Mengenal Salat Tarawih dan Asal-usul Sejarahnya

Kamis, 20 Februari 2025 - 09:37 WIB
loading...
Mengenal Salat Tarawih...
Istilah tarawih belum dikenal pada era Nabi Muhammad SAW, Beliau menyebutnya bukan dengan istilah tarawih, tapi dengan nama qiyam Ramadan, yakni penghidupan atas malam Ramadan. Foto ilustrasi/ist
A A A
Salat Tarawih , adalah salat sunnah yang paling dinanti kaum muslim di malam-malam bulan Ramadan. Mengapa salat tarawih hanya ada di bulan Ramadan , dan bagaimana asal usul serta sejarah salat tarawih ini?

Kata tarawih adalah bentuk plural (jamak) dari single tarwiih. Dan Tarawih adalah bentuk mashdar (kata sifat/hasil kerja) dari kata kerja Rawwaha – Yurawwihu.

Menurut Ahmad Zarkasih Lc, penulis buku "Sejarah Tarawih", istilah tarawih belum dikenal pada era Nabi Muhammad salallahu alaihi wa salam (SAW). "Nabi menyebutnya bukan dengan istilah tarawih, tapi dengan nama qiyam Ramadan, yakni penghidupan atas malam Ramadan," tuturnya. "Maksudnya ibadah guna menghidupkan malam-malam Ramadan," jelasnya.

Munculnya nama tarawih untuk menyebut salat sunnah malam Ramadan ini bisa jadi ada beberapa kemungkinan. Salah satunya adalah apa yang terjadi di masa Khalifah Umar bin al-Khathtab. Yakni dari riwayat Imam al-Marwadzi dalam kitabnya Kitab Qiyam Ramadan.

"Dari al-Hasan rahimahullah. Umar bin Khattab Radhiyallahu'anhu memerintahkan Ubai untuk menjadi imam pada qiyam Ramadan, dan mereka tidur di seperempat pertama malam. Lalu mengerjakan salat di 2/4 malam setelahnya. Dan selesai di ¼ malam terakhir, mereka pun pulang dan sahur. Mereka membaca 5 sampai 6 ayat pada setiap rakaat. Dan salat dengan 18 rakaat yang salam setiap 2 rakaat, dan memberikan mereka istirahat sekadar berwudhu dan menunaikan hajat mereka."

Menjadi mungkin, istilah tarawih muncul di masa ini, karena dalam riwayat di atas, Ubai bin Ka’ab diperintah oleh Umar RA untuk menjadi imam qiyam Ramadan dengan bacaan 5 sampai 6 ayat di setiap rakaat. Dan setiap 2 rakaat, istirahat. Dengan redaksi riwayat seperti ini: "Memberikan mereka istirahat sekadar berwudhu dan menunaikan hajat mereka".

Bisa jadi itulah kenapa salat ini disebut dengan istilah Tarawih; karena pelaksaannya ketika zaman ini imam memberikan banyak tarwiih, alias istirahat untuk para makmum di setiap selesai 2 rakaat. Itu berarti, menurut Zarkasih, jika salat dikerjakan dengan 18 rakaat, mereka mendapatkan 9 kali tarwiih. Dan kalau salat itu dikerjakan dengan 20 rakaat, maka tarwiih yang ada menjadi 10 kali tarwih. Apalagi jika ditambah dengan 3 rakaat witir yang formatnya 2 rakaat plus 1. Itu berarti tarwih manjadi 12 kali

Karena itulah salat ini dinamakan salat tarawih , karena di dalamnya imam memberikan banyak tarwiih alias istirahat di setiap selesai salam.

Variasi Jumlah Rakaat

Soal jumlah rakaat dalam salat tarawih juga banyak tidak diketahui oleh kebanyakan orang. "Beberapa orang tahunya bahwa salat tarawih itu ada ketetapan jumlah rakaat yang teriwayat dari Nabi atau para sahabat. Ada yang menyebut 8 rakaat, tidak sedikit yang mengatakan 20 rakaat atau bahkan ada yang lebih," tuturnya.

Padahal, menurut dia, tidak seperti itu juga pelaksanaan tarawih dari sejak zaman Nabi SAW sampai saat kita sekarang ini. Dalam perjalanannya, justru salat ini dilakukan dengan variasi jumlah rakaat yang beragam dan berbeda-beda.

Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bahkan mengerjakan salat tarawih atau qiyam Ramadan dengan jumlah rakaat yang bervariasi. Itulah sebabnya mengapa banyak ulama yang sampai saat ini masih berselisih tentang berapa jumlah rakaat tarawih yang benar dan sesuai dengan apa yang dilakukan Nabi SAW. Lalu kemudian, jumlah 20 rakaatlah yang menjadi masyhur dan disepakati oleh 4 mazhab fiqih sebagai jumlah yang ideal untuk salat tarawih di malam Ramadan.

Baca juga: Masya Allah! Gerakan Salat Tarawih Bisa Sehatkan Jantung

Wallahu A'lam
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Asal-Usul dan Kisah...
Asal-Usul dan Kisah Puasa Tarwiyah-Arafah
Kenapa Dinamakan Bulan...
Kenapa Dinamakan Bulan Zulkaidah? Ini Sejarah dan Asal-usul Lengkapnya
Asal-usul Nama Bulan...
Asal-usul Nama Bulan Syawal dalam Sejarah Islam, Cek Penjelasannya di Sini!
Ramadan, Waktu yang...
Ramadan, Waktu yang Tepat Mendulang Berbagai Pahala
Asal Muasal dan Sejarah...
Asal Muasal dan Sejarah Perintah Zakat, Simak Biar Lebih Paham!
Komunitas Muslim Korea...
Komunitas Muslim Korea Semarakkan Bulan Suci Ramadan 1447 H dengan Beragam Kegiatan
Rekomendasi
Kuda Laut Jatuh dari...
Kuda Laut Jatuh dari Langit Hebohkan Dunia Maya
Bagaimana Pengaruh Bulan...
Bagaimana Pengaruh Bulan Terhadap Suasana Hati? Simak Ulasannya!
Prof Agus Purwanto Ungkap...
Prof Agus Purwanto Ungkap Ini Mengapa Negara Islam Kalah dengan Barat
Artikel Terkini
Bahaya Mengumbar Aib...
Bahaya Mengumbar Aib di Media Sosial, Ini Penjelasan Islam Berdasarkan Al-Qur'an
Komisi VIII DPR Beri...
Komisi VIII DPR Beri Sinyal Ongkos Haji 2027 Naik
Tata Cara Menguburkan...
Tata Cara Menguburkan Jenazah Sesuai Syariat Islam, Lengkap dari Awal hingga Akhir
Salat Jenazah, Pahala...
Salat Jenazah, Pahala dan Keutamaan 2 Qirath Beserta Bacaan Niat Lengkap
6 Adab Syariyah Mengurus...
6 Adab Syar'iyah Mengurus Orang yang Baru Meninggal Dunia
Mengawetkan Jenazah...
Mengawetkan Jenazah dalam Islam, Bolehkah Dilakukan? Ini Penjelasan Ulama
Infografis
Mengenal Asal Usul dan...
Mengenal Asal Usul dan Sejarah Kuliner Legendaris Dimsum
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved