BWI Kembangkan Wakaf Calon Pengantin, Apa Itu?
Kamis, 28 Maret 2024 - 02:41 WIB
loading...
A
A
A
"Tentu Pak Menteri Agama tadi pun juga sudah memberikan dukungan yang sangat luar biasa, apalagi nanti kalau ada wakaf rutin bulanan, setiap bulan para pegawai di Kementerian Agama itu berwakaf," katanya.
Sementara itu, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengapresiasi BWI yang terus mendorong berkembangnya wakaf produktif. Menurutnya, wakaf produktif telah diajarkan oleh Rasulullah. Ketika itu, sahabat Umar bin Khattab ingin menyedekahkan tanahnya di wilayah Khaibar, namun Rasulullah menganjurkan agar tanah tersebut diwakafkan, sehingga tanah itu bisa berproduksi dan hasil yang diperoleh dari tanah itu dapat digunakan atau bermanfaat bagi warga sekitar.
"Itulah Nabi pernah mencontohkan ketika sahabat Umar ingin menyedekahkan tanahnya tapi kemudian dicegah dan dianjurkan tanah tersebut diwakafkan. Ini yang kemudian dikembangkan oleh BWI," kata Menag Yaqut usai membuka resmi Gebyar Wakaf Ramadan 2024 BWI bersama dengan Ketua BWI Muhammad Nuh, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, Direktur DESK Bank Indonesia Imam Hartono dan Direktur Pembiayaan Syariah Kementerian Keuangan Dwi Irianty.
Ia mengutip data BWI yang menyebut potensi wakaf di Indonesia sekitar 180 triliun namun dalam realisasinya baru Rp1,8 triliun. Menag berharap jumlahnya wakaf terus bertambah setiap tahun dan dikelola menjadi wakaf produktif.
"Maka kita bisa membayangkan wakaf bisa menjadi bagian dari kontribusi pengentasan kemiskinan di Indonesia, hal yang tidak mungkin dan mustahil yang bisa dilakukan. Terlebih warga bangsa ini mayoritas umat Islam, tinggal bagaimana literasi tentang wakaf produktif ini terus ditingkatkan pada umat Islam di negeri ini," katanya.
Sementara itu, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengapresiasi BWI yang terus mendorong berkembangnya wakaf produktif. Menurutnya, wakaf produktif telah diajarkan oleh Rasulullah. Ketika itu, sahabat Umar bin Khattab ingin menyedekahkan tanahnya di wilayah Khaibar, namun Rasulullah menganjurkan agar tanah tersebut diwakafkan, sehingga tanah itu bisa berproduksi dan hasil yang diperoleh dari tanah itu dapat digunakan atau bermanfaat bagi warga sekitar.
"Itulah Nabi pernah mencontohkan ketika sahabat Umar ingin menyedekahkan tanahnya tapi kemudian dicegah dan dianjurkan tanah tersebut diwakafkan. Ini yang kemudian dikembangkan oleh BWI," kata Menag Yaqut usai membuka resmi Gebyar Wakaf Ramadan 2024 BWI bersama dengan Ketua BWI Muhammad Nuh, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, Direktur DESK Bank Indonesia Imam Hartono dan Direktur Pembiayaan Syariah Kementerian Keuangan Dwi Irianty.
Ia mengutip data BWI yang menyebut potensi wakaf di Indonesia sekitar 180 triliun namun dalam realisasinya baru Rp1,8 triliun. Menag berharap jumlahnya wakaf terus bertambah setiap tahun dan dikelola menjadi wakaf produktif.
"Maka kita bisa membayangkan wakaf bisa menjadi bagian dari kontribusi pengentasan kemiskinan di Indonesia, hal yang tidak mungkin dan mustahil yang bisa dilakukan. Terlebih warga bangsa ini mayoritas umat Islam, tinggal bagaimana literasi tentang wakaf produktif ini terus ditingkatkan pada umat Islam di negeri ini," katanya.
(abd)
Lihat Juga :