Prof Wilson: Bagaimana Cara Membedakan antara Nabi-Nabi yang Benar dan Palsu?
Selasa, 02 Januari 2024 - 18:02 WIB
loading...
A
A
A
Prof Wilson: Haruskah seorang Nabi itu manusia atau mungkinkah Tuhan mengirim pesuruh yang bukan manusia?
Imam Chirri: Seorang Nabi adalah contoh untuk manusia. Dia akan berbagi dengan mereka sifat-sifat yang sama, kemampuan yang sama dan keterbatasan yang sama. Harus mampu memberi contoh yang baik. Harus mempunyai kesanggupan menarik orang-orang untuk mengikuti ajarannya. Bila Nabi mempunyai sifatsifat yang "biasa," orang-orang tidak akan mengikuti contohnya.
Kesempurnaan yang ditunjukkan oleh seorang Nabi akan memungkinkan diikuti oleh pengikut-pengikutnya.
Baca juga: Dialog tentang Takdir antara Imam Chirri dan Prof Wilson
Bila seseorang menujukkan pada saya tingkat kebajikan yang tinggi, saya akan terpikat untuk mencoba mencapai tingkat itu. Dia dan saya adalah manusia apa yang mungkin untuk dia adalah mungkin untuk saya. Tetapi bila malaikat menunjukkan pada saya tlngkat moral yang tinggi, saya tidak akan mencoba mengikuti contohnya. Apa yang mungkin untuk dia barangkali tidak mungkin untuk saya, karena dia tidak berasal dari sifat dasar yang sama.
Ada alasan lain untuk mempercayai bahwa manusia akan menerima Nabi-nabi dari jenis manusia. Kita telah tahu bahwa seorang Nabi diharapkan mewujudkan kebenaran dengan jalan menunjukkan pada orang-orang suatu perbuatan (prestasi) yang luar biasa. Dengan demikian, orang-orang akan tahu bahwa dia diberi kuasa oleh Tuhan, sebab apa yang ia lakukan di luar kemampuan orang biasa.
Ini tidak akan berakibat apa-apa bila Nabi bukan manusia, misalnya malaikat.
Baca juga: Mengapa Nabi-Nabi Keturunan Semit? Begini Penjelasan Imam Chirri
Imam Chirri: Seorang Nabi adalah contoh untuk manusia. Dia akan berbagi dengan mereka sifat-sifat yang sama, kemampuan yang sama dan keterbatasan yang sama. Harus mampu memberi contoh yang baik. Harus mempunyai kesanggupan menarik orang-orang untuk mengikuti ajarannya. Bila Nabi mempunyai sifatsifat yang "biasa," orang-orang tidak akan mengikuti contohnya.
Kesempurnaan yang ditunjukkan oleh seorang Nabi akan memungkinkan diikuti oleh pengikut-pengikutnya.
Baca juga: Dialog tentang Takdir antara Imam Chirri dan Prof Wilson
Bila seseorang menujukkan pada saya tingkat kebajikan yang tinggi, saya akan terpikat untuk mencoba mencapai tingkat itu. Dia dan saya adalah manusia apa yang mungkin untuk dia adalah mungkin untuk saya. Tetapi bila malaikat menunjukkan pada saya tlngkat moral yang tinggi, saya tidak akan mencoba mengikuti contohnya. Apa yang mungkin untuk dia barangkali tidak mungkin untuk saya, karena dia tidak berasal dari sifat dasar yang sama.
Ada alasan lain untuk mempercayai bahwa manusia akan menerima Nabi-nabi dari jenis manusia. Kita telah tahu bahwa seorang Nabi diharapkan mewujudkan kebenaran dengan jalan menunjukkan pada orang-orang suatu perbuatan (prestasi) yang luar biasa. Dengan demikian, orang-orang akan tahu bahwa dia diberi kuasa oleh Tuhan, sebab apa yang ia lakukan di luar kemampuan orang biasa.
Ini tidak akan berakibat apa-apa bila Nabi bukan manusia, misalnya malaikat.
Baca juga: Mengapa Nabi-Nabi Keturunan Semit? Begini Penjelasan Imam Chirri
(mhy)
Lihat Juga :