Lebih Afdhal Mana, Qadha Puasa Ramadan atau Puasa Sunah Syawal Dulu?

Kamis, 11 April 2024 - 09:00 WIB
loading...
Lebih Afdhal Mana, Qadha Puasa Ramadan atau Puasa Sunah Syawal Dulu?
Mana yang harus didahulukan, puasa qadha Ramadan atau puasa sunah 6 hari Syawal? Pertanyaan ini selalu muncul ketika memasuki bulan Syawal. Foto ilustrasi/ist
A A A
Setelah Puasa Ramadan, umat muslim dianjurkan menunaikan puasa sunah 6 hari di bulan Syawal. Pertanyaannya, mana yang harus didahulukan, puasa qadha Ramadan atau puasa sunah 6 hari Syawal tersebut?

Pengasuh Rumah Fiqih Ustaz Ahmad Sarwat Lc MA menjelaskan, Anda boleh melakukan puasa sunah bulan Syawal dahulu, baru kemudian melakukan puasa qadha' pengganti puasa Ramadan yang ditinggalkan karena uzur.

Anda juga boleh berpuasa qadha' Ramadan terlebih dahulu, baru kemudian puasa sunah di bulan Syawal . Tentu saja asalkan bulan Syawal masih ada.

Bahkan boleh berpuasa Qadha' dan sekaligus meniatkannya untuk berpuasa di bulan Syawal. Seolah keduanya dilakukan di waktu yang bersamaan. Atau dua niat untuk satu puasa yang sama.

"Para ulama membolehkan semuanya, sesuai dengan logika dan ijtihad mereka masing-masing. Dan tentu satu sama lain tidak saling mengejek atau saling menyalahkan," kata Ustaz Ahmad Sarwat dilansir dari rumahfiqih.

Mereka yang memandang lebih baik puasa sunah Syawal karena menilai waktu bulan Syawal itu terbatas, yaitu hanya selama sebulan saja. Sedangkan waktu yang disediakan untuk mengqadha' puasa Ramadan terbentang luas sampai datangnya Ramadan tahun depan.

Sebaliknya, mereka yang mendahulukan puasa Qadha' terlebih dahulu karena beranggapan lebih afdhal bila mengerjakan puasa wajib. Setelah utang puasa itu terpenuhi, barulah menunaikan puasa sunnah.

Ada juga pendapat yang lain lagi. Mereka berangkat dari pemahaman bahwa yang dimaksud dengan puasa 6 hari bulan Syawal itu lebih kepada waktunya saja, bukan sebuah ibadah khusus yang spesifik.

Maksudnya, diupayakan bahwa dalam 6 hari bulan Syawal itu seseorang melakukan puasa, apapun motif dan niatnya. Kalau punya hutang puasa, maka minimal selama 6 hari di bulan Syawal itu dia menebusnya dengan puasa Qadha'. Tapi kalau tidak punya 'utang' puasa, maka niatnya adalah puasa sunah biasa. Yang penting, di bulan Syawal itu ada 6 hari yang dilaluinya dengan berpuasa.

Untuk diketahui, puasa 6 hari di bulan Syawal hukumnya sunah. Boleh ditinggalkan, tapi dapat pahala besar apabila dikerjakan.

Niat Puasa Sunah Syawal:

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺻَﻮْﻡَ ﻏَﺪٍ ﻋَﻦْ ِﺳﺘَﺔٍ ِﻣﻦْ ﺷَﻮَﺍﻝٍ ﺳُﻨَﺔً ِﻟﻠَﻪ ﺗَﻌَﺎﻟَﻲ


Nawaitu Shauma Ghadin 'Ansittatin Min Syawaali Sunnatan Lillaahi Ta'ala.

Artinya: "Aku niat berpuasa sunnah 6 Hari bulan Syawal karena Allah Ta'ala."

Niat Puasa Sunah 6 Hari Syawal digabung dengan Puasa Qadha Ramadan:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ وَعَنْ سِتٍّ مٍنْ شَوَّال لِلهِ تَعَالَى


Nawaitu Shouma Ghadin 'An Qadhooi Fardhi Syahri Romadhona wa 'An Sittin Min Syawwalin Lillahi Ta'ala

Artinya: "Saya niat puasa esok hari dari mengqadha pardhu bulan Ramadan dan puasa enam hari Syawal karena Allah Ta'ala."



Wallahu A'lam
(wid)
Copyright © 2024 SINDOnews.com
All Rights Reserved
read/ rendering in 0.2650 seconds (0.1#10.140)