4 Sikap Mengabaikan Al Qur'an Menurut Imam Ibnul Qayyim
Senin, 15 Januari 2024 - 10:58 WIB
loading...
A
A
A
Termasuk dalam hal mengabaikan Al-Qur`an adalah berat hati terhadap Al-Qur`an.
- Terkadang rasa tersebut berupa keraguan terhadap penurunan Al-Qur`an sebagai kebenaran yang datang dari Allah Ta’ala, kadang kala ragu kepada Allah yang telah menurunkannya dan menganggap Al-Qur`an adalah makhluk ciptaan Allah Ta’ala –jika seseorang ragu dengan perkataan Allah tentu secara logis dia juga akan ragu pada perkataan orang lain –.
- Terkadang sikap mengabaikan Al-Qur`an itu datang pada diri seseorang berupa keraguan, apakah Al-Qur`an cukup atau tidak? Sehingga ia mengatakan Al-Qur`an tidak cukup bagi para hamba sebagai kitab suci, dengan demikian membutuhkan logika, persepsi atau politik untuk melengkapi kekurangan tersebut.
- Terkadang juga, ada orang yang ragu terhadap kebenaran isi dan kandungan Al-Qur`an. Ada pula yang ragu apakah hukum sesuatu berlaku juga dengan hal yang serupa pada saat sekarang, atau itu cuma sebagai contoh pada saat Al-Qur`an diturunkan saja.
Orang yang merasakan hal itu adalah orang yang merasa berat hati terhadap Al-Qur`an dan mereka tahu serta merasakan hal tersebut di dalam dada mereka. Tidak ada seorang munafik, kecuali di dalam hatinya ada perasaan berat hati terhadap Al-Qur`an.
Semoga kita terjauh dari sikap mengabaikan Al-Qur`an. Aamiin.
Baca juga: Al-Qur'an Berisikan Penjelasan Ilmu Pengetahuan Kekinian
Wallahu A'lam
Sumber : Kutipan Syaikh Abdul Malik bin Muhammad bin Abdurrahman Al-Qasim dalam Durus Al-Am.
- Terkadang rasa tersebut berupa keraguan terhadap penurunan Al-Qur`an sebagai kebenaran yang datang dari Allah Ta’ala, kadang kala ragu kepada Allah yang telah menurunkannya dan menganggap Al-Qur`an adalah makhluk ciptaan Allah Ta’ala –jika seseorang ragu dengan perkataan Allah tentu secara logis dia juga akan ragu pada perkataan orang lain –.
- Terkadang sikap mengabaikan Al-Qur`an itu datang pada diri seseorang berupa keraguan, apakah Al-Qur`an cukup atau tidak? Sehingga ia mengatakan Al-Qur`an tidak cukup bagi para hamba sebagai kitab suci, dengan demikian membutuhkan logika, persepsi atau politik untuk melengkapi kekurangan tersebut.
- Terkadang juga, ada orang yang ragu terhadap kebenaran isi dan kandungan Al-Qur`an. Ada pula yang ragu apakah hukum sesuatu berlaku juga dengan hal yang serupa pada saat sekarang, atau itu cuma sebagai contoh pada saat Al-Qur`an diturunkan saja.
Orang yang merasakan hal itu adalah orang yang merasa berat hati terhadap Al-Qur`an dan mereka tahu serta merasakan hal tersebut di dalam dada mereka. Tidak ada seorang munafik, kecuali di dalam hatinya ada perasaan berat hati terhadap Al-Qur`an.
Semoga kita terjauh dari sikap mengabaikan Al-Qur`an. Aamiin.
Baca juga: Al-Qur'an Berisikan Penjelasan Ilmu Pengetahuan Kekinian
Wallahu A'lam
Sumber : Kutipan Syaikh Abdul Malik bin Muhammad bin Abdurrahman Al-Qasim dalam Durus Al-Am.
(wid)
Lihat Juga :