Tanda Ibadah Puasa Ramadan Diterima Allah SWT
Jum'at, 05 April 2024 - 04:05 WIB
loading...
A
A
A
Ibnu Rajab Al-Hambali mengatakan,
Artinya: "Membiasakan puasa setelah puasa Ramadhan merupakan tanda diterimanya amal puasa di bulan Ramadan. Sesungguhnya Allah jika menerima suatu amal hamba, maka Allah beri ia taufik untuk melakukan amal shalih setelahnya."
Begitu pula sebaliknya, barangsiapa yang melaksanakan kebaikan lalu malah dilanjutkan dengan amalan kejelekan maka ini adalah tanda tertolaknya atau tidak diterimanya amalan kebaikan yang
telah dilakukan.
Dalam hadits riwayat Bukhari, Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan tetap mengamalkannya, maka Allah Ta'ala tidak butuh kepada puasanya."
Senada dengan hadits riwayat Ibnu Majah yang artinya, "Berapa banyak orang berpuasa yang tidak mendapatkan apa-apa kecuali lapar dan dahaga saja."
Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur'an surat An-Nahl ayat 97,
Artinya: Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.
Baca juga: Imam Al-Ghazali: Puasa Berarti Musnahnya Kehendak Nafsu
Wallahu A'lam
أن معاودة الصيام بعد صيام رمضان علامة على قبول صوم رمضان فإن الله إذا تقبل عمل عبد وفقه لعمل صالح بعده كما قال بعضهم: ثواب الحسنة الحسنة بعدها فمن عمل حسنة ثم اتبعها بعد بحسنة كان ذلك علامة على قبول الحسنة الأولى كما أن من عمل حسنة ثم اتبعها بسيئة كان ذلك علامة رد الحسنة وعدم قبولها
Artinya: "Membiasakan puasa setelah puasa Ramadhan merupakan tanda diterimanya amal puasa di bulan Ramadan. Sesungguhnya Allah jika menerima suatu amal hamba, maka Allah beri ia taufik untuk melakukan amal shalih setelahnya."
Begitu pula sebaliknya, barangsiapa yang melaksanakan kebaikan lalu malah dilanjutkan dengan amalan kejelekan maka ini adalah tanda tertolaknya atau tidak diterimanya amalan kebaikan yang
telah dilakukan.
2. Dijauhkan dari perbuatan tercela
Ciri berikutnya adalah Allah memudahkan seseorang menjauhi perbuatan tercela seperti bohong, ghibah, fitnah dan perbuatan fasik lainnya.Dalam hadits riwayat Bukhari, Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan tetap mengamalkannya, maka Allah Ta'ala tidak butuh kepada puasanya."
Senada dengan hadits riwayat Ibnu Majah yang artinya, "Berapa banyak orang berpuasa yang tidak mendapatkan apa-apa kecuali lapar dan dahaga saja."
3. Mendapat kehidupan yang baik
Seorang yang ibadahnya diterima Allah SWT akan merasakan ketenangan dalam hidup. Ia juga akan menjalani hidup yang baik karena dijamin langsung oleh Allah SWT.Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur'an surat An-Nahl ayat 97,
مَنْ عَمِلَ صَٰلِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُۥ حَيَوٰةً طَيِّبَةً ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ
Artinya: Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.
Baca juga: Imam Al-Ghazali: Puasa Berarti Musnahnya Kehendak Nafsu
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :