Ramalan tentang Kehadiran Nabi Muhammad SAW di Bible Menurut Imam Chirri

Jum'at, 12 Januari 2024 - 08:13 WIB
loading...
Ramalan tentang Kehadiran...
Dia menceriterakan kata-kata Quran sebagai kata-kata dari Tuhan yang meletakkan kata-kata itu pada mulut Muhammad. Ilustrasi: Unsplash
A A A
Berikut ini adalah dialog Prof Dr Wilson H. Guertin dan Imam Muhammad Jawad Chirri yang dikutip dari buku yang diterjemahkan HM Ridho Umar Baridwan, SH berjudul "Dialog tentang Islam dan Kristen" (Alma'arif, 1981).

Imam Mohammad Jawad Chirri adalah seorang ulama dan dosen , kelahiran Lebanon . Beliau direktur dan Ketua Kerohanian di pusat Islam di Detroit, Amerika Serikat . Sedangkan Prof Dr Wilson H. Guertin adalah Ilmuwan terkemuka dalam ilmu jiwa (psychology).

Berikut petikan dialog tersebut:

Baca juga: Islam Menganjurkan Kebebasan Manusia, Begini Penjelasan Imam Chirri

Prof Wilson: Bukti-bukti yang telah kita diskusikan adalah sangat meyakinkan dan memberikan suatu dukungan yang besar terhadap kenabian Muhammad .

Keulungan Qur'an itu sendiri adalah kenyataan yang terpenting dari kebenaran ini dan banyak ramalan-ramalan yang lain. Saya kepingin tahu apakah perjanjian baru dan perjanjian lama berisikan ramalan tentang kehadiran Nabi Muhammad?

Imam Chirri: Di Bible ada lebih dari satu pernyataan yang menunjukkan pengharapan dari Nabi Muhammad. Dia tidak disebut namanya, tetapi melukiskan Muhammad.

Kita dapatkan di dalam buku Deuteronomy, pernyataan sebagai berikut:

"Saya akan mengangkat untuk mereka (Israelite) seorang nabi seperti anda dari di antara saudara-saudara mereka; dan saya akan meletakkan kata-kata saya pada mulutnya, dan dia akan berbicara kepada mereka semua yang saya perintahkan padanya. Dan barangsiapa tidak akan memberikan perhatiannya kata-kata saya yang dia katakan atas nama saya, saya akan menuntut hal itu dari dia." QS 18 : 18-19.

Baca juga: Bukti Sifat Umum dari Ajaran Islam Menurut Imam Chirri

Pernyataan ini menjanjikan bahwa Tuhan akan mengangkat seorang nabi dari antara saudara-saudara Israelite, bahwa nabi yang akan seperti Musa sendiri; bahwa Tuhan akan meletakkan kata-kataNya sendiri pada mulut nabi itu, dan bahwa nabi itu akan berbicara dengan nama Tuhan yang meletakkan kata-kata itu pada mulutnya.

Jadi perkiraan nabi ini mempunyai tiga gambaran, tak seorangpun dari mereka yang dapat mengenai melainkan Nabi Muhammad:

1. Nabi yang dijanjikan akan berasal dari saudara-saudara Israelites. Israelites dihubungkan hanya dengan orang-orang Arab. Tidak ada bangsa di dunia ini yang akan dinamai saudara-saudara Israelite kecuali orang-orang Arab, sebab Israelites adalah turunan Isaac (Ishak), dan orang-orang Arab adalah turunan Ismail, saudara Ishak.

2. Nabi itu akan seperti Musa. Musa adalah seorang nabi dari suatu peraturan baru dan dia adalah pemimpin keduniawian dan kerohanian untuk bangsanya. Lukisan ini hanya patut untuk Muhammad, di antara seluruh nabi-nabi yang datang setelah Musa. Tak seorangpun dari nabi-nabi itu, termasuk Jesus (Isa), dikirimkan dengan peraturan-peraturan yang baru.

Jesus mengikuti peraturan-peraturan Musa, dan tidak memperkenalkan hukum Agama yang baru. Juga ia tidak merupakan pemimpin yang sekular (keduniawian) bagi orang-orang Israel.

Baca juga: Dialog tentang Takdir antara Imam Chirri dan Prof Wilson

Selanjutnya, semua nabi-nabi itu, kecuali Muhammad, datang dari orang-orang Israel sendiri dan bukan dari saudara-saudara mereka.

