Kisah Um Raed Melahirkan di Tengah Teror Bom Israel

Minggu, 21 Januari 2024 - 07:50 WIB
loading...
Kisah Um Raed Melahirkan...
Um Raed duduk menggendong bayi laki-lakinya. Al Jazeera
A A A
Di Jabalia, Jalur Gaza , kegembiraan menyambut bayi yang baru lahir dirusak. Ya, dirusak oleh penderitaan karena harus berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Para ibu berjuang melahirkan ketika jet tempur Israel melesat di atas kepala mereka. Bayi-bayi itu lahir di tengah ketidakpastian mengenai masa depan mereka.

Um Raed duduk menggendong bayi laki-lakinya, terbungkus selimut berbulu halus dan tidur nyenyak, mungkin merasa tenang dengan suara ibunya dan gerakan goyangnya saat menggendongnya.

Dia sering sakit-sakitan sejak kelahirannya, kata Um Raed, matanya membelalak dan serius, rasa frustrasi karena tidak mampu berbuat lebih banyak untuk anaknya terlihat jelas di wajahnya.

Baca juga: Kisah Aya Deeb Melahirkan di Tengah Deru Pesawat Tempur Israel

“Saya mencapai masa penuh di sini, di tempat penampungan sekolah,” kenangnya, “tetapi persalinan saya belum dimulai, mungkin karena ketakutan yang saya alami.

“Jadi saya akan berjalan kaki dari sini ke RS Kamal Adwan untuk diperiksa setiap hari. Saya melakukan itu selama tiga hari – tidak mengerti mengapa persalinan saya tidak kunjung dimulai.”

Seperti ribuan ibu lainnya di Gaza, ketika persalinannya dimulai, dia harus melahirkan dalam kondisi yang tidak sempurna dan tidak sehat tanpa adanya tindakan pencegahan keselamatan hanya karena sistem layanan kesehatan di Gaza telah kehabisan segalanya.

“Saat melahirkan, saya tidak tahu apakah saya harus fokus pada kontraksi atau pada suara pesawat tempur di atas. Haruskah saya mengkhawatirkan bayi saya, atau haruskah saya takut dengan serangan apa pun yang terjadi saat itu?

“Tahukah Anda, untuk bayi yang masih kecil, dia telah belajar mengenali suara bom. Setiap kali ada pengeboman di sini, dia kaget dan ketakutan. Saya rasa bayi semuda ini tidak seharusnya mengenali bahaya dengan cara seperti ini.”

Baca juga: Raeda al-Masry: Kisah Heroik Melahirkan di Pengungsian
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Ternyata Tanah Palestina...
Ternyata Tanah Palestina Diharamkan untuk Bani Israil, Begini Penjelasan Surat Al-Maidah Ayat 26
Apakah Israel akan Hancur?...
Apakah Israel akan Hancur? Ini Nubuat Surat Al-Isra Ayat 7
Israel dan Bani Israil:...
Israel dan Bani Israil: Serupa Tapi Tak Sama
Dompet Dhuafa Salurkan...
Dompet Dhuafa Salurkan 3.840 Paket Pangan untuk Warga Palestina
Tadabur Surat Al Maidah...
Tadabur Surat Al Maidah Ayat 21 : Perintah untuk Membela Palestina
Al-Quran Menegaskan...
Al-Quran Menegaskan Tanah Palestina Diharamkan untuk Bani Israil
Rekomendasi
Bangunan 13 Lantai di...
Bangunan 13 Lantai di Chili Tiba-tiba Ditelan Bumi
Ronggeng Gunung Pangandaran,...
Ronggeng Gunung Pangandaran, Kalaborasi Tari Lengger dan Ritual Pemujaan untuk Dewi Sri
Fenomena Efek Stadion...
Fenomena Efek Stadion Badai Erin Kategori 5 Curi Perhatian Dunia
Artikel Terkini
Bolehkah Puasa pada...
Bolehkah Puasa pada 1 Muharram? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Khotbah Jumat : 5 Pelajaran...
Khotbah Jumat : 5 Pelajaran dalam Pergantian Tahun Baru Hijriyah
Mengapa Muharram Menjadi...
Mengapa Muharram Menjadi Bulan Pertama Tahun Hijriah? Ini Sejarah dan Keistimewaannya
Jangan Salah Kaprah!...
Jangan Salah Kaprah! Begini Cara Menyambut Tahun Baru Islam Menurut Syariat
Bacaan Niat 3 Jenis...
Bacaan Niat 3 Jenis Puasa Sunnah di Bulan Muharram
Deretan Dalil Kuat Anjuran...
Deretan Dalil Kuat Anjuran 3 Puasa Sunnah di Bulan Muharram
Infografis
Tri Mumpuni, Ilmuwan...
Tri Mumpuni, Ilmuwan Muslim Indonesia Paling Berpengaruh di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved