadi...
Mengapa Muharram Menjadi Bulan Pertama Tahun Hijriah? Ini Sejarah dan Keistimewaannya
Jangan Salah Kaprah!...
Jangan Salah Kaprah! Begini Cara Menyambut Tahun Baru Islam Menurut Syariat
Infografis
5 fakta Cerpelai, salah...
5 fakta Cerpelai, salah Satunya Bisa Menularkan Virus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved