Quraish Shihab: Al-Qur'an Tidak Menggunakan Metode Penyusunan Buku Ilmiah
Selasa, 19 Maret 2024 - 04:00 WIB
loading...
A
A
A
Terkadang pula, ada suatu persoalan atau hukum yang sedang diterangkan tiba-tiba timbul persoalan lain yang pada pandangan pertama tidak ada hubungan antara satu dengan yang lainnya.
Baca juga: Keutamaan dan Keistimewaan Malam Nuzulul Qur'an
Misalnya, Quraish mencontohkan apa yang terdapat dalam surah Al-Baqarah ayat 216-221, yang mengatur hukum perang dalam asyhur al-hurum berurutan dengan hukum minuman keras, perjudian, persoalan anak yatim, dan perkawinan dengan orang-orang musyrik.
Menurut Quraish, yang demikian itu dimaksudkan agar memberikan kesan bahwa ajaran-ajaran Al-Qur'an dan hukum-hukum yang tercakup di dalamnya merupakan satu kesatuan yang harus ditaati oleh penganut-penganutnya secara keseluruhan tanpa ada pemisahan antara satu dengan yang lainnya.
Dalam menerangkan masalah-masalah filsafat dan metafisika, Al-Qur'an tidak menggunakan istilah filsafat dan logika. Juga dalam bidang politik, ekonomi, sosial dan kebudayaan. "Yang demikian ini membuktikan bahwa Al-Qur'an tidak dapat dipersamakan dengan kitab-kitab yang dikenal manusia," paparnya.
Tujuan Al-Qur'an juga berbeda dengan tujuan kitab-kitab ilmiah. Untuk memahaminya, terlebih dahulu harus diketahui periode turunnya Al-Qur'an. Dengan mengetahui periode-periode tersebut, tujuan-tujuan Al-Qur'an akan lebih jelas.
Baca juga: Benarkah Malam 17 Ramadhan Nuzulul Quran?
Baca juga: Keutamaan dan Keistimewaan Malam Nuzulul Qur'an
Misalnya, Quraish mencontohkan apa yang terdapat dalam surah Al-Baqarah ayat 216-221, yang mengatur hukum perang dalam asyhur al-hurum berurutan dengan hukum minuman keras, perjudian, persoalan anak yatim, dan perkawinan dengan orang-orang musyrik.
Menurut Quraish, yang demikian itu dimaksudkan agar memberikan kesan bahwa ajaran-ajaran Al-Qur'an dan hukum-hukum yang tercakup di dalamnya merupakan satu kesatuan yang harus ditaati oleh penganut-penganutnya secara keseluruhan tanpa ada pemisahan antara satu dengan yang lainnya.
Dalam menerangkan masalah-masalah filsafat dan metafisika, Al-Qur'an tidak menggunakan istilah filsafat dan logika. Juga dalam bidang politik, ekonomi, sosial dan kebudayaan. "Yang demikian ini membuktikan bahwa Al-Qur'an tidak dapat dipersamakan dengan kitab-kitab yang dikenal manusia," paparnya.
Tujuan Al-Qur'an juga berbeda dengan tujuan kitab-kitab ilmiah. Untuk memahaminya, terlebih dahulu harus diketahui periode turunnya Al-Qur'an. Dengan mengetahui periode-periode tersebut, tujuan-tujuan Al-Qur'an akan lebih jelas.
Baca juga: Benarkah Malam 17 Ramadhan Nuzulul Quran?
(mhy)
Lihat Juga :