Prof Wilson: Bagaimana Cara Membedakan antara Nabi-Nabi yang Benar dan Palsu?
Selasa, 02 Januari 2024 - 18:02 WIB
loading...
Imam Mohammad Jawad Chirri. Foto/Ilustrasi: Historic Images
A
A
A
Berikut ini adalah dialog Prof Dr Wilson H. Guertin dan Imam Muhammad Jawad Chirri yang dikutip dari buku yang diterjemahkan HM Ridho Umar Baridwan, SH berjudul "Dialog tentang Islam dan Kristen" (Alma'arif, 1981).
Imam Mohammad Jawad Chirri adalah seorang ulama dan dosen , kelahiran Lebanon . Beliau direktur dan Ketua Kerohanian di pusat Islam di Detroit, Amerika Serikat . Sedangkan Prof Dr Wilson H. Guertin adalah Ilmuwan terkemuka dalam ilmu jiwa (psychology).
Berikut petikan dialog tersebut:
Baca juga: Islam Menganjurkan Kebebasan Manusia, Begini Penjelasan Imam Chirri
Prof Wilson: Sejarah membuktikan banyak orang yang mempunyai hak kenabian.
Individu-individu ini muncul di berbagai masa, dan beberapa dari mereka masih hidup. Kita mengetahui bahwa beberapa dari mereka adalah Nabi-nabi yang benar, dan beberapa dari mereka adalah tidak benar.
Bagaimana kita dapat membedakan antara Nabi-nabi yang benar dan yang tidak benar?
Imam Chirri: Seorang Nabi adalah pesuruh Tuhan. Dia adalah utusan Tuhan untuk manusia. Seorang utusan mesti memiliki surat kepercayaan, beberapa tanda yang menunjukkan kebenarannya.
Tak seorangpun akan diterima sebagai seorang utusan karena keinginannya sendiri. Oleh karena itu, kita dapati bahwa Perorangan-perorangan itu yang dipercaya menjadi Nabi-nabi dilengkapi dengan beberapa kekuatan-kekuatan yang luar biasa yang tidak terdapat pada orang-orang lain.
Baca juga: Bukti Sifat Umum dari Ajaran Islam Menurut Imam Chirri
Musa diberi kelebihan oleh Tuhan untuk mengubah tongkatnya menjadi seekor ular, merubah air menjadi darah, dan membelah laut dengan pukulan tongkatnya.
Yesus diberi kelebihan untuk menyebutkan orang sakit tanpa obat, membuat orang buta dapat melihat, menghidupkan orang mati, dan, menurut kitab Suci Al-Qur'an dapat berbicara sewaktu dia dalam ayunan (buaian).
Muhammad dilengkapi ucapan yang mulia (sangat baik), Al-Qur'an, dalam bahasa Arab.
Imam Mohammad Jawad Chirri adalah seorang ulama dan dosen , kelahiran Lebanon . Beliau direktur dan Ketua Kerohanian di pusat Islam di Detroit, Amerika Serikat . Sedangkan Prof Dr Wilson H. Guertin adalah Ilmuwan terkemuka dalam ilmu jiwa (psychology).
Berikut petikan dialog tersebut:
Baca juga: Islam Menganjurkan Kebebasan Manusia, Begini Penjelasan Imam Chirri
Prof Wilson: Sejarah membuktikan banyak orang yang mempunyai hak kenabian.
Individu-individu ini muncul di berbagai masa, dan beberapa dari mereka masih hidup. Kita mengetahui bahwa beberapa dari mereka adalah Nabi-nabi yang benar, dan beberapa dari mereka adalah tidak benar.
Bagaimana kita dapat membedakan antara Nabi-nabi yang benar dan yang tidak benar?
Imam Chirri: Seorang Nabi adalah pesuruh Tuhan. Dia adalah utusan Tuhan untuk manusia. Seorang utusan mesti memiliki surat kepercayaan, beberapa tanda yang menunjukkan kebenarannya.
Tak seorangpun akan diterima sebagai seorang utusan karena keinginannya sendiri. Oleh karena itu, kita dapati bahwa Perorangan-perorangan itu yang dipercaya menjadi Nabi-nabi dilengkapi dengan beberapa kekuatan-kekuatan yang luar biasa yang tidak terdapat pada orang-orang lain.
Baca juga: Bukti Sifat Umum dari Ajaran Islam Menurut Imam Chirri
Musa diberi kelebihan oleh Tuhan untuk mengubah tongkatnya menjadi seekor ular, merubah air menjadi darah, dan membelah laut dengan pukulan tongkatnya.
Yesus diberi kelebihan untuk menyebutkan orang sakit tanpa obat, membuat orang buta dapat melihat, menghidupkan orang mati, dan, menurut kitab Suci Al-Qur'an dapat berbicara sewaktu dia dalam ayunan (buaian).
Muhammad dilengkapi ucapan yang mulia (sangat baik), Al-Qur'an, dalam bahasa Arab.
Lihat Juga :