3 Ciri Orang Bertakwa dalam Surat Ali Imran Ayat 133 dan 134

Rabu, 13 Maret 2024 - 12:30 WIB
loading...
3 Ciri Orang Bertakwa...
Dalam Surat Ali Imran ayat 133—134, dijelaskan tentang tiga ciri yang dimiliki oleh orang-orang yang bertakwa, salah satu cirinya adalah orang yang senantiasa berninfak di jalan Allah SWT. Foto ilustrasi/SINDOnews
A A A
Dalam Surat Ali Imran ayat 133—134, dijelaskan tentang tiga ciri yang dimiliki oleh orang-orang yang bertakwa . Ciri-ciri seperti apakah itu?

Allah Ta'ala berfirman :

وَسَارِعُوْٓا اِلٰى مَغْفِرَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمٰوٰتُ وَالْاَرْضُۙ اُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَۙ


“Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Rabbmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa,”

الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ فِى السَّرَّۤاءِ وَالضَّرَّۤاءِ وَالْكَاظِمِيْنَ الْغَيْظَ وَالْعَافِيْنَ عَنِ النَّاسِۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَۚ


“(yaitu) orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan.”

Dalam kitab tafsir Imam Al-Baghawi yang berjudul Ma ‘alimut Tanzil, beliau menjelaskan ayat ini dimulai dengan kata wa saari‘uu yang merupakan fi’il amri (kata perintah) yang artinya bersegeralah kalian. Bersegera dalam hal ini yaitu kepada kebaikan. Sebab, sebagaimana sama-sama kita ketahui bahwa sebaik-baik kebaikan adalah yang disegerakan.

Adapun dalam ayat ini kita diminta untuk bersegera kepada maghfirah Allah subhanahu wata ‘ala. Apa maksudnya?
Ustaz Nofriyanto MAg, yang juga Dosen Prodi Aqidah dan Filsafat Islam UNIDA GONTOR, menjelaskan para ulama menyebut bahwa kata “maghfirah” dalam ayat di atas ada yang bermakna taubat, jihad, melaksanakan kewajiban dinul Islam, salat, jihad, dan masuk agama Islam. Semua hal ini mendatangkan ampunan Allah subhanahu wata ‘ala.

Ayat ini dilanjutkan dengan kata “jannatin” yang berarti surga. Sebutan untuk tempat dambaan setiap insan yang beriman. Tempat berlimpah kenikmatan yang hampir tidak pernah terlihat oleh mata dan tidak pernah terdengar oleh telinga dan juga tidak pernah terbetik dalam hati.

"Namun, yang tak kalah menarik adalah penggunaan kata “ardh” setelahnya. Orang Arab menyebut kata lebar itu dengan sebutan ardhun,"jelas Ustaz Nofriyanto

Kenapa disebut ‘lebar’? Padahal kalau kita lihat sehari-hari kalau kita mengukur jalan misalkan yang biasa terbayang adalah panjangnya bukan lebarnya, padahal sejatinya lebar jalan pasti lebih kecil volumenya dibandingkan panjangnya.

Maksud penggunaan kata ‘ardh pada al-Quran surat Ali Imran ayat 133 tersebut agar terbesit dalam benak para hamba-Nya betapa luasnya surga yang lebarnya saja seperti langit dan bumi.

Surga selebar itu Allah peruntukkan bagi para hamba-Nya yang bertakwa . Siapakah mereka orang-orang yang bertakwa itu?

Tiga Ciri Orang Bertakwa

1. Senantiasa Berinfak di Jalan Allah

Jawabannya ada di ayat setelahnya, Al-Quran surat Ali Imran ayat 133. Yaitu mereka yang memiliki tiga sifat utama.

Senantiasa berinfak di jalan Allah subhanahu wata ‘ala dalam keadaan lapang atau pun sempit. Apalagi berinfak di bulan Ramadan ini. Bulan Ramadan sudah jelas lebih besar dan berlipat ganda pahala dan ganjarannya. Sebab, di antara tiga amalan utama di bulan Ramadan salah satunya adalah berinfak atau bersedekah.

Jadi, ciri pertama orang bertakwa yang akan mendapatkan maghfirah dan akan mendapatkan surga yang luasnya seperti langit dan bumi yaitu orang-orang yang gemar membela jalan hartanya di jalan Allah subhanahu wata ‘ala. Baik dalam kondisi susah maupun mudah.

2. Bisa Menahan Emosi atau Marah

Ciri yang kedua adalah orang-orang yang bisa menahan emosi atau amarahnya. Saking bahayanya tidak bisa mengendalikan rasa amarah, orang Arab menyebutnya dengan al-ghadhabu ra`su kulli khatiiatin, yang artinya: marah adalah sumber segala keburukan. Namun, bagi siapa saja yang mampu menahan amarahnya maka dijamin baginya banyak kebaikan.

Salah satunya sebagaimana yang disebutkan dalam hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam,

مَنْ كَظَمَ غَيْظًا وَهُوَ قَادِرٌ عَلَى أَنْ يُنْفِذَهُ دَعَاهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَى رُءُوسِ الْخَلَائِقِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُخَيِّرَهُ اللَّهُ مِنْ الْحُورِ الْعِينِ مَا شَاءَ


“Barang siapa yang mampu menahan atau mengendalikan rasa marahnya, padahal ia mampu melampiaskannya, namun ia tahan dan ia kendalikan, maka Allah ‘azza wajalla akan panggil ia dengan panggilan kehormatan nanti di akhirat di depan khalayak umum dan diberi kebebasan untuk memilih siapa saja yang ingin ia jadikan pasangan dari para bidadari surga.” (HR. At-Tirmidzi no. 2021, 2491; Abu Dawud no. 4777; Ibnu Majah no. 4186; Ahmad no. 15210)

Salah satu cara yang diajarkan oleh baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk mengendalikan rasa marah, yaitu apabila seseorang marah sedang dia dalam kondisi berdiri, hendaklah ia duduk; jika tetap marah, hendaklah ia berbaring; jika tetap marah, hendaklah ia berjudul; dan jika tetap marah juga, hendaklah ia shalat.

