Pertempuran Nahawand Iran: Cerita tentang 2 Peti Permata Berlian
Selasa, 23 April 2024 - 14:38 WIB
loading...
A
A
A
Saya menukas: Apa dan mengapa? Saya tidak tahu, katanya. Kemudian kami berangkat sampai ke tempat Umar.
Setelah melihat saya ia berkata: Ah! Apa urusan saya dengan anak Ibn Sa'ib, dan urusan anak Ibu Sa'ib dengan saya! Mengapa, Amirulmukminin? tanya saya.
Umarmenjawab: Yah! Begitu saya tidur ketika malam itu Anda pergi, para malaikat menyeret saya ke tempat dua peti yang menyala menjadi api sambil berkata: Akan kami selar Anda dengan nyala api kedua peti itu, maka saya berkata: Akan saya bagikan kepada kaum Muslimin. Maka sekarang bawalah kedua barang-barang itu dan juallah dan bagikanlah hasilnya kepada kaum Muslimin.
Setelah itu kedua peti itu saya bawa dan saya simpan di mesjid Kufah. Para pedagang mendatangi saya, yang kemudian diberi oleh Amr bin Haris dengan harga dua juta. Kemudian dia membawanya ke daerah orang-orang asing lalu dijualnya dengan harga empat juta. Dan setelah itu penduduk Kufah tetap yang paling kaya."
Baca juga: Pertempuran Nahawand Iran: Kisah Nu'man Syahid tapi Pasukan Muslim Menang
Dalam sumber lain Tabari juga mengutip bahwa Sa'ib menyerahkan kedua peti perhiasan itu kepada Umar ketika memasuki rumahnya dan menceritakan duduk soalnya. Tetapi Umar berkata: Hai anak Mulaikah, banyak sekali ini padahal Anda tidak bersama mereka. Cepat, cepatlah, kembalilah Anda ke tempat Anda semula dan sampaikan kepada Huzaifah agar membagikan harta rampasan perang yang diberikan Allah kepada mereka.
Sa'ib pulang kembali ke tempat Huzaifah dan barang-barang itu dijual dengan memperoleh harga empat juta, dibagikan di antara mereka yang telah diberi Allah harta rampasan perang itu. Setiap anggota pasukan berkuda mendapat empat ribu dirham, selain enam ribu yang sudah diperoleh sebelumnya.
Setelah melihat saya ia berkata: Ah! Apa urusan saya dengan anak Ibn Sa'ib, dan urusan anak Ibu Sa'ib dengan saya! Mengapa, Amirulmukminin? tanya saya.
Umarmenjawab: Yah! Begitu saya tidur ketika malam itu Anda pergi, para malaikat menyeret saya ke tempat dua peti yang menyala menjadi api sambil berkata: Akan kami selar Anda dengan nyala api kedua peti itu, maka saya berkata: Akan saya bagikan kepada kaum Muslimin. Maka sekarang bawalah kedua barang-barang itu dan juallah dan bagikanlah hasilnya kepada kaum Muslimin.
Setelah itu kedua peti itu saya bawa dan saya simpan di mesjid Kufah. Para pedagang mendatangi saya, yang kemudian diberi oleh Amr bin Haris dengan harga dua juta. Kemudian dia membawanya ke daerah orang-orang asing lalu dijualnya dengan harga empat juta. Dan setelah itu penduduk Kufah tetap yang paling kaya."
Baca juga: Pertempuran Nahawand Iran: Kisah Nu'man Syahid tapi Pasukan Muslim Menang
Dalam sumber lain Tabari juga mengutip bahwa Sa'ib menyerahkan kedua peti perhiasan itu kepada Umar ketika memasuki rumahnya dan menceritakan duduk soalnya. Tetapi Umar berkata: Hai anak Mulaikah, banyak sekali ini padahal Anda tidak bersama mereka. Cepat, cepatlah, kembalilah Anda ke tempat Anda semula dan sampaikan kepada Huzaifah agar membagikan harta rampasan perang yang diberikan Allah kepada mereka.
Sa'ib pulang kembali ke tempat Huzaifah dan barang-barang itu dijual dengan memperoleh harga empat juta, dibagikan di antara mereka yang telah diberi Allah harta rampasan perang itu. Setiap anggota pasukan berkuda mendapat empat ribu dirham, selain enam ribu yang sudah diperoleh sebelumnya.
(mhy)
Lihat Juga :