Hukum Puasa Saat Lebaran Idulfitri
Sabtu, 29 Maret 2025 - 05:00 WIB
loading...
Hukum puasa saat lebaran Idulfitri adalah haram karena berpaling dari perjamuan Allah SWT dan dianggap menyelisihi perintah-Nya, Idulfitri adalah hari bersyukur dan zikir, hari makan dan berbuka. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Hukum puasa saat Lebaran Idulfitri adalah haram karena berpaling dari perjamuan Allah SWT dan dianggap menyelisihi perintah-Nya. Idulfitri adalah hari bersyukur dan zikir, hari makan dan berbuka.
Syaikh Dr Shalih Fauzan bin Abdullah al-Fauzan dalam kitabnya "Al-Khuthab Al-Minbariyah" mengatakan tatkala Nabi SAW mendatangi kota Madinah , mereka memiliki dua hari raya yang mereka gunakan untuk bermain-main, kemudian beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah telah memberikan ganti kepada kalian dengan dua hari yang lebih baik dari keduanya, yaitu hari Idulfitri dan Iduladha”.
"Allah telah mengganti dua hari raya yang mereka gunakan untuk bermain dan bersenda gurau dengan dua hari raya untuk berzikir, bersyukur, meraih ampunan dan maaf," ujar Syaikh Dr Shalih Fauzan bin Abdullah al-Fauzan.
Dia menjelaskan kaum Muslimin memiliki tiga hari raya yang dilakukan setelah menyempurnakan salah satu dari ibadah-ibadah yang agung dalam Islam.
Pertama, hari raya yang berulang setiap pekan, yaitu hari Jumat. Allah SWT menjadikannya Ied setiap pekannya dan mensyariatkan salat Jumat yang agung bagi kaum Muslimin. Salat tersebut diawali dua khotbah yang mencakup pujian kepada Allah dan persaksian akan keesaan Allah dan Nabi-Nya, selain untuk memberi nasihat dan peringatan.
Di samping itu, hari Jumat juga merupakan hari disempurnakannya penciptaan manusia; hari itu Adam diciptakan, dimasukkan surga, dikeluarkan dari surga; hari terjadinya kiamat serta kebinasaan dunia ini.
Baca juga: Kelompok yang Boleh Tidak Berpuasa Ramadan, Siapakah Mereka?
Kedua, Idulfitri yang penuh berkah, datang setelah menyempurnakan puasa wajib selama Ramadan yang Allah SWT jadikan sebagai rukun keempat dari rukun-rukun Islam. Mereka berhak mendapatkan ampunan dan keselamatan dari api neraka. Mereka berkumpul pada hari itu dengan penuh rasa syukur kepada Allah Taala, bertasbih dan bertakbir atas hidayah Allah SWT.
Ibadah yang paling agung yang disyariatkan oleh Allah adalah salat Idulfitri. Allah SWT berfirman:
Syaikh Dr Shalih Fauzan bin Abdullah al-Fauzan dalam kitabnya "Al-Khuthab Al-Minbariyah" mengatakan tatkala Nabi SAW mendatangi kota Madinah , mereka memiliki dua hari raya yang mereka gunakan untuk bermain-main, kemudian beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah telah memberikan ganti kepada kalian dengan dua hari yang lebih baik dari keduanya, yaitu hari Idulfitri dan Iduladha”.
"Allah telah mengganti dua hari raya yang mereka gunakan untuk bermain dan bersenda gurau dengan dua hari raya untuk berzikir, bersyukur, meraih ampunan dan maaf," ujar Syaikh Dr Shalih Fauzan bin Abdullah al-Fauzan.
Dia menjelaskan kaum Muslimin memiliki tiga hari raya yang dilakukan setelah menyempurnakan salah satu dari ibadah-ibadah yang agung dalam Islam.
Pertama, hari raya yang berulang setiap pekan, yaitu hari Jumat. Allah SWT menjadikannya Ied setiap pekannya dan mensyariatkan salat Jumat yang agung bagi kaum Muslimin. Salat tersebut diawali dua khotbah yang mencakup pujian kepada Allah dan persaksian akan keesaan Allah dan Nabi-Nya, selain untuk memberi nasihat dan peringatan.
Di samping itu, hari Jumat juga merupakan hari disempurnakannya penciptaan manusia; hari itu Adam diciptakan, dimasukkan surga, dikeluarkan dari surga; hari terjadinya kiamat serta kebinasaan dunia ini.
Baca juga: Kelompok yang Boleh Tidak Berpuasa Ramadan, Siapakah Mereka?
Kedua, Idulfitri yang penuh berkah, datang setelah menyempurnakan puasa wajib selama Ramadan yang Allah SWT jadikan sebagai rukun keempat dari rukun-rukun Islam. Mereka berhak mendapatkan ampunan dan keselamatan dari api neraka. Mereka berkumpul pada hari itu dengan penuh rasa syukur kepada Allah Taala, bertasbih dan bertakbir atas hidayah Allah SWT.
Ibadah yang paling agung yang disyariatkan oleh Allah adalah salat Idulfitri. Allah SWT berfirman:
قَدْ أَفْلَحَ مَنْ تَزَكَّىٰ﴿١٤﴾وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهِ فَصَلَّىٰ
Lihat Juga :