Kenapa harus dengan wudhu? Sebab, marah itu bagian dari setan dan setan itu tercipta dari api, dan api hanya bisa dipadamkan dengan air sebagaimana petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Dan hampir semua kejahatan yang terjadi yang sampai bisa melukai orang lain atau menzalimi bahkan menghilangkan nyawa orang lain itu pangkal masalahnya adalah tidak bisa menahan rasa marah.

3. Mudah Memaafkan

Sifat ketiga orang bertakwa yang akan mendapatkan maghfirah dan masuk ke surga Allah subhanahu wata ‘ala adalah orang yang mau memaafkan orang lain.

Marilah kita mencontoh orang-orang saleh terdahulu yang mudah memaafkan kesalahan sesama.

Nabi Yusuf ‘alaihissalam semasa kecil dimusuhi oleh saudara-saudaranya. Hingga mereka berhasil memisahkan Yusuf kecil dari Ya’qub ‘alaihissalam, ayahanda tercinta, selama hampir empat puluh tahun lamanya. Dibuang di sumur, dijadikan budak, dijual dengan harga yang murah, beliau rasakan.

Namun, apa yang terjadi? Setelah Allah mengangkat Nabi Yusuf menjadi Nabi, setelah Allah membebaskannya dari perbudakan, menjadikannya bendaharawan Al-Aziz, Raja Mesir. Setelah Mesir berada di bawah kekuasaannya, dan saudara-saudaranya yang dahulu berniat membunuhnya datang memohon belas kasihan.

Di saat Nabi Yusuf berkuasa atas mereka, apa yang beliau katakan?

قَالَ لَا تَثْرِيْبَ عَلَيْكُمُ الْيَوْمَۗ يَغْفِرُ اللّٰهُ لَكُمْ ۖوَهُوَ اَرْحَمُ الرّٰحِمِيْنَ


“Dia (Yusuf) berkata, “Pada hari ini tidak ada cercaan terhadap kalian, mudah-mudahan Allah mengampuni kalian. Dan Dia Maha Penyayang di antara para penyayang.” (QS. Yusuf: 92)

Sebelum saudara-saudaranya meminta maaf, beliau sudah memaafkan. Bahkan memohonkan agar Allah mengampuni mereka. Inilah contoh sifat mudah memaafkan yang sesungguhnya.

Demikianlah tiga ciri orang bertakwa sebagaimana yang tercantum dalam Surat Ali Imran ayat 133 dan 134.

Baca juga: Membangun Kualitas Iman dan Takwa di Bulan Ramadan

Wallahu A'lam
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Surat Al Ankabut Ayat...
Surat Al Ankabut Ayat 2-3, Mengingatkan Bahayanya Fitnah Akhir Zaman
Amalan Jumat: Raih Cahaya...
Amalan Jumat: Raih Cahaya dengan Membaca Surat Al-Kahfi
Surat Al Hajj Ayat 37...
Surat Al Hajj Ayat 37 : Rahasia dan Makna Sejati Ibadah Kurban
Mengintip Isi Tulisan...
Mengintip Isi Tulisan Ayat-ayat Al Quran di Kiswah Kakbah
Ayat-ayat Al Quran Tentang...
Ayat-ayat Al Quran Tentang Perintah Haji, Beserta Hukum dan Tafsirnya
Inilah Dalil Naqli Ibadah...
Inilah Dalil Naqli Ibadah Haji dalam Beberapa Surat Al Quran dan Hadis Nabi SAW
Rekomendasi
Jadi Tempat Terpanas...
Jadi Tempat Terpanas di Bumi, NASA Cap Gurun Dasht-e Lut sebagai Area Neraka
Blue Fire di Dunia Ada...
Blue Fire di Dunia Ada Berapa? Ada 3 dan Salah Satunya di Indonesia
Al-Idrisi sang Pemandu...
Al-Idrisi sang Pemandu Marcopolo, Ibnu Batutta, dan Colombus
Artikel Terkini
Bolehkah Menggabungkan...
Bolehkah Menggabungkan Niat Puasa Sunnah?
Tahun Baru Islam 1448...
Tahun Baru Islam 1448 H Jadi Momentum Kebangkitan Umat Islam Hadapi Tantangan Global
Puasa Tasua, Keutamaan...
Puasa Tasua, Keutamaan dan Jadwal Pelaksanaannya
Tak Banyak yang Tahu,...
Tak Banyak yang Tahu, Ini 7 Larangan di Bulan Muharram
Ucapkan Selamat Tahun...
Ucapkan Selamat Tahun Baru 1448 Hijriah, Menag Ajak Umat Jaga Persatuan
Jadwal Puasa Muharam...
Jadwal Puasa Muharam 1448 H Tahun 2026, Kapan Puasa Tasu'a dan Asyura Dilaksanakan?
Infografis
Penemuan-penemuan Ilmuwan...
Penemuan-penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved