Ziarah Kubur Perbanyak Mengingat Kematian, Faedahnya Luar Biasa

Jum'at, 12 April 2024 - 09:49 WIB
loading...
Ziarah Kubur Perbanyak...
Salah satu tradisi saat merayakan Idulfitri di Indonesia yakni ziarah kubur, tradisi yang baik untuk selalu mengingat kematian. Foto ilustrasi/ist
A A A
Salah satu tradisi saat merayakan Idulfitri di Indonesia yakni ziarah kubur . Tradisi yang baik untuk selalu mengingat kematian . Mengapa demikian?

Islam mengajarkan umatnya untuk selalu mengingat kematian. Menurut Ustadz Oemar Mita, mengingat mati bukanlah anjuran, melainkan ibadah kepada Allah Ta’ala. Seberapa sering seseorang mengingat mati , sepanjang itu Allah akan berikan pahala. Bahkan, setelah kematian itu, Allah akan sempurnakan pahala-pahala mereka yang menjaga diri kerusakan berpikir dan perilaku.

Disebutkan dalam firman Allah Ta'ala :

كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَن زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَما الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلاَّ مَتَاعُ الْغُرُورِ


“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (QS. Ali Imran: 185].

Lantas apa hubungannya antara kematian dengan kesehatan dan kesuksesan seseorang? Mengingat mati bukan soal putus asa lalu menguras energi untuk berjuang. Sebaliknya, mengingat mati untuk menjadikan pikiran sehat, stabil, dan progresif, sehingga tak ada kesempatan diri mengeluh, lemah, dan malas. Tetapi sebaliknya, semakin ringan dan bergairah mengisi hidup ini dengan kebaikan terbaik yang bisa dilakukan.

Sebuah hadis menceritakan:

أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ : الْمَوْتَ , فَإِنَّهُ لَمْ يَذْكُرْهُ أَحَدٌ فِيْ ضِيْقٍ مِنَ الْعَيْشِ إِلاَّ وَسَّعَهُ عَلَيْهِ , وَلاَ ذَكَرَهُ فِيْ سَعَةٍ إِلاَّ ضَيَّقَهَا عَلَيْهِ


“Perbanyaklah mengingat pemutus kenikmatan, yaitu kematian. Karena sesungguhnya tidaklah seseorang mengingatnya di waktu sempit kehidupannya, kecuali (mengingat kematian) itu melonggarkan kesempitan hidup atas orang itu. Dan tidaklah seseorang mengingatnya di waktu luas (kehidupannya), kecuali (mengingat kematian) itu menyempitkan keluasan hidup atas orang itu.” (HR. Thabrani dan Hakim).

Dan, satu di antara strategi agar diri dapat terus fokus pada kesehatan komprehensif dan kesuksesan selamanya, mengingat mati adalah jalan terbaik. Dalam sebuah riwayat dikisahkan, suatu hari ada seseorang datang menjumpai Nabi, lantas bertanya. “Manakah di antara kaum mukminin yang paling cerdik?” Beliau menjawab,”Yang paling banyak mengingat kematian di antara mereka, dan yang paling bagus persiapannya setelah kematian. Mereka itu orang-orang yang cerdik.” (HR Ibnu Majah).

Dengan kata lain, semakin seseorang mengejar dunia untuk gengsi, berbangga-banggaan, maka semakin dekatlah ia dengan sakitnya akal, rasa, dan imajinasinya, kemudian sangat dekat pada kematian hati. Akibatnya ia tidak akan lagi mengerti mana halal, mana haram, semua dihantam. Sebaliknya, semakin seseorang sering mengingat mati akan semakin hidup hatinya dan cerdas akalnya, sehingga tidak ada yang ia pilih di dalam kehidupan ini, selain menyiapkan bekal dengan amal-amal saleh.

Mengingat mati, juga akan memusatkan pikiran ke negeri akhirat yang kekal, sehingga mendorong untuk menjadikan akhirat ukuran segala-galanya. Dan, inilah orang-orang yang pikiran dan perilakunya sehat, serta kesuksesan di dunianya akan berlanjut hingga ke akhirat.

Oleh sebab itu, mengingat mati memang telah digunakan para ulama salaf untuk menggugah semangat beribadah. dan mematikan hawa nafsu. Selain itu, ada beberapa faedah mengingat kematian ini, di antaranya:

1. Memotivasi untuk mempersiapkan diri sebelum terjadinya kematian
2. Memendekkan angan-angan yang menjadi penyebab kelalaian beribadah
3. Menjadikan sikap zuhud terhadap dunia
4. Memotivasi untuk taat dan bertaubat kepada Allah Ta'ala
5. Melembutkan hati dan menjauhi sifat sombong
6. Menjadikan diri tawadhu

Baca juga: Cara Mengingat Kematian Menurut Rasulullah

Wallahu A'lam
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
6 Manfaat Mengingat...
6 Manfaat Mengingat Kematian, Dari Motivasi hingga Membuat Diri Tawadhu
Belajar Cara Mengingat...
Belajar Cara Mengingat Kematian dari Sosok Hafshah binti Sirin
Ayat-ayat Al Quran Tentang...
Ayat-ayat Al Quran Tentang Ajal dan Kematian, Kaum Muslim Wajib Tahu
Pentingnya Mengingat...
Pentingnya Mengingat Kematian, Ajal Datang Sesuai Kebiasaan Hidup
Tradisi Ziarah Kubur...
Tradisi Ziarah Kubur Saat Idulfitri, Amalan Berpahala untuk Mengingat Kematian
Faedah Ziarah Kubur...
Faedah Ziarah Kubur untuk Selalu Mengingat Kematian, Begini Penjelasannya
Rekomendasi
Fenomena Alam Suara...
Fenomena Alam Suara Terompet dari Langit Pernah Terjadi di 5 Negara ini
Berbentuk Aneh, Fosil...
Berbentuk Aneh, Fosil Pohon Seuss Berusia 350 Juta Tahun Ditemukan
Mengenal Ibnu Batuttah,...
Mengenal Ibnu Batuttah, Backpacker Legend Muslim Abad ke-14
Artikel Terkini
Sebaik-baikya Puasa...
Sebaik-baikya Puasa Setelah Ramadan, Ternyata Puasa Muharram!
Bacaan Niat 3 Jenis...
Bacaan Niat 3 Jenis Puasa Sunnah Muharram, Harian, Tasua dan Asyura
Puasa Asyura 2026: Jadwal,...
Puasa Asyura 2026: Jadwal, Dalil, dan Keutamaan Besarnya Menurut Hadis Nabi
Peristiwa di Bulan Muharram...
Peristiwa di Bulan Muharram : Bahtera Nabi Nuh AS Berlabuh setelah 150 Tahun Terombang-ambing Banjir
7 Kisah Para Nabi di...
7 Kisah Para Nabi di Bulan Muharram yang Diabadikan Al Quran
Bolehkah Menggabungkan...
Bolehkah Menggabungkan Niat Puasa Sunnah?
Infografis
Luar Biasa! Ini Manfaat...
Luar Biasa! Ini Manfaat Vitamin C untuk Kesehatan Tubuh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved