Syaikh Imran Hosein: Raja Najasyi Belum Masuk Islam ketika Meninggal

Kamis, 18 April 2024 - 14:57 WIB
loading...
Syaikh Imran Hosein:...
Tidak ada sama sekali pernyataan dari Nabi Muhammad bahwa Najasyi telah meninggalkan keyakinannya kepada Yesus sebagai anak Tuhan. Ilustrasi: Ist
A A A
Benarkah Raja Najasyi (Negus) Abyssinia (sekarang Ethiopia ) belum masuk Islam ketika meninggal dunia? Lalu, mengapa Rasulullah SAW menyalatinya begitu mendengar beliau wafat?

Syaikh Imran Nazar Hosein dalam bukunya yang diterjemahkan Yanti Sumara berjudul "Konstantinopel Dalam Al-Qur'an" (Eskatopedia, 2020) menyebutkan bahwa tidak ada sama sekali pernyataan dari Nabi Muhammad yang melakukan salat jenazah bahwa Najasyi telah meninggalkan keyakinannya kepada Yesus sebagai anak Tuhan, atau bahwa dia berhenti menyembah Yesus. Tidak pula juga mendapatkan bukti dari masyarakat Kristen di mana dia adalah pemimpinnya.

"Jika tidak ada bukti dari dua sumber utama ini, bukti dari sumber-sumber sekunder yang bias untuk kepentingan pribadi tidaklah memiliki nilai ilmiah," katanya.

Baca juga: Syaikh Imran Nazar Hosein: Umat Kristen Layak Mendapatkan Pertolongan Tuhan

Syaikh Imran menjelaskan hal itu ketika mencontohkan orang-orang Kristen yang menunjukkan cinta dan kasih sayang kepada Islam dan Muslim pada masa awal Islam.

Kala itu, Raja Najasyi menolak permintaan Makkah untuk pemulangan umat Islam (yang menjadi budak atau semi-budak) telah melarikan diri dari siksaan dan penindasan Makkah dan berlindung di Abyssinia.

"Bahkan, ketika Najasyi meninggal dan berita kematiannya sampai kepada Nabi Muhammad di Madinah, beliau melaksanakan salat jenazah ghaib baginya," ujar Syaikh Imran.

Dengan demikian, katanya, beliau mengakui Najasyi sebagai seorang Kristen yang beriman kepada Allah terlepas dari kepercayaan Kekristenannya.

Di sisi lain, Syaikh Imran juga menganalisis akan adanya umat Kristen seperti itu pasti akan muncul sekali lagi dalam proses sejarah dalam satu kurun waktu yang akan menandingi kemunculan Yahudi Zionis di zaman modern ini yang menunjukkan kebencian terhadap Islam dan umat Islam yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Baca juga: Inilah Urutan 10 Tanda Kiamat Besar Menurut Syaikh Imran Hosein

Kebencian ini sangat nyata dalam penindasan biadab mereka terhadap warga Gaza yang tidak berdosa di Tanah Suci. Lantas, umat Kristen mana yang dianggap Syaikh Imran dalam ayat tersebut?

Beliau menganggap mereka adalah umat Kristen yang melestarikan tradisi monastisisme (kerahiban), dan para rahibnya menunjukkan rasa cinta dan kasih sayang kepada Islam dan umat Muslim.

Menurutnya, ini tentunya bukan kekristenan Barat yang sebagian besar telah meninggalkan kerahiban dan jalan hidup monastis. Mereka adalah umat Kristen tanpa adanya arogansi dalam perilaku mereka. Ini juga mengecualikan orang-orang Kristen yang mendirikan peradaban Barat modern dengan sebuah agenda arogan yang belum pernah terjadi sebelumnya, yaitu memaksakan kekuasaannya yang tidak berperi-keadilan dan menindas untuk menjajah umat manusia di seluruh dunia.

Mereka adalah umat Kristen yang terang-terangan menampilkan diri sebagai "umat Kristen". Ini akan mengecualikan umat Kristen yang telah disekularisasi oleh peradaban Barat modern dan yang menjadi tanda pengenal utamanya adalah bangsa atau negara mereka dan bukan agama mereka.

Mereka tidak mungkin hanya segelintir umat Kristen yang berpencaran, mereka menyembah Allah seperti yang tertulis dalam Al-Qur'an dan karena itu tidak menyembah Yesus sebagai orang ketiga dari Trinitas; dan mereka tidak mengatakan bahwa Allah memiliki anak, dan lain sebagainya.

Baca juga: Syaikh Imran Nazar Hosein: Kaum Yahudi Benci Islam dan Muslim

Mereka justru merupakan komunitas Kristen yang lengkap dengan para pendeta dan rahibnya sehingga begitu mudah untuk diidentifikasi.
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Salat Jenazah, Pahala...
Salat Jenazah, Pahala dan Keutamaan 2 Qirath Beserta Bacaan Niat Lengkap
Bolehkah Melaksanakan...
Bolehkah Melaksanakan Salat Jenazah setelah Ashar?
Bolehkah Menghadiahi...
Bolehkah Menghadiahi Salat untuk Orang yang Sudah Meninggal?
Salat Jenazah, Bacaan...
Salat Jenazah, Bacaan Niat dan Pahalanya yang Luar Biasa
Doa dan Zikir setelah...
Doa dan Zikir setelah Salat Jenazah, Lengkap dengan Lafal Arab, Latin, dan Terjemah
Studi Terbaru: Islam...
Studi Terbaru: Islam Agama dengan Pertumbuhan Tercepat di Dunia
Rekomendasi
Super Blue Blood Moon...
Super Blue Blood Moon 2018, Gerhana Bulan Terindah Sepanjang Sejarah yang Sangat Jarang Terjadi
Fenomena Alam yang Membuat...
Fenomena Alam yang Membuat Daratan di Bumi Terangkat Terungkap
60 Spesies Baru Ditemukan...
60 Spesies Baru Ditemukan di Bawah Laut Pulau Paskah
Artikel Terkini
4 Kedudukan Anak Menurut...
4 Kedudukan Anak Menurut Al-Qur'an, Nomor Terakhir Paling Ditakuti Orang Tua
Kasus Perebutan Hak...
Kasus Perebutan Hak Asuh, Ini 6 Hak Anak dalam Islam yang Wajib Dipenuhi Orang Tua
Luncurkan Aplikasi Gerakan...
Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Hidayatullah Perkuat Filantropi Islam Berbasis Digital
Kumpulan Doa Tolak Bala...
Kumpulan Doa Tolak Bala agar Terhindar dari Musibah, Penyakit, dan Kesulitan Hidup
Kepercayaan Bulan Safar...
Kepercayaan Bulan Safar Membawa Sial, Termasuk Khurafat? Ini Penjelasannya
Benarkah Islam Agama...
Benarkah Islam Agama Perang? Simak Sejarah Turunnya Perintah Berperang dalam Al-Qur'an
Infografis
Tri Mumpuni, Ilmuwan...
Tri Mumpuni, Ilmuwan Muslim Indonesia Paling Berpengaruh di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved