Genosida Israel di Gaza: Serangan Yaman di Laut Merah Membuat Eropa Krisis Minyak

Kamis, 25 Januari 2024 - 14:56 WIB
loading...
Genosida Israel di Gaza:...
Helikopter militer Houthi terbang di atas kapal kargo Galaxy Leader di Laut Merah. Foto/Ilustrasi: Financial Times
A A A
Dukungan Eropa terhadap genosida Israel di Gaza , dan serangan Inggris-AS terhadap Yaman , telah memberikan dampak signifikan terhadap impor produk minyak olahan Eropa pada paruh pertama bulan Januari. Akibatnya, ketahanan energi di benua tersebut menjadi rusak.

PressTV mengutip laporan S&P Global Commodities menyebut Kuwait , pemain kunci di pasar minyak global, baru-baru ini mengalami kemunduran signifikan dalam ekspor bensinnya ke Eropa dengan penurunan drastis sebesar 43%.

Penurunan ini terutama disebabkan oleh meningkatnya tekanan terhadap pemilik kapal untuk menghindari Laut Merah , yang telah menyebabkan terjadinya baku tembak antara pasukan Amerika dan Yaman dalam beberapa hari terakhir.

Situasi memanas setelah Aliansi AS-Inggris melancarkan serangan udara ke Yaman pada awal bulan ini. Kedua negara mengklaim bahwa mereka telah bertindak untuk melindungi pelayaran internasional dari serangan Yaman.

Baca juga: Apakah Laut Merah Benar-benar Berwarna Merah?

Sementara serangan yang dilakukan oleh warga Yaman hanya ditujukan pada kapal-kapal Israel, atau kapal-kapal yang bergerak menuju wilayah pendudukan Israel.

Yaman telah menekankan bahwa ini adalah upaya yang ditargetkan untuk memberikan tekanan pada rezim Israel agar bergerak menuju gencatan senjata yang mendesak di Gaza.

"Serangan pejuang Yaman terhadap kapal Israel adalah reaksi alami terhadap tekanan negara-negara pendukung Israel agar menghentikan dukungan mereka sekaligus menuntut gencatan senjata di Gaza. Jika serangan terhadap Yaman terus berlanjut, perlawanan akan terus memberikan respons dan hal ini bisa semakin besar," ujar Khalid Al Sallah, Pakar Strategis.

Mengingat serangan yang dipimpin AS terhadap Yaman, situasi ini sangat merugikan Eropa, yang secara signifikan berdampak pada impor sumber daya energi pada paruh pertama bulan ini.

Rantai pasokan Eropa sudah tegang, mengalami penundaan, peningkatan biaya pengiriman, dan potensi kerugian finansial bagi bisnis yang bergantung pada rute Laut Merah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Siapa Pemasang Kiswah...
Siapa Pemasang Kiswah Kakbah Pertama? Ini Kisah Uniknya dari Negeri Yaman
Ternyata Tanah Palestina...
Ternyata Tanah Palestina Diharamkan untuk Bani Israil, Begini Penjelasan Surat Al-Maidah Ayat 26
Apakah Israel akan Hancur?...
Apakah Israel akan Hancur? Ini Nubuat Surat Al-Isra Ayat 7
Israel dan Bani Israil:...
Israel dan Bani Israil: Serupa Tapi Tak Sama
Mengenal 7 Masjid Terindah...
Mengenal 7 Masjid Terindah di Eropa, Ada yang Dibangun pada Abad 16 Masehi
3 Janji Allah SWT dalam...
3 Janji Allah SWT dalam Al Quran untuk Bani Israel, 2 Sudah Terbukti
Rekomendasi
Melintasi Sembilan Negara,...
Melintasi Sembilan Negara, Sungai Nil Saksi Angkara Murka Firaun
Manusia Purba Yunxian...
Manusia Purba Yunxian Diklaim Spesies Paling Mirip dengan Kita
Danau Kematian di Bawah...
Danau Kematian di Bawah Laut Teluk Meksiko Ditemukan
Artikel Terkini
Doa-doa Bakda Ashar...
Doa-doa Bakda Ashar di Hari Jumat, Jangan Lupa Amalkan!
8 Olahraga yang Pernah...
8 Olahraga yang Pernah Dilakukan Rasulullah SAW, Lengkap dengan Dalilnya
Jangan Asal Olahraga!...
Jangan Asal Olahraga! Ini 9 Adab Berolahraga dalam Islam
Demam Piala Dunia, Bagaimana...
Demam Piala Dunia, Bagaimana Islam Memandang Olahraga?
Khotbah Jumat : Ada...
Khotbah Jumat : Ada Apa dengan Hari Asyura?
Kisah Jin Sakhr Merebut...
Kisah Jin Sakhr Merebut Takhta Nabi Sulaiman, hingga Kerajaannya Kembali pada 10 Muharram
Infografis
Houthi Yaman Bersumpah...
Houthi Yaman Bersumpah Beri Kejutan Militer di Laut Merah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved