Kata Wasath dalam Surat Al-Baqarah Ayat 143, Begini Penjelasan Kyai Cepu
Sabtu, 13 Januari 2024 - 10:37 WIB
loading...
A
A
A
Para mufassir juga mengartikan kata wasathan dengan terbaik, pilihan, adil dan seimbang. Maka ummatan wasathan dapat diartikan dengan umat Islam sebagai umat terbaik, umat pilihan, umat yang adil dan umat yang seimbang kehidupannya.
Hal ini senada dengan firman Allah SWT dalam QS Ali Imran (3) : 110. “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar serta beriman kepada Allah...”
Dengan demikian sebagai umat mayoritas di Negeri ini, sepatutnya kita bersatu dan kompak. Apatah lagi di tengah euforia politik yang nyaris memporak-porandakan ukhuwah, dengan berhembusnya angin fitnah, ghibah dan namimah.
Kemakmuran sebuah negeri ditandai dengan keadilan pemimpin, istikamahnya para ulama, kedermawanan para aghniya’ dan ketaatan penduduknya terhadap segala norma dan aturan yang ada. Sehingga dalam kehidupan lahir sikap saling menghormati dan menghargai satu sama lain. Terbinanya kerukunan dalam kebhinnekaan. Dan terpeliharanya stabilitas keamanan, sinergisitas dan kerjasama yang bermuara pada terwujudnya keadilan sosial dalam kemakmuran.
Sebagaimana peringatan Allah SWT dalam QS Al-Nisa (4) : 9. “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang baik.”
Baca juga: Perkembangan Tafsir Al-Qur'an Menurut Quraish Shihab
Islam menganjurkan agar umatnya hidup secara seimbang dan berkeadilan dalam segala hal. Tidak berlebih-lebihan (tafrith) dan tidak pula sangat berkekurangan (ifrath). Islam juga mencela sifat mubazir, karena orang yang mubazir adalah teman setan.
Sikap hidup yang dituntun oleh Islam adalah menjaga keseimbangan antara kepentingan diri dan orang lain sebagai makhluk sosial. Keseimbangan antara urusan duniawi dan ukhrowi. Tidak sepantasnya manusia hanya memeras keringat dan membanting tulang untuk memenuhi hajat kehidupan di dunia, sementara bekal untuk akhirat terabaikan.
Hal ini senada dengan firman Allah SWT dalam QS Ali Imran (3) : 110. “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar serta beriman kepada Allah...”
Dengan demikian sebagai umat mayoritas di Negeri ini, sepatutnya kita bersatu dan kompak. Apatah lagi di tengah euforia politik yang nyaris memporak-porandakan ukhuwah, dengan berhembusnya angin fitnah, ghibah dan namimah.
Kemakmuran sebuah negeri ditandai dengan keadilan pemimpin, istikamahnya para ulama, kedermawanan para aghniya’ dan ketaatan penduduknya terhadap segala norma dan aturan yang ada. Sehingga dalam kehidupan lahir sikap saling menghormati dan menghargai satu sama lain. Terbinanya kerukunan dalam kebhinnekaan. Dan terpeliharanya stabilitas keamanan, sinergisitas dan kerjasama yang bermuara pada terwujudnya keadilan sosial dalam kemakmuran.
Sebagaimana peringatan Allah SWT dalam QS Al-Nisa (4) : 9. “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang baik.”
Baca juga: Perkembangan Tafsir Al-Qur'an Menurut Quraish Shihab
Islam menganjurkan agar umatnya hidup secara seimbang dan berkeadilan dalam segala hal. Tidak berlebih-lebihan (tafrith) dan tidak pula sangat berkekurangan (ifrath). Islam juga mencela sifat mubazir, karena orang yang mubazir adalah teman setan.
Sikap hidup yang dituntun oleh Islam adalah menjaga keseimbangan antara kepentingan diri dan orang lain sebagai makhluk sosial. Keseimbangan antara urusan duniawi dan ukhrowi. Tidak sepantasnya manusia hanya memeras keringat dan membanting tulang untuk memenuhi hajat kehidupan di dunia, sementara bekal untuk akhirat terabaikan.
(mhy)
Lihat Juga :