Ramadan Momentum Tingkatkan Kualitas Ibadah dan Solidaritas Sesama Manusia
Minggu, 17 Maret 2024 - 15:58 WIB
loading...
A
A
A
Saat ini umat Islam bisa sedikit merasakan bagaimana penderitaan rakyat Palestina dalam menghadapi kehidupan. Dengan ikut merasakannya, diharapkan bisa memunculkan rasa empati untuk membantu siapapun yang tertimpa musibah dan mereka di sekitar kita yang tidak berkecukupan.
"Oleh karenanya, puasa itu tidak hanya mengandung nilai keimanan kepada Tuhan, namun juga nilai kemanusiaan. Rasa kebersamaan yang begitu tinggi juga bisa kita rasakan ketika melaksanakan salat tarawih berjamaah dan buka puasa bersama dengan keluarga dan teman-teman. Hal tersebut tentu akan memperkuat rasa persaudaraan dan silaturahmi," kata Suaib.
Ramadan tahun ini juga berdekatan dengan berakhirnya Pemilu 2024, Dr Suaib juga menyoroti situasi politik yang kian tegang. Dia menegaskan pentingnya perdamaian dan stabilitas sosial sebagai bagian dari keseluruhan pengalaman Ramadan. Ia berharap pemerintah dan seluruh masyarakat dapat bekerja sama untuk menyelesaikan perbedaan dengan cara yang damai, dan memastikan bahwa negara tetap aman selepas perhelatan Pemilu 2024. Demi terciptanya kolaborasi yang baik dalam kehidupan sosial, diperlukan sumbangsih dari semua elemen masyarakat Indonesia.
"Kalau misalkan selama ini kita kurang berkontribusi dalam kehidupan bermasyarakat, sudah sepatutnya kita berkontribusi lebih banyak lagi. Jika selama ini kita kurang membantu orang di sekitar, kita harus persiapkan bagaimana supaya solidaritas terhadap sesama bisa ditingkatkan setelah Ramadan," katanya.
Dr Suaib mengungkapkan, rakyat Indonesia dihadapkan dengan kondisi kehidupan sosial yang agak sulit usai Pemilu 2024. Ia rasa masih banyak riak-riak gesekan bahkan perpecahan horizontal yang masih tersisa di tataran akar rumput.
"Kita semua berharap bahwa di bulan suci Ramadan, khususnya mengenai situasi politik yang belum sepenuhnya stabil, Pemerintah serta pihak terkait dapat menyelesaikannya dengan baik. Dengan demikian, kita bisa mengharapkan kondisi masyarakat dan negara Indonesia kembali aman dan damai," katanya.
"Oleh karenanya, puasa itu tidak hanya mengandung nilai keimanan kepada Tuhan, namun juga nilai kemanusiaan. Rasa kebersamaan yang begitu tinggi juga bisa kita rasakan ketika melaksanakan salat tarawih berjamaah dan buka puasa bersama dengan keluarga dan teman-teman. Hal tersebut tentu akan memperkuat rasa persaudaraan dan silaturahmi," kata Suaib.
Ramadan tahun ini juga berdekatan dengan berakhirnya Pemilu 2024, Dr Suaib juga menyoroti situasi politik yang kian tegang. Dia menegaskan pentingnya perdamaian dan stabilitas sosial sebagai bagian dari keseluruhan pengalaman Ramadan. Ia berharap pemerintah dan seluruh masyarakat dapat bekerja sama untuk menyelesaikan perbedaan dengan cara yang damai, dan memastikan bahwa negara tetap aman selepas perhelatan Pemilu 2024. Demi terciptanya kolaborasi yang baik dalam kehidupan sosial, diperlukan sumbangsih dari semua elemen masyarakat Indonesia.
"Kalau misalkan selama ini kita kurang berkontribusi dalam kehidupan bermasyarakat, sudah sepatutnya kita berkontribusi lebih banyak lagi. Jika selama ini kita kurang membantu orang di sekitar, kita harus persiapkan bagaimana supaya solidaritas terhadap sesama bisa ditingkatkan setelah Ramadan," katanya.
Dr Suaib mengungkapkan, rakyat Indonesia dihadapkan dengan kondisi kehidupan sosial yang agak sulit usai Pemilu 2024. Ia rasa masih banyak riak-riak gesekan bahkan perpecahan horizontal yang masih tersisa di tataran akar rumput.
"Kita semua berharap bahwa di bulan suci Ramadan, khususnya mengenai situasi politik yang belum sepenuhnya stabil, Pemerintah serta pihak terkait dapat menyelesaikannya dengan baik. Dengan demikian, kita bisa mengharapkan kondisi masyarakat dan negara Indonesia kembali aman dan damai," katanya.
(abd)
Lihat Juga :