3. Pernyataan itu menyatakan Nabi yang dijanjikan sebagai seorang Nabi yang tidak akan berbicara darinya sendiri. Kata-kata Tuhan akan diletakkan pada mulutnya.

Tak ada Nabi kecuali Muhammad yang telah menuntut bahwa bukunya berisikan kata-kata dari Tuhan. Musa sendiri menerima wahyu, tetapi dia menyampaikannya pesan-pesan itu dengan kata-katanya sendiri.

Apa yang kita baca pada lima buku-buku Musa dianggap menjadi kata-kata dari Musa, bukan kata-kata dari Tuhan. Seluruh buku-buku yang menurut Buku Perjanjian Lama adalah ditulis dan dikatakan oleh penulis-penulis manusia, dan demikian pula empat Injil.

Jesus (Isa) berbicara kebenaran yang ia terima, tetapi dia berbicara dengan kata-katanya sendiri. Kitab Injil (Bible) yang terbaik, dianggap sebagai suatu dialog antara Tuhan dan manusia.

Hanya Qur'an berisikan kata-kata dari Tuhan dan Muhammad sebagai perantaranya. Muhammad tidak pernah menuntut setiap kata Qur'an perkataannya sendiri .

Dia menceriterakan kata-kata Qur'an sebagai kata-kata dari Tuhan yang meletakkan kata-kata itu pada mulut Muhammad.

Dengan demikian, lukisan itu nampaknya pantas hanya untuk Muhammad, dan bukan untuk yang lain.

Baca juga: Mengapa Nabi-Nabi Keturunan Semit? Begini Penjelasan Imam Chirri
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Menelusuri Jejak Kehidupan...
Menelusuri Jejak Kehidupan Rasulullah di Museum Biografi Nabi Muhammad di Makkah
Momen Vicky Shu Belajar...
Momen Vicky Shu Belajar Al-Fatihah Bahasa Isyarat Bersama Disabilitas Tunarungu
Berapa Lama Seluruh...
Berapa Lama Seluruh Ayat Al Quran Diturunkan? Ini Fakta di Balik 22 Tahun Perjalanannya!
Dukung Pemenuhan Kebutuhan...
Dukung Pemenuhan Kebutuhan Al-Qur'an, Sinar Mas Wakafkan 2.000 Mushaf kepada ICMI
Kumpulan Kisah Nabi...
Kumpulan Kisah Nabi SAW di Bulan Ramadan, Dari Terima Wahyu Al Quran hingga Perintah Segerakan Berbuka Puasa
Kisah Hikmah : Berhala...
Kisah Hikmah : Berhala Bisa Bicara dan Menyampaikan Kebenaran Nabi Muhammad SAW
Rekomendasi
Dataran Tinggi Ontong...
Dataran Tinggi Ontong Java Mengalami Perubahan Besar Akibat Aktivitas Vulkanik
Burung Dataran Tinggi...
Burung Dataran Tinggi Berevolusi untuk Perlindungan dari Dingin Ekstrem
Arkeolog Temukan Benua...
Arkeolog Temukan Benua Purba Tersembunyi di Bawah Lautan Arktik
Artikel Terkini
Mengapa Safar Dijuluki...
Mengapa Safar Dijuluki Bulan Perang? Simak 9 Peristiwa Bersejarah Islam Ini
Doa Memasuki Awal Bulan...
Doa Memasuki Awal Bulan Safar, Yuk Amalkan!
3 Amalan Bulan Safar...
3 Amalan Bulan Safar 1448 Hijriyah yang Jangan Dilewatkan, Pahalanya Berlipat-lipat
Keutamaan Bulan Safar:...
Keutamaan Bulan Safar: Meski Tak Seagung Muharram, Tetap Penuh Hikmah
Mengapa Bulan Safar...
Mengapa Bulan Safar Dianggap Membawa Kesialan? Ini Penjelasan Islam dan Asal Usul Mitosnya
Matahari Tepat di Atas...
Matahari Tepat di Atas Kakbah pada 1516 Juli, Menag Ajak Pastikan Ketepatan Arah Kiblat
Infografis
Alasan Ramalan Kiamat...
Alasan Ramalan Kiamat Para Ilmuwan Selalu Meleset
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved