Prof Ghada Ageel: Detik-Detik Tahap Akhir Genosida yang Mematikan di Rafah

Jum'at, 16 Februari 2024 - 19:48 WIB
loading...
A A A
Pada tahun 2004, Rafah menjadi sasaran apa yang disebut Israel sebagai Operasi Pelangi, sebuah tindakan yang sangat ironis atas apa yang dianggap – pada saat itu – sebagai episode kekerasan terburuk yang pernah disaksikan kota tersebut. Operasi tersebut mengakibatkan hancurnya ratusan rumah di seluruh Rafah.

Sebagian rumah Rayya juga dihancurkan selama serentetan kekerasan ini. Kemudian, selama perang di Gaza tahun 2014, Rayya kehilangan cucunya yang lain – seorang mahasiswa teknik cerdas, yang baru saja bertunangan.

Kini, 10 tahun kemudian, Rayya kembali berusaha bertahan dari agresi militer di Rafah. Saya belum bisa menghubunginya akhir-akhir ini, namun saya khawatir dia kembali mengungsi, kelaparan, kedinginan dan ketakutan, menggali lubang di tanah untuk mencari air atau pergi ke toilet pada usia 89 tahun.

Baca juga: Genosida Israel di Gaza: 50.000 Ibu Hamil Menjadi Korban

Kisah tanteku Rayya – kisah penderitaan dan kegigihan – adalah kisah Rafah. Kisahnya menggemakan kisah tragis lebih dari satu juta pengungsi Palestina yang terpaksa mencari perlindungan di kota perbatasan. Namun kisah Rafah juga merupakan salah satu solidaritas internasional.

Rachel Corrie, Tom Hurndall dan James Miller semuanya kehilangan nyawa mereka di tangan militer Israel di Rafah ketika mereka dengan berani mengambil sikap melawan pendudukan brutal Israel.

Rafah kini menjadi tempat perlindungan terakhir bagi warga Palestina di Gaza di tengah genosida yang masih berlangsung, dan merupakan tempat di mana komunitas internasional dapat dan harus mengambil tindakan untuk mencegah terjadinya kembali Warsawa atau Srebrenica.

Inilah saatnya bagi setiap anggota masyarakat sipil global, setiap orang yang percaya pada hak asasi manusia, keadilan dan kebebasan bagi semua, untuk berbicara menentang sikap diam yang memekakkan telinga dari para pemimpin politik mereka dan mengambil sikap untuk rakyat Palestina yang telah lama menderita.

Ketika ancaman invasi Israel yang dahsyat mulai terlihat di Rafah, kita tidak bisa terus mengabaikan penderitaan para pengungsi Palestina, yang berkali-kali menjadi pengungsi, sakit, kelaparan dan terpaksa melawan kampanye pembersihan etnis secara terang-terangan hanya dengan menggunakan tubuh mereka yang rapuh.

Tidak ada seorang pun yang bisa mengaku tidak mengetahui apa yang terjadi saat ini di Rafah, di Gaza, dan di seluruh Palestina. Kebenarannya terlihat jelas dalam kesaksian anak-anak yang hidup dalam masa genosida, dalam karya jurnalis pemberani yang mendokumentasikan pembantaian mereka sendiri, dalam laporan yang diteliti dengan cermat dan bersumber dari para ahli, akademisi, pembela hak asasi manusia, dan lembaga internasional.

Baca juga: Siasat Genosida Israel: Ketika Kritik kepada Israel Dianggap gerakan Anti-Semit

Rafah adalah kesempatan terakhir bagi komunitas internasional untuk bersatu demi perdamaian dan martabat di Palestina. Sudah saatnya Rafah akhirnya benar-benar aman dan sejahtera. Sudah waktunya bagi pengungsi seumur hidup seperti bibi saya Rayya untuk mendapatkan keselamatan dan keamanan permanen. Sudah waktunya untuk gencatan senjata dan Palestina merdeka.

Baca juga: Genosida Israel di Gaza: Zionis yang Gemar Menjajakan Kebohongan
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Ternyata Tanah Palestina...
Ternyata Tanah Palestina Diharamkan untuk Bani Israil, Begini Penjelasan Surat Al-Maidah Ayat 26
Apakah Israel akan Hancur?...
Apakah Israel akan Hancur? Ini Nubuat Surat Al-Isra Ayat 7
Israel dan Bani Israil:...
Israel dan Bani Israil: Serupa Tapi Tak Sama
Dompet Dhuafa Salurkan...
Dompet Dhuafa Salurkan 3.840 Paket Pangan untuk Warga Palestina
Tadabur Surat Al Maidah...
Tadabur Surat Al Maidah Ayat 21 : Perintah untuk Membela Palestina
Al-Quran Menegaskan...
Al-Quran Menegaskan Tanah Palestina Diharamkan untuk Bani Israil
Rekomendasi
Data Satelit NASA Selama...
Data Satelit NASA Selama 24 Tahun Ungkap Hal Menakutkan Ini Bakal Terjadi di Bumi
Gunung yang Disebut...
Gunung yang Disebut dalam Al-Quran dengan Fenomena Uniknya
Laut Merah Terbelah...
Laut Merah Terbelah Dua Bisa Terulang Lagi! Ilmuwan Ungkap Fakta Ini
Artikel Terkini
Sebaik-baikya Puasa...
Sebaik-baikya Puasa Setelah Ramadan, Ternyata Puasa Muharram!
Bacaan Niat 3 Jenis...
Bacaan Niat 3 Jenis Puasa Sunnah Muharram, Harian, Tasua dan Asyura
Puasa Asyura 2026: Jadwal,...
Puasa Asyura 2026: Jadwal, Dalil, dan Keutamaan Besarnya Menurut Hadis Nabi
Peristiwa di Bulan Muharram...
Peristiwa di Bulan Muharram : Bahtera Nabi Nuh AS Berlabuh setelah 150 Tahun Terombang-ambing Banjir
7 Kisah Para Nabi di...
7 Kisah Para Nabi di Bulan Muharram yang Diabadikan Al Quran
Bolehkah Menggabungkan...
Bolehkah Menggabungkan Niat Puasa Sunnah?
Infografis
Tri Mumpuni, Ilmuwan...
Tri Mumpuni, Ilmuwan Muslim Indonesia Paling Berpengaruh di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved