Pertempuran Nahawand Iran: Kisah Nu'man Syahid tapi Pasukan Muslim Menang

Senin, 22 April 2024 - 14:45 WIB
loading...
A A A
Pihak Persia tidak lebih tangguh dalam melindungi dunianya daripada Muslimin dalam melindungi agamanya. "Setiap seorang dari kalian memberi kekuatan kepada yang berikutnya. Kalau saya sudah sampai pada keputusan, bersiap-siaplah kalian. Saya akan menyerukan takbir tiga kali. Pada takbir pertama bersiap-siaplah; pada takbir kedua angkatlah senjata kalian dan mulailah bangkit, dan pada takbir ketiga, saya akan menyerbu insya Allah, maka ikutlah kalian menyerbu bersama saya. Allahumma ya Allah, perkuatlah agama-Mu dan berikanlah pertolongan kepada hamba-hamba-Mu, dan jadikan Nu'man sebagai syahid pertama hari ini, untuk memperkuat dan memuliakan agama-Mu dan membela hamba-hamba-Mu."

Kata-kata ini dan yang senada dengan itu diucapkan Nu'man di depan setiap satuan yang dilaluinya.

Selesai memberikan semangat dan selesai pula tugasnya kepada mereka, ia kembali ke posisinya semula. Mata para prajurit terarah semua kepadanya sementara ia berjalan dengan mengenakan mantel dan topi tinggi putih.

Ketika ia bertakbir yang pertama, kedua dan ketiga pasukan Muslimin yang sudah terangsang perang itu rasanya ingin terbang ke kubu musuh dan bertekad mengikis musuh. Tak ada di antara mereka yang ingin kembali kepada keluarga sebelum mati terbunuh atau menang.

Baca juga: Pertempuran Nahawand: Kisah Ali bin Abi Thalib Mencegah Umar bin Khattab Memimpin Perang

Begitu Nu'man selesai menyerukan takbirnya, ia terjun dengan panji di tangan, dan langsung menyerbu pasukan Persia seperti rajawali menerkam mangsanya, menetak kepala-kepala musuh berikut kudanya yang terkapar berjatuhan.

Dilihatnya mereka yang di sekitarnya sudah bergelimpangan jatuh dan bergelimang darah. Pasukan Muslimin di sekitarnya terus menggempur, dengan kekuatan dan keberanian semua mereka setara dengan Nu'man.

Melihat kesungguhan pasukan Muslimin dalam serangan itu, pihak Persia juga mempergencar serangannya, sehingga keduanya saling berjabatan pedang! Yang terdengar hanya gemerincing besi lawan besi, atau teriakan para pahlawan, yang semuanya sudah dipacu oleh semangat membara dan berani mati yang sudah tak kenal lari.

Begitu sengitnya pertempuran itu, yang tak pernah terdengar ada pertempuran lain semacam itu. Korban yang tewas di pihak pasukan Persia tidak sedikit, karena mereka memang mengerahkan pasukan yang begitu besar di samping pasukan Muslimin yang memang sudah mati-matian dalam pertempuran itu, sehingga bumi ini sudah benar-benar bermandikan darah.

Pertempuran itu makin sengit di tengah-tengah hujan darah, manusia dan kuda waktu itu banyak yang tergelincir karena permukaan tanah yang sudah jadi licin.

Baca juga: Perang Nahawand: Kisah Sa'ad bin Abi Waqqas Kena Fitnah

Nu'man bin Muqarrin Syahid
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Doa Umar bin Khattab...
Doa Umar bin Khattab agar Bisa Meninggal di Tanah Suci
Bukan Perintah Menyerang,...
Bukan Perintah Menyerang, Ini Ayat Al-Quran yang Mengizinkan Perang
Jejak Para Singa Allah:...
Jejak Para Singa Allah: Deretan Panglima Perang Terhebat dalam Sejarah Islam
Asbabun Nuzul Surat...
Asbabun Nuzul Surat Ar Rum Ayat 1-2 : Perang Besar Bangsa Romawi vs Bangsa Persia
Kisah Sahabat Nabi dari...
Kisah Sahabat Nabi dari Iran : Salman Al Farisi Sempat Menjadi Penjaga Api Agama Majusi
Inilah Penyebab Utama...
Inilah Penyebab Utama Iran Menjadi Negara Syiah
Rekomendasi
Ratusan Laba-laba Berjatuhan...
Ratusan Laba-laba Berjatuhan dari Langit, Ini Penyebabnya
Jet Pribadi Erdogan...
Jet Pribadi Erdogan Mondar-mandir Angkut Korban Gempa Turki
4 Penemuan Ilmuwan Muslim...
4 Penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia saat Ini
Artikel Terkini
Perlukah Melakukan Resolusi...
Perlukah Melakukan Resolusi Hidup di Tahun Baru Islam?
Doa Akhir dan Awal Tahun...
Doa Akhir dan Awal Tahun Baru Islam yang Penting Diketahui!
Bolehkah Puasa pada...
Bolehkah Puasa pada 1 Muharram? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Khotbah Jumat : 5 Pelajaran...
Khotbah Jumat : 5 Pelajaran dalam Pergantian Tahun Baru Hijriyah
Mengapa Muharram Menjadi...
Mengapa Muharram Menjadi Bulan Pertama Tahun Hijriah? Ini Sejarah dan Keistimewaannya
Jangan Salah Kaprah!...
Jangan Salah Kaprah! Begini Cara Menyambut Tahun Baru Islam Menurut Syariat
Infografis
Tri Mumpuni, Ilmuwan...
Tri Mumpuni, Ilmuwan Muslim Indonesia Paling Berpengaruh di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved