Pembebasan Irak: Kontroversi Banjir Darah yang Diciptakan Khalid bin Walid

Kamis, 18 Januari 2024 - 14:16 WIB
loading...
Pembebasan Irak: Kontroversi...
Atas perintah Khalid air di sungai dibuka kembali; maka darah segar pun mengalir. Sejak itu sungai tersebut dinamai Sungai Darah. Ilustrasi: Ist
A A A
Tatkala terjadi pertempuran yang sengit di Ullais, Irak, Khalid bin Walid berdoa: "Allahumma ya Allah, berilah hamba pertolongan. Kalau Engkau memberikan kemenangan kepada kami menghadapi mereka, jangan biarkan seorang pun yang hidup dari mereka. Berilah kekuatan kepada kami agar kubanjiri sungai mereka dengan darah mereka sendiri."

Begitu pasukan Persia terdesak dan lari tak sedikit tawanan yang tertangkap pasukan muslim. Khalid meminta agar tawanan-tawanan itu diperiksa untuk memenuhi janjinya hendak membanjiri sungai dengan darah mereka. Ia wakilkan kepada beberapa orang pasukannya memenggal leher mereka di sungai setelah airnya dibendung.

Selama sehari semalam mereka yang ditunjuk oleh Khalid membantai mereka tetapi sungai itu tidak mengalirkan darah . Beberapa orang yang dekat kepada Khalid berkata: "Kalaupun penghuni dunia ini kau bantai darah mereka tak akan mengalir. Darah itu akan lancar mengalir bersama air. Begitulah kalau kau ingin memenuhi janjimu."

Atas perintah Khalid air di sungai dibuka kembali; maka darah segar pun mengalir. Sejak itu sungai tersebut dinamai "Sungai Darah."

Baca juga: Al-Musanna Pahlawan Asal Bahrain Pelopor Pembebasan Irak

Khalid belum puas dengan sungai yang sudah banjir darah itu. Bahkan ia pergi ke sebuah tempat yang disebut Amgisyia atau Manisyia - sebuah kota seperti Hirah - di dekat Ullais, terletak di hilir Furat di anak sungai Badaqli. Penduduknya pernah terlibat dalam perang di luar kota Ullais.

Khalid memerintahkan pasukannya agar menghancurkan kota itu. Mereka mengambil semua yang ada di situ dan dianggapnya sebagai harta rampasan perang.

Muhammad Husain Haekal dalam bukunya berjudul " Abu Bakr As-Siddiq " yang diterjemahkan dari bahasa Arab oleh Ali Audah (PT Pustaka Litera AntarNusa, 1987) mengatakan tentang kejadian-kejadian di Ullais dan Amgasyia, beberapa penulis sejarah menyatakan penyesalannya bahwa seorang jenderal jenius sekaliber Khalid telah melakukan perbuatan yang begitu biadab.

Mereka berharap sekiranya berita itu tidak benar. Andaikata pun memang benar demikian, tentu banyak penulis Muslim yang menyebutkan hal itu.

"Saya sendiri bersikap tidak memperkuat atau membantah apa yang dilaporkan sumber-sumber itu. Tetapi saya tak dapat menahan diri ingin tertawa ketika perbuatan itu dilukiskan sebagai perbuatan biadab. Saya tertawa bukan karena menolak penggambaran demikian atau menganggapnya aneh, tetapi karena menurut hemat saya bahwa semua perang adalah biadab," ujar Haekal.

Baca juga: Pembebasan Irak: Kisah Strategi Khalid dalam Pertempuran di Walaja

Haekal melanjutkan, di mata bangsa-bangsa yang sudah maju sekarang pun perang dapat dibenarkan. Apabila orang mengambil jalan perang dengan segala kebiadabannya itu dapat dibenarkan, yang menurut keyakinannya adalah adil, maka menggambarkan perang yang pada dasarnya memang biadab bahwa itu adalah biadab, sungguh menertawakan, bahkan lebih dari sekadar menertawakan.

"Peradaban umat manusia sebenarnya belum sampai ke tingkat peradaban yang sudah begitu tinggi, bebas dari segala kebiadaban dan sudah mencapai tingkat yang begitu mulia," ujar Haekal.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Bukan Perintah Menyerang,...
Bukan Perintah Menyerang, Ini Ayat Al-Quran yang Mengizinkan Perang
Jejak Para Singa Allah:...
Jejak Para Singa Allah: Deretan Panglima Perang Terhebat dalam Sejarah Islam
Asbabun Nuzul Surat...
Asbabun Nuzul Surat Ar Rum Ayat 1-2 : Perang Besar Bangsa Romawi vs Bangsa Persia
Kisah Sahabat Nabi dari...
Kisah Sahabat Nabi dari Iran : Salman Al Farisi Sempat Menjadi Penjaga Api Agama Majusi
Inilah Penyebab Utama...
Inilah Penyebab Utama Iran Menjadi Negara Syiah
Kisah Runtuhnya Kekaisaran...
Kisah Runtuhnya Kekaisaran Sassaniyah: Transformasi Jati Diri Bangsa Persia di Bawah Islam
Rekomendasi
China Berhasil Abadikan...
China Berhasil Abadikan Ledakan Bintang Paling Terang di Alam Semesta
Laos Akan Sulap Gunung...
Laos Akan Sulap Gunung Berapi Tidak Aktif Jadi Wahana Bermain
Mengungkap Pesona Warisan...
Mengungkap Pesona Warisan dan Sejarah Istana Bogor: Keajaiban Budaya yang Tersembunyi
Artikel Terkini
21.948 Jemaah Haji Reguler...
21.948 Jemaah Haji Reguler dan 7.702 Haji Khusus Sudah Tiba di Indonesia
Fitnah Akhir Zaman:...
Fitnah Akhir Zaman: Mengapa Wanita Menjadi Sasaran Utama Fitnah Dajjal?
Jemaah asal Tuban Bagikan...
Jemaah asal Tuban Bagikan Pentingnya JKN untuk Perjalanan Ibadah Haji yang Tenang
Syarat Istithaah Sukses...
Syarat Istithaah Sukses Tekan Angka Jemaah Haji Indonesia Sakit Pascaarmuzna
Kunjungi Misi Haji di...
Kunjungi Misi Haji di Makkah, Wamenhaj Arab Saudi Puji Perubahan Radikal Sistem Haji Indonesia
Baca Selawat Nabi 1000...
Baca Selawat Nabi 1000 Kali di Hari Jumat, Kelak Diperlihatkan Kedudukannya di Surga
Infografis
10 Kota Israel Dihuni...
10 Kota Israel Dihuni Banyak Umat Islam, Ada yang 99% Muslim
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved