Kisah Aya Deeb Melahirkan di Tengah Deru Pesawat Tempur Israel

Kamis, 18 Januari 2024 - 15:57 WIB
loading...
Kisah Aya Deeb Melahirkan...
Aya Deeb bersama bayinya. Foto/Ilustrasi: al Jazeera
A A A
Di Jabalia, Jalur Gaza , kegembiraan menyambut bayi yang baru lahir dirusak. Ya, dirusak oleh penderitaan karena harus berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Para ibu berjuang melahirkan ketika jet tempur Israel melesat di atas kepala mereka. Bayi-bayi itu lahir di tengah ketidakpastian mengenai masa depan mereka.

Aya Deeb duduk di sudut sebuah ruangan di sebuah sekolah yang dikelola oleh Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA). Dia berbicara dengan lembut sementara bayinya, Yara, tidur di sampingnya.

Area di sekelilingnya rapi dan rapi, dan Yara dirawat dengan baik, ditutupi dengan selimut merah muda dengan lembut di kursi mobil bekas tempat dia tidur.

Baca juga: Jejak Kekejaman Israel dalam Menghadapi Intifadah

Menyesuaikan jubah isdal bermotif birunya, Aya menceritakan kepada Al Jazeera betapa dia takut kehilangan Yara sebelum dia lahir di Hari Natal.

Selama berminggu-minggu menjelang kelahirannya, Aya – yang telah lama mengungsi dari rumahnya di Bir an-Naaja di Jalur Gaza utara – berpindah dari satu tempat penampungan ke tempat penampungan lainnya, berusaha menghindari bom Israel.

“Pada masa-masa awal konflik, kami pindah ke rumah paman suami saya di Zawayda demi keamanan. Namun kemudian mereka menargetkan rumah sebelah, dan suami saya tewas dalam serangan itu,” katanya sebagaimana dilansir Al Jazeera pada 17 Januari 2024.

Setelah itu, ibu hamil tersebut membawa anaknya yang masih balita, Mohamed, kembali ke utara untuk tinggal bersama keluarganya dan terus berpindah dari satu tempat ke tempat lain sampai dia dan orangtuanya berakhir di sekolah bersama ribuan pengungsi lainnya.

“Saya sangat tertekan selama bulan-bulan terakhir kehamilan saya. Ada begitu banyak hal yang dibutuhkan wanita hamil di trimester terakhirnya, tapi makanan dan air bersih pun tidak cukup,” katanya, wajahnya kelelahan sambil menahan emosi.

“Tetapi yang terburuk adalah kesedihanku atas suamiku dan tidak adanya dia di sisiku saat melahirkan.”
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Ternyata Tanah Palestina...
Ternyata Tanah Palestina Diharamkan untuk Bani Israil, Begini Penjelasan Surat Al-Maidah Ayat 26
Apakah Israel akan Hancur?...
Apakah Israel akan Hancur? Ini Nubuat Surat Al-Isra Ayat 7
Israel dan Bani Israil:...
Israel dan Bani Israil: Serupa Tapi Tak Sama
Dompet Dhuafa Salurkan...
Dompet Dhuafa Salurkan 3.840 Paket Pangan untuk Warga Palestina
Tadabur Surat Al Maidah...
Tadabur Surat Al Maidah Ayat 21 : Perintah untuk Membela Palestina
Al-Quran Menegaskan...
Al-Quran Menegaskan Tanah Palestina Diharamkan untuk Bani Israil
Rekomendasi
Fosil Laut Ungkap Kekuatan...
Fosil Laut Ungkap Kekuatan Arus Teluk yang Mengkhawatirkan
Teonimanu Daratan Misterius...
Teonimanu Daratan Misterius di Kepulauan Solomon yang Dipercaya Penyelamat Bumi
Ahli Geologi Yakin Samudra...
Ahli Geologi Yakin Samudra Atlantik Bisa Kembangkan Cincin Api Sendiri
Artikel Terkini
Gus Zainul Arifin, Kiai...
Gus Zainul Arifin, Kiai Muda yang Hadirkan Dakwah Modern Tanpa Tinggalkan Tradisi
Selamat Tahun Baru Islam...
Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriyah, Berikut Keutamaan Muharram
Jelang 1 Muharram, Ulama...
Jelang 1 Muharram, Ulama Anjurkan Minum Susu Putih Sebelum Subuh, Ini Alasannya
Asal-usul Nama Suro...
Asal-usul Nama Suro Asyura? Simak Penjelasannya di Sini!
Benarkah Muharram atau...
Benarkah Muharram atau Suro Bulan Keramat? Begini Pandangan Islam
Malam 1 Suro dan Muharram:...
Malam 1 Suro dan Muharram: Sejarah, Tradisi, serta Keutamaannya dalam Islam
Infografis
Penemuan-penemuan Ilmuwan...
Penemuan-penